
"Ekhem"
Asyila dan Kiren melepaskan pelukan nya dan berbalik menatap seseorang yang berdiri dengan wajah datar menatap mereka berdua.
"Kau lama sekali, cepat ikut aku" Kenzo langsung menarik tangan Syila tapi kali ini tidak kasar seperti bisanya.
"Kiren nanti kita berbicara lagi ya, aku pergi dulu" Asyila menoleh ke arah Kiren masih dengan berjalan mengikuti langkah Kenzo
Kini mereka sudah berada di dalam lif khusus untuk pemimpin perusahaan ini. Keduanya masih diam dengan fikiran masing masing.
'Apa yang telah aku lakukan? Dia bahkan sangat mencintai ku. Oh Tuhan kenapa aku sesakit ini saat mengingat apa yang telah aku lakukan padanya '
Kenzo merasa hatinya berdenyut saat ucapan Syila pada Kiren tadi. Saat Asyila mengatakan kalau Dia menjadikan nya cinta pertama dan terakhirnya. Sungguh dadanya terasa sesak, entah apa yang Dia rasakan. Mungkin kah Cinta? Entahlah Kenzo masih belum bisa memahami perasaan nya sendiri.
Ting
Mereka pun keluar dari lif dan berjalan menuju ruangan Kenzo. Saat mereka melewati meja kerja Kayra mereka langsung menghentikan langkah nya karna Kayra menghalangi perjalanan mereka.
"Sayang kenapa wanita ini ada disini?" tanya Keyra menatap tajam pada Asyila
"Jaga sikap mu, ini di kantor" kata Kenzo datar dan langsung berjalan dengan menggandeng tangan Asyila
'Cih kenapa Dia jadi dingin begitu. Asyila awas kau ' Kayra mengepalakan tangan nya
'Ada apa dengan nya? Kenapa Dia aneh sekali ' Asyila menatap punggung Kenzo yang berjalan di depan nya dan masih menggandeng tangan nya.
Ceklek
Kenzo masuk ke dalam ruangan nya di ikuti Syila. Kenzo duduk di sofa dan Syila masih berdiri. Takut salah kalau Dia ikut duduk.
"Kenapa masih berdiri, sini duduk" Kenzo menepuk sofa di sebelahnya
'Apa?? Kenapa Dia jadi lembut berbicara padaku'
Bukan nya maju Asyila malah diam mematung dengan fikiran nya. Kenzo yang melihat itu menjadi gemas sendiri. Dia berdiri dari menarik Asyila agar duduk di sofa bersamanya.
Asyila hanya menurut dan Dia menunduk kan kepalanya. Takut untuk sekedar menatap Kenzo. Bahkan untuk bernafas pun rasanya sangat susah.
__ADS_1
"Mana berkas yang ku suruh kau bawa" kata Kenzo
"Ini" Asyila menyerahkan map yang sedari tadi di pegang nya.
Kenzo menerima map itu dan segera membuka dan membacanya. Asyila masih diam menunduk bingung harus berbuat apa.
Ceklek
Asyila dan Kenzo mendongak menatap ke arah pintu yang terbuka ternyata Kayra yang membawa beberapa berkas.
"Kenapa kau duduk di situ Hah? Kau benar benar tidak tahu malu"
Kayra menarik kasar Asyila sampai terjatuh ke lantai dan lulutunya membentur lantai cukup kerad sampai memar.
Plakk
Satu tamparan mendarat di pipi Asyila. Kenzo yang melihat itu langsung menarik kasar tangan Kayra.
"Apa yang kau lakukan Kayra? Jaga sikapmu ini di kantorku" bentak Kenzo
"Kau kenapa membelanya sayang? Kau kan tahu kalau Dia cuma pelayan dan Dia tidak pantas duduk bersampingan bersama mu" teriak Kayra marah
"Kenapa kau mengusirku Sayang "
"KELUAR" teriak Kenzo membuat Asyila dan Kayra terkejut
"Awas kau Asyila"
Kayra menatap tajam pada Asyila yang masih duduk di lantai lalu Dia pun pergi dari ruangan Kenzo.
Kenzo berjalan menghampiri Asyila "Kau tidak papa?"
Kenzo meraba pipi Asyila yang sedikit membengkak akibat tamparan Kayra. Asyila meringis saat Kenzo meraba pipinya.
"Ini pasti sangat sakit, bangunlah biar ku obati pipi mu" Kenzo membantu Asyila bangun dan duduk di sofa tadi
"Aku tidak papa, aku akan pulang sekarang di rumah masih banyak pekerjaan"
__ADS_1
Asyila berdiri tapi saat Dia akan melangkah kakinya terasa sakit sampai Dia meringis.
"Diamlah, kaki mu juga sakit"
Kenzo menduduk kan kembali Asyila di sofa. Lalu Dia pergi ke dalam ruangan dan kembali dengan membawa kotak obat.
"Sini" Kenzo menarik lembut dagu Asyila agar menghadapnya
Kenzo mulai mengolesi salep di wajah Asyila dengan penuh hati hati. Saat Kenzo mendongak dan tatapan mereka pun saling beradu satu sama lain.
Deg deg deg
Suara jantung keduanya berdetak dengan cepat. Dengan cepat Asyila memalingkan wajahnya. Kenzo pun sama salah tingkah nya. Dia berdehem beberapa kali untuk mengusir kecanggungan di antara mereka.
"Baiklah aku ada miting di luar, Apa kau akan pulang sekarang?" Kenzo berdiri dan mengancingkan jasnya
Asyila hanya mengangguk lalu berdiri. Mereka pun berjalan keluar ruangan Kenzo.
"Ferdi aku tunggu di bawah, kita pergi sekarang" kata Kenzo saat melewati ruangan Ferdi
Kini Kenzo dan Asyila sudah berada di parkiran kantor.
"Biar ku carikan taxi" kata Kenzo berjalan keluar gerbang
Asyila hanya diam melihat Kenzo yang berjalan menyebrang jalan entah mau kemana sampai harus menyebrang jalan. Sesaat kemudian mata Asyila menangkap sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Kenzo. Dengan cepat Asyila berlari ke arah Kenzo.
"Kenzo awassss" Asyila mendorong kuat tubuh Kenzo sampai tersungkur
Barkk
Tubuh Asyila terpental jauh karna mobil yang melaju sangat kencang. Darah segar mengalir dari kepala dan hidung nya. Mobil yang menabrak nya pun langsung pergi begitu saja.
"Syilllaaaa" teriak Kenzo yang langsung bangun dan berlari menghampiri tubuh Syila yang sudah terkapar di jalan
Kenzo memangku tubuh Syila yang sudah berlumuran darah. "Bertahan lah"
Tak lama kemudian Ferdi datang dengan mobilnya. Ferdi langsung membawa mobil saat melihat kejadian di mana Asyila tertabrak dan tububnya terpental jauh.
__ADS_1
"Ferdi cepat bantu aku membawa Syila" kata Kenzo panik
Bersambung