KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
19. Tom Yum


__ADS_3

"Terus gmn? aku kesini buat jemput kamu, Na. Pantang pulang dengan tangan kosong."


"Ya, udah ga usah pulang, nginep aja disini."


"Tega bener..."


Athena tertawa, "ya udah, yuk pulang. Besok berangkatnya aku minta jemput Artha. Fix. Ga ada kamu jemput ke kost."


Dayu tersenyum hepi.


Beberapa saat kemudian mereka sudah dalam perjalanan.


"Makan dulu apa langsung pulang, Na?" tanya Dayu.


"Udah kenyang nih, ngopi + croissant." jawab Athena, sambil menunjukan gelas kopinya yang belum habis.


"Jalan - jalan dulu bentar ya?"


"Kemana?"


"Chinesse street food. Nongki aja sambil ngobrol."


"Boleh, jangan terlalu malem ya, jam 22.00 pintu kost dikunci."


"Okey...."


"Mau ngobrolin apa sih?"


"Apa aja, kan aku lagi pdkt."


Athena tersedak. Kopi yang siap ditelan berhamburan keluar.


"Pelan - pelan mba, ga ada yang akan mencuri makananmu," ujar Dayu sambil memberikan tisu.

__ADS_1


Athena membersihkan mulutnya. Masih tak ingin bicara.


Dayu tertawa. dalam hati dia berkata, aku tak akan mencuri makananmu, aku akan mencuri hatimu. Jika Dayu mengatakan itu, mungkin Athena tidak hanya tersedak, tapi menyemburkan kopi di mulutnya.


Chinese street food menyediakan berbagai makanan asia, selain masakan China, ada juga jajanan street food Korea ala drakor.


Ada Tteokboki, Corndog Mozarella, Odeng, Ramyun, Kimbap, dan juga si Bungeoppang, kue ikan.


Ada juga makanan khas Thailand, pulut mangga, salad papaya, Tom yum dll. Pokoknya makananan Asia melimpah di sini.


Yang pasti, ada peraturan yang menyebutkan penjual harus memberi informasi pada para pembeli jika ada bahan makanan yang termasuk kategori haram.


Karena yang berkunjung bukan hanya non muslim. Malah banyak yang berhijab nyari makanan disitu.


Menu beraneka ragam dan harga terjangkau, menjadi incaran konsumen.


Saat melewati stand tom yum, Athena berhenti.


"Sepertinya sudah lama ga makan seafood. Aku mau ini deh," jawab Athena.


Dayu lantas memesan dan membayarnya. Merekapun duduk di bangku depan stand yang hampir penuh.


Dayu memperhatikan perubahan wajah gadis pujaannya. Moodnya berubah, batin Dayu. Tapi Dayu tak ingin bertanya.


"Selamat makan...." ujar Dayu.


Athena tersenyum, lalu mencicipi masakan di depannya. "Hm... sedap."


Dayu masih memperhatikan Athena. Ada yang berbeda, gadis itu boleh tersenyum tapi matanya seperti hendak menumpahkan semua air yang dia punya.


"Kamu teringat sesuatu?" ujar Dayu pelan.


Air mata itu tak sanggup dia tahan lagi. Menetes satu persatu semakin deras. tanpa menjawab dan tetap melanjutkan makannya.

__ADS_1


Dayu mendekatkan tisu. menunggu gadis itu menyelesaikan tangis dan makanannya.


"Aku rindu Ayah..." ujar Athena lirih. "Ayah suka sekali Tom yum buatanku."


Plong, Dayu merasa sangat lega. Bukan mantan tunangannya yang membuatnya menangis.


"Berapa lama tidak bertemu ayahmu?"


"Tiga bulanan, Ayah melarangku pulang. Beliau takut aku makin terpuruk dengan omongan tetangga dan juga sodara - sodara di rumah." kata Athena setelah menyelesaikan makannya.


"Pulanglah, kamu bukan orang yang akan begitu saja tumbang hanya karena omongan orang. Ayahmu sangat menyayangi dan menjagamu. Makanya dia tidak ingin membuatmu makin sedih karena mereka," Ujar Dayu. "Aku rasa tak pulangpun mereka tidak akan diam. saat melihatmu mereka akan berbisik-bisik lagi. Begitu seterusnya, tak ada habisnya."


Athena menghela nafas panjang. Ada sedikit kepercayaan diri yang muncul saat itu.


"Kau benar, aku harus menghadapinya. Makin cepat aku bertemu mereka makin cepat clear, toh yang mereka inginkan adalah membicarakan aku. Aku ga peduli sih dengan omongan mereka, yang aku cemasnya keadaan Ayah."


"Kalau butuh teman aku bersedia mengantarmu." ujar Dayu.


Mata Athena membulat sempurna. Solusinya selalu begitu, seakan hendak menceburkan dirinya ke ranah gosip.


"Kenapa?" tanya Dayu polos.


"Kau memang senang kalau aku jadi bahan pergosipan nasional ya?"


"Maksudnya?!"


"Kalau mudiknya dianterin kamu, berasa ngasih Royco ke masakan tau ga? makin gurih pergosipan nasional."


"Oh... gitu,"


Athena ingin sekali memukulkan sendoknya ke jidat Dayu. Gemes.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2