
Kenzo menekan tombol darurat untuk memanggil dokter. Kenzo masih menatap Syila dan terus mencium kening istrinya.
Tak lama kemudian dokter pun datang. Dan langsung memeriksa keadaan Asyila. Dokter melepaskan alat bantu pernafasan pada Syila. Dia menekan tombol di pinggir ranjang agar ranjang Asyila naik dan Syila nyaman.
"Nona apa anda bisa mendengar saya" kata Dokter
Asyila mengedipkan matanya seolah berkata iya saya mendengar anda. Tapi mulutnya terasa sangat sulit untuk bicara. Di tambah lagi fikiran nya yang masih terasa linglung.
"Baiklah, Sus tolong beri dulu minum air putih "perintah Dokter pada perawat yang membantunya
Perawat itupun segera memberi Syila minum dengan sedotan. Setelah minum Syila merasa tenggorokan nya tidak kering lagi.
"Apa yang Nona rasakan sekarang?"tanya Dokter
"Pusing dok" kata Syila lirih
"Tenang ya, itu biasa karna Nona koma sudah 16 bulan. Sekarang Nona istirahat dan jangan berfikiran apapun dulu " kata Dokter
Dokter pun berjalan ke arah Kenzo yang masih diam mematung seolah belum parcaya apa yang telah terjadi saat ini.
"Tuan, Nona Syila sudah sadar dan tinggal menunggu semuanya kembali pulih. Jangan ajak Nona banyak bicara dulu" jelas dokter
"Hmmm" Kenzo mengangguk dan berjalan ke arah tempat tidur Syila
Dokter dan perawat tadi pun keluar dari ruangan Syila. Kenzo mencium kening Asyila sangat lama dan dalam. Seolah mengisyaratkan kalau Dia sangat merindukan nya.
"Kenzo aku kenapa?"tanya Syila masih dengan suara lirih
"Shuttt. Jangan banyak bicara dulu" kata Kenzo meletakan telunjuknya di bibir Syila
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Pagi harinya Kayra dan ibunya berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Mereka langsung berangkat setelah mendapat telpon dari Ferdi kalau Syila sudah sadar. Ferdi pun sudah berada di rumah sakit menemani Kenzo setelah tadi di telpon oleh Kenzo.
__ADS_1
Ceklek
"Asyila" Kiren berjalan cepat ke arah Syila dan langsung memeluknya dengan tangisan yang sudah pecah.
"Kiren" suara Syila sudah kembali normal
"Hiks..Hiks... Lo jahat tau gak? Udah bikin gue khawatir. Lo tau gak kalau ibu gue selalu menanyakan keadaan lo setiap jam" kata Kiren masih memeluk Syila
"Maafin gue Ki, gue juga gak nyangka bakal hidup kembali. Lo tau gak? Kalau disana gue sangat nyaman karna gue bersama ibu gue Ki. Tapi saat gue mau ikut ibu gak izinin gue ikut Ki" cerita Syila dengan air mata yang sudah mengalir
"Lo gak boleh pergi Syil sebelum lo bahagia. Lo kan janji bakalan bahagia bareng sama gue" kata Kiren
"Gue lelah Ki, bahagia? Gue gak yakin bisa bahagia Ki" entah kenapa Syila mengatakan itu
Kenzo menetesakan air mata mendengar ucapan Syila yang benar benar menyayat hatinya.
"Lo gak boleh ngomong gitu Syil, masih ada gue ada ibu juga yang sayang sama lo" kata Kiren menatap Syila dan menghapus air mata Syila.
"Terimakasih Ki" Syila tersenyum
Ibunya Kiren pun berjalan ke arah Syila dan memeluknya layaknya memeluk seorang anak.
"Cepat sembuh Nak, nanti main ke rumah ibu lagi" kata ibu Kiren
Mereka pun akhirnga terhanyut dalam obrolan sederhana. Sementara Kenzo dan Ferdi hanya memperhatikan saja. Setelah jam makan siang Kiren dan ibunya pun pulang. Ferdi pun kembali ke kantor karna Kenzo tidak mungkin masuk kantor.
Suasana menjadi canggung, Syila hanya diam menatap lurus ke depan. Kenzo mencoba mendekati Syila dan duduk di pinggir ranjang di samping kaki Syila.
"Syila maafkan aku" kata Kenzo menunduk merasa sangat bersalah
"Maaf untuk apa Ken?" tanya Syila pura pura tidak tahu
Kenzo mendongak dan menatap kedua mata Syila "Untuk semua kesalahan aku. Semua perbuatan aku padamu"
__ADS_1
Syila menatap bola mata Kenzo mencari kejujuran disana dan hanya ada penyesalan di sana.
"Apa kamu sudah puas balas dendam nya Ken?" tanya Syila menatap kosong ke depan
"Maafkan aku Syil, aku tidak tahu kalau kau juga di perlakukan tidak baik oleh keluargamu. Maafkan aku" Kenzo sudah kembali terisak
Syila terkejut melihat Kenzo menangis terisak. Seorang Kenzo Williams menangis terisak.
'Dia benar benar menyesal, Ya Tuhan aku sangat bahagia melihat kesungguhan nya meminta maaf padaku' Asyila
"Kau tahu Ken? Kenapa aku bertahan sampai saat ini?" tanya Asyila masih menatap lurua ke depan
Kenzo hanya diam menatap wajah Asyila.
"Karna aku mencintai mu Ken, aku merasa sangat bahagia saat kau mau menikahiku. Harapan ku adalah bisa bahagia bersamamu dan meninggalkan rumah orang tuaku" jelas Syila
Kenzo hanya diam menatap Syila dengan mata berkaca kaca.
"Tapi semuanya hancur Ken, bahagia itu tidak datang. Ibarat pepatah yang mengatakan keluar dari kandang macan masuk ke kandang singa. Itulah yang aku rasakan. Semuanya tidak berubah aku tetap menjadi seorang pelayan. Hiks Hiks" Asyila sudah mulai menangis mengingat kisah hidupnya
"Maafkan aku " kata Kenzo lirih
"Tapi aku tidak bisa dendam padamu Ken. Sangat ingin aku membencimu Kenzo, tapi aku gak bisa Ken. Aku hanya bisa ikhlas dan memaafkan mu" kata Syila tersenyum lirih
Kenzo tak bisa berkata apapun lagi, Dia langsung memeluk Syila dan mencium keningnya. Kenzo semakin merutuki kebodohan nya karna telah menyakiti wanita sebaik Syila. Dia berjanji tidak akan mengulangi kebodohan nya lagi.
"Syila mari kita mulai dari awal sebagai pasangan suami istri pada umumnya" kata Kenzo menatap Asyila
Syila hanya mengangguk "Semoga kau benar benar berubah Ken"
"Aku akan berubah Syila, aku mencintaimu. Aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta padamu sejak dulu. Tapi ego ku mengalahkan segalanya sehingga aku tidak bisa menyadari perasaan itu" jelas Kenzo
Asyila hanya tersenyum, Kenzo pun duduk di kursi samping ranjang pasien. Kenzo menepuk kaki Syila, tapi ada keanehan yang Syila rasakan.
__ADS_1
"Ken kenapa kakiku tidak bisa di gerakan" kata Syila panik
Bersambung