
Fira dan Tantri merasa sangat shock saat polisi tiba tiba memborgolnya. Mencoba berontak tapi hanya sia sia.
"Pa tolong Mama, kenapa Mama sama Fira di tangkap polisi. Apa salah kita" teriak Tantri
"Iya Pa, tolongin Fira sama Mama" teriak Fira masih mencoba berontak
Andi hanya diam, menatap dingin pada keduanya. Sungguh Andi sangat kecewa saat mengetahui kenyataan sebenarnya. Setelah pertemuan dengan Ferdi. Andi langsung membawa bukti bukti yang di kumpulkan oleh Ferdi ke kantor polisi.
"Pa kenapa Papa diam aja? Bantu kami Pa, kami gak salah" teriak Tantri
"Bawalah mereka Pak"
Tantri dan Fira terbelalak saat Andi malah menyuruh polisi untuk membawanya. Andi langsung pergi ke lantai atas tanpa menoleh lagi ke arah Tantri dan Fira.
Akhirnya polisi pun membawa ibu dan anak itu. Meskipun terus berontak, tapi semuanya sia sia.
Andi merenung di balkon kamarnya. Menikmati hembusan angin menerpa wajahnya. Matanya terpejam, semua bayangan anak dan istri yang Dia telantarkan selama ini.
Maafkan aku, maafkan aku.
Penyesalan hanya tinggal penyesalan. Belasan tahun Andi meninggalkan anak dan mantan istrinya. Tidak sekalipun Andi memikirkan mereka. Bagaimana nasib mereka selama ini?
Baru kali ini Dia memikirkan mereka dengan segala rasa penyesalan nya. Semua kenyataan ini telah membuka mata hatinya saat ini.
Drett....Drett
Andi mengambil ponsel yang di letakan di meja yang ada di balkon itu. Melihat siapa yang menelpon lalu segera mengangkatnya.
"Hallo"
"Om baik baik saja?"
__ADS_1
Andi tersenyum, setidaknya masih ada yang memperhatikan nya saat ini. Menanyakan keadaannya.
"Om baik baik saja Fer, tapi Om ingin sekali bertemu dengan Kirena dan Hani"
"Om beneran mau ketemu mereka? Apa Om siap dengan respon mereka nanti?"
"Om siap Fer, tolonglah. Om sangat ingin bertemu mereka. Om hanya ingin meminta maaf setelah apa yang Om lakukan selama ini"
"Baiklah besok malam datang ke restoran xx"
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
"Kita mau kemana sih Ki?" tanya Hani saat Kiren tiba tiba mengajknya pergi.
"Kiki juga gak tau Bu, Ferdi hanya bilang mau mengajak makan malam bersama Ibu dan aku" jelas Kiren
"Hah, ya udah ayo kita berangkat aja Bu. Ferdi sudah ada di depan nih Dia chat aku" kata Kiren
"Selamat malam Bu" Ferdi mencium tangan Hani.
"Malam Nak, kita mau kemana ya? Perasaan Ibu gak enak Ki" kata Bu Hani jujur
"Ibu tenang saja, kita hanya makan malam di restoran. Mari silahkan masuk Bu" Ferdi membukakan pintu untuk calon Ibu mertua dan kekasihnya.
Mereka telah sampai di restoran. Ferdi masuk dengan menggandeng tangan Kiren yang juga merangkul tangan Ibunya.
Jujur saja perasaan Kiren dan Bu Hani terasa cemas dan gelisah. Mereka segera memesan makanan dan makan malam dengan tenang.
"Kita langsung pulang aja ya Nak, perasaan Ibu tidak enak" kata Hani setelah mereka selesai makan.
"Aku juga sama Bu" kata Kiren
__ADS_1
Memang benar kalau ikatan batin selalu sangat kuat. Maafkan aku sayang, Ibu. Tapi kalian harus meluruskan masalah ini.
"Selamat malam"
Hani dan Kiren menoleh ke belakang. Mereka diam mematung melihat siapa yang ada di depan nya. Dadanya terasa sesak, mata keduanya sudah memerah menahan tangis.
"A...ayah"
"Kau! Mau apa kau kesini?" teriak Hani dengan suara gemetar
"Hani, Kirena maafkan aku karna telah menyia nyiakan kalian. Maafkan aku, Kiren maafkan Ayah" kata Andi memohon, matanya sudah berkaca kaca melihat anak yang tak pernah di anggapnya sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan kuat.
"Pergii dari sini, jangan menemui kita lagi" teriak Hani, air mata sudah mengalir begitu saja.
"Hani aku mohon, maafkan aku. Jangan seperti ini, aku hanya ingin bertemu dengan anak kita" Andi berniat memegang tangan Hani namun segera di tapisnya.
"Anak kita kau bilang? Dia anakku bukan anakmu. Kemana aja kau selama inu Hah? Tak sekalipun kau mencari atau menanyakan keadaan Kiren" emosi Hani sudah tidak bisa di tahannya lagi.
"Bu tenanglah dulu, dengarkan penjelasan nya. Jangan menyelesaikan masalah dengan emosi" kata Ferdi mencoba melerai perdebatan mereka.
Kiren hanya diam mematung dengan air mata mengalir deras. Dadanya taras sesak, bagaimana selama ini Dia tidak pernah lagi melihat sosok ayanya. Dan sekarang sosok itu ada di depannya. Kiren bingung harus berbicara apa? Melakukan apa?
"Setelah semua yang kau lakukan? Sekarang kau datang dan dengan mudahnya meminta maaf. Tidak semudah itu, tidak semudah kata maaf yang kau ucapkan untuk melupakan semuanya" Hani terduduk lemas dengan tangis yang semakin terisak.
"Aku tahu aku salah, maaf saja mungkin tidak cukup untuk menebus semua kesalahanku selama ini. Tapi ku mohon berilah aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku pada anak kita"
Brukkk
Semua terkejut dan menoleh ke arah Kiren yang sudah terjatuh di lantai. Ferdi segera berlari dan menggendong Kiren.
Bersambung
__ADS_1