
Setelah seminggu saling mengenal, Ferdi memilih untuk bertunangan dulu dengan Fira. Dia masih membutuhkan gadis itu untuk mengetahui rahasia keluarga Wijaya.
Ferdi sudah menemukan beberapa kejanggalan di perusahaan Wijaya Property. Semua aset dan saham di sana sudah di ambil alih atas nama Tantri dan Fira.
Ferdi sedikit bingung saat melihat tanda tangan Andi yang menyetujui pemindahan nama itu.
Apa Dia tidak membacanya dulu? Atau Dia memang bodoh dan begitu percaya pada istri dan anaknya.
Ferdi sudah memasukan orang kepercayaan nya ke perusahaan itu. Dia ingin tahu lebih lanjut tentang pemindahan nama dan pemilik perusahaan itu.
Hah, jika saja mereka tidak memaksaku untuk segera menikahinya. Aku tidak akan memilih untuk bertunangan dengan wanita murahan itu.
Cih.. Tapi lebih baik bertunangan dulu supaya tidak ada yang curiga. Dari pada harus menikahi wanita itu. Menjijikan.
....
Berita akan di langsungkan nya pertunangan Ferdi dan Fira langsung tersebar di beberapa berita, sosial media dan lainnya.
Kiren diam terpaku di depan televisi. Bukan Dia tidak tahu soal pertunangan Ferdi dan Fira. Tapi yang Kiren takutkan adalah saat melihat ibunya sedang duduk diam di depan televisi.
Ibu pasti shock melihat berita itu.
Kiren berjalan mendekat ke arah Ibunya dan duduk di sampingnya. Kiren melihay ibunya meneteskan air mata.
"Ibu" panggil Kiren lirih
Hani menoleh dan langsung memeluk putrinya. Dia menangus sesenggukan di pelukan Kiren.
"Maafkan Ibu Nak, Ibu tidak tahu kalau Ferdi ternyata menghianati mu. Kamu harus kuat Ki, Ibu yakin ada hikmah di balik semua ini" kata Hani masih memeluk putrinya
Benar apa yang ku duga, Ibu pasti salah faham. Tapi bagaimana cara menjelaskan nya? Aku juga gak mau kalau Ibu sampai bersedih kalau tau yang akan bertunangan dengan Ferdi adalah adik tiriku.
"Ibu tenanglah, Kiki gak papa" kata Kiren mengelus punggung ibunya yang bergetar.
__ADS_1
"Bagaimana Ibu bisa tenang Ki, kau putri Ibu. Dan kau harus mengalami apa yang Ibu alami dulu" kata Hani menatap Kiren yang terlihat biasa saja.
"Bu" Kiren mengusap punggung tangan Ibunya.
"Aku gak papa, tenanglah aku akan menjelaskan semuanya pada Ibu. Tapi gak sekarang" kata Kiren
"Maksudmu? Apa yang ingin kau jelaskan Ki?" Hani semakin bingung dengan putrinya yang terlihat baik baik saja.
"Ferdi punya alasan untuk ini, dan nanti Dia sendiri yang akan menjelaskan pada Ibu. Pertunangan ini hanya sementara Bu" kata Kiren
Ya karna itu yang Ferdi katakan semalam kepadaku.
"Ibu bener bener gak ngerti apa maksudmu Ki?" Hani mengerutkan keningnya, menatap bingung pada Kiren.
"Nanti Ibu akan tahu ko, tapi gak sekarang"
Hani hanya mengangguk, meskipun Dia masih bingung dengan apa yang di ucapkan Kiren.
Jam makan siang sudah tiba, para karyawan kantor sudah mulai keluar dari ruangan nya dan menuju kantin. Ada juga yang memilih makan di luar. Tergantung kemauan mereka masing masing.
Kiren berjalan keluar dari kantor "Meningan makan di restoran sana aja deh" gumam nya
Dia berjalan menuju restoran yang ada di sebrang kantor. Kiren menoleh saat mendengar suara klakso mobil.
Ko Ferdi kesini si? Kalau ada yang lihat gimana? Aku kan sudah bilang pada semua temen kerjaku kalau kita sudah putus.
Teman teman kerja Kiren berbondong bondong menanyakan perihal pertunangan Ferdi dan Fira. Karna tidak mau ribet Kiren bilang kalau Dia dan Ferdi sudah putus hubungan.
Dret...Drett
Kiren mengambil ponselnya dari dalam tas "Hallo"
"Ngapain masih disitu? Cepat masuk"
__ADS_1
"Gak bisa, lebih kau pulang lagi aja sana"
"Apa kau bilang? Kau mengusirku? Berani kau"
"Ck bukan begitu sayang, aduh nanti aja deh jelasin nya"
"Cepat masuk atau aku akan gendong kamu"
"Baiklah, baiklah"
Kiren celingukan memastikan tidak ada yang memperhatikan nya. Dia berlari dan masuk ke dalam mobil kekasihnya secepat kilat.
"Kau kenapa panik seperti itu?" tanya Ferdi bingung melihat tingkah kekasihnya itu.
"Kau itu bagaimana si, aku sudah bilang sama semua temen aku kalau kita sudah putus dan....."
"APA?? Kau berani ya"
Kiren terlonjak kaget mendengar teriakan Ferdi. Lelaki itu benar benar terlihat sangat marah padanya.
"Dengerin dulu...."
"Dengerin apa? Kau mau berselingkuh dariku? Iya? Sampai menyebar berita kalau kita sudah putus Hah" Ferdi benar benar marah dengan tindakan Kiren.
"Ishh. Kau gak mikir apa? Berita pertunangan mu sudah tersebar kemana mana. Kalau aku bilang aku masih punya hubungan dengamu. Apa yang akan mereka katakan? Mereka pasti akan mengasihaniku. Iya kan? Dan aku muak jika harus di kasihani" teriak Kiren
Air mata sudah lolos begitu saja. Dia tidak bisa menahan emosinya saat ini. Jujur saja Kiren sangat tertekan dengan keadaan ini.
Melihat kekasihnya menangis, Ferdi langsung memeluk Kiren dan mencoba menenangkan nya. Ferdi tidak berfikir sampai sana, kalau ternyata berita pertunangan nya akan membuat wanitanya tertekan seperti saat ini.
"Maaf, maaf sayang. Ku mohon jangan menangis lagi" kata Ferdi menyesali perbuatan nya barusan.
Bersambung
__ADS_1