
Ferdi memarkirkan mobilnya di depan rumah Kiren. Dia turun dari mobil dan berjalan ke rumah kelasihnya itu.
Tok tok tok
"Sebentar"
Ferdi menunggu di depan pintu sampai pintu terbuka oleh Ibu Hani. Ferdi masuk mengikuti langkah calon ibu mertuanya.
"Silahkan duduk Nak, Kiren masih di kamar" kata Bu Hani
Ferdi hanya mengangguk, Dia duduk menunggu sang kekasih. Ferdi diam terpaku melihat sang kekasih sudah berdiri didepannya.
Kiren pun sama, Dia menatap tidak percaya pada Ferdi. Jika biasanya Kiren selalu melihat Ferdi memakai pakaian formal. Tapi hari ini Ferdi memakai pakaian casual dan tentu saja semakin terlihat tampan.
Genteng banget, ini beneran pacar gue.
"Ayo"
Ferdi sudah bisa menguasai dirinya. Dia segera menarik tangan Kiren keluar dari rumah.
Setelah berpamitan pada Ibu Hani. Mereka pun pergi menuju mall. Hari ini Ferdi ingin mengajak Kiren jalan jalan. Selama pacaran baru kali ini Ferdi mengajak Kiren jalan jalan seperti sepasang kekasih pada umumnya.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Asyila duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Menatap taman yang ada di bawah kamarnya itu. Tangan nya terus mengelus perut yang telah membuncit itu. Senyum terus mengembang di bibirnya.
Mama sudah tidak sabar menantikan kelahiranmu sayang.
"Sayang, masuk yuk nanti masuk angin kelamaan disini" Kenzo muncul di balik pintu yang mengarah ke balkon itu.
Syila menoleh "Iya sayang"
Asyila pun berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Kenzo merangkul pinggang istrinya dan mencium pipi nya.
"Minum dulu susunya, tuh udah aku bikinin" Kenzo menunjuk segelas susu yang sudah tersedia di atas nakas.
"Terimakasih sayang. Cup" Syila mencium pipi suaminya lalu berjalan ke arah tempat tidur.
Syila mengambil segelas susu ibu hamil itu sambil duduk di pinggir tempat tidur. Kenzo dengan setia menemani istrinya.
__ADS_1
"Habiskan ya" Kenzo mengelus kepala istrinya
"Huwek.. Ihh baunya gini amat" Syila menyimpan kembali gelas yang sudah kosong di nakas.
"Tahan dong sayang, kamu ini selalu saja mual kalo mencium bau susu hamil" Kenzo mengecup singkat bibir istrinya
"Bawaan baby kali Yank" kata Syila
"Ya udah sekarang istirahat" kata Kenzo lembut
Syila menaikan kedua kakinya dan berbaring di tempat tidur. Kenzo menyelimuti istrinya sampai ke pinggang.
Cup
"Istirahat ya, aku mau ke ruang kerja dulu" kata Kenzo mencium kening Syila
"Jangan, temenin aku tidur" rengek Syila sambil memegang tangan suaminya agar tidak pergi
Kenzo tersenyum "Manja nya istriku ini"
Tidak ingin membuat sang istri kecewa. Kenzo pun langsung naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya. Mengecup beberapa kali Kenzo mencium kening Syila sampai istrinya itu terlelap dalam pelukan nya.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
"Sayang ada yang mau aku bicarakan" Ferdi meraih tangan Kiren yang ada di atas meja
"Apa?"
"Janji ya kamu jangan kaget" kata Ferdi lagi semakin membuat Kiren penasaran.
Apa si? Kenapa Dia ngomong begitu. Aku kan jadi penasaran.
"Iya, emang kamu mau ngomong apa?" tanya Kiren sangat penasaran
"Aku udah tahu dimana ayah kamu berada"
Deg
Kiren diam terpaku, Dia tidak menyangka kalau kekasihnya itu bisa mengetahui tentang Ayahnya. Bahkan sekarang Dia tahu dimana keberadaan ayahnya.
__ADS_1
"Ba..bagaimana kamu tahu? Apa kau selama ini mencari tahu tentang nya?" tanya Kiren dengan suara parau
"Aku memang mencari tahu tentangnya. Dan sangat mengejutkan kalau ternyata ayahmu adalah salah satu rekan bisini Kenzo. Dia juga sahabat dari Ayahku" jelas Ferdi semakin menggenggam erat tangan yang semakin terasa bergetar itu.
Kiren semakin terkejut dengan apa yang di dengarnya. Jadi selama ini ayahnya hidup bahagia dengan keluarganya. Ayahnya hidup berkecukupuan tanpa kurang apapun. Sementara dirinya dan ibunya hidup serba pas pasan.
"Dan Ayahku dan Ayahmu berencana menjodhkan aku dan adik tirimu" jelas Ferdi
Ferdi tidak mau ada rahasia diantara mereka. Dia lebih baik jujur apa yang akan di lakukan nya.
Kiren langsung menarik tangannya yang di genggam oleh Ferdi. Matanya sudah berkac kaca. Bayangan ibunya yang menangis saat ayahnya membawa istri mudanya dan juga anak mereka.
Jujur saja saat ini Kiren takut jika apa yang di alami oleh ibunya akan terjadi juga padanya.
Apa ini? Kenapa hatiku sangat sakit. Ya Tuhan apa yang terjadi pada Ibu akan terjadi juga padaku.
"Sayang hey, lihat aku!" Ferdi menggeser kursinya sampai berada di samping Kiren. Mengusap air mata yang sudah mengalir di pipi kekasihnya.
"Apa lagi yang harus aku denger? Kau akan di jodohkan dengan wanita lain. Dan itu adalah adik tiriku" kata Kiren semakin terisak
"Hey jangan kaya gini, aku gak bisa lihat kamu menangis. Sudah ya jangan nangis lagi" Ferdi kembali mengusap air mata Kiren
"Aku melakukan ini ada alasan nya. Aku ingin menyelidiki keluarga ayahmu. Aku tidak rela jika kau di perlakukan tidak adil. Sayang, aku mau ayahmu itu menyadari kalau Dia mempunyai anak sehebat dan sekuat kamu"
"Aku ingin Dia sadar kalau apa yang Dia lakukan salah. Dia telah menelantarkan anaknya. Mau bagaimana pun kamu anak nya juga" jelas Ferdi
Kiren diam, apa yang Ferdi ucapkan ada benarnya juga. Tapi apa Dia siap jika suatu saat nanti harus bertemu lagi dengan ayahnya. Baru mendengar cerita dari Ferdi saja sudah membuat emosinya tidak setabil.
"Kamu ngertikan maksud aku?"
"Iya, tapi kalau boleh aku minta. Kamu gak usah kasih tahu ayahku kalau aku masih hidup dan sekarang menjadi kekasihmu" kata Kiren setelah bisa menguasai perasaan nya.
"Aku akan mengenalkan mu sebagai pacarku sayang. Tapi nanti setelah semua yang aku inginkan berhasil. Aku memberi tahumu agar kau tidak salah faham saat nanti mendengar beritaku" jelas Ferdi
"Baiklah, aku akan mendukung apapun yang akan kau lakukan nanti" kata Kiren
"Terimakasih sayang" Ferdi mencium kening Kiren
Bersambung
__ADS_1