Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 12


__ADS_3

Deg


Kenzo merasa tubuhnya lemas dan jantung nya seakan berhenti berdetak. Jadi selama ini Dia telah salah sasaran. Kenzo semakin merasa menyesal dengan apa yang Dia lakukan pada Syila selama ini.


Bahkan Dia mengabaikan perasaan nya yang sebenarnya Kenzo sudah merasakan benih benih cinta pada Asyila sejak mereka berpacaran dulu. Tapi dendam di hatinya seakan menutup semuanya termasuk perasaan nya sendiri.


Kiren menutup wajahnya dengan kedua tangan nya sambil terus terisak.


"Kenapa lo sebodoh ini Syila sampai mengorbankan nyawa lo demi orang yang sama sekali tidak menganggap lo" kata Kiren


Kenzo yang mendengar rancauan Kiren semakin merasa sakit di hatinya. Sungguh saat ini dadanya terasa sesak. Apalagi melihat ruangan operasi yang belum juga terbuka sampai saat ini.


Ceklek


Akhirnya pintu ruangan itu terbuka juga dan menampilkan dokter dan beberapa perawat yang sudah penuh keringat. Kenzo dan yang lainnya segera menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan nya dokter?" tanya Kiren sudah tidak sabar


Dokter menghela nafas berat "Kondisi nya saat ini masih kritis. Pasien sempat menyerah apalagi Dia juga kehabisan banyak darah untung saja stok darah yang sama dengan nya tersedia di rumah sakit ini. Saat ini pasien mengalami koma dan kami tidak tahu sampai kapan. Berdoalah suapaya pasien mempunyai semangat hidup lagi"


Penjelasan dokter membuat Kenzo dan Kiren lemas. Bahkan Kiren sampai akan terjatuh saking lemasnya. Untung saja Ferdi segera menahan tubuh Kiren agar tidak ambruk ke lantai.


"Apa kami boleh melihatnya" kata Kiren lesu


"Silahkan, sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang VIP" kata Dokter dan berlalu pergi


Brankar Syila pun di dorong keluar dari ruang operasi menuju ruang VIP. Sungguh ingin rasanya Kiren memaki orang di samping nya ini jika Dia tidak mengingat jika ini di rumah sakit. Melihat keadaan sahabatnya yang terlihat sangat menyedihkan dengan alat bantu pernafasan untuknya bertahan hidup.


Kini mereka telah berada diruang VIP. Kenzo hanya diam menatap pada istrinya yang terbaring lemah tak berdaya.


Kiren duduk di kursi samping ranjang pasien "Syila bangun, lo tega apa mau ninggalin gue. Kan kita janji akan bahagia bersama Syil. Ayolah bangun, apa si yang membuat lo betah tidur begini. Kita bisa motor motoran lagi Syil, kita akan bahagia berdua Syil. Gue janji gak akan biarin lo menderita lagi. Hiks Hiks "


"Nona Kiren sebaiknya anda pulang karna ini sudah malam. Takut keluarga anda mengkhawatirkan anda" kata Ferdi

__ADS_1


Kiren mengusap air matanya dan berdiri "Baiklah aku pulang dulu, kalau ada apa apa sama Syila hubungi aku. "


"Baik Nona" Kata Ferdi


Kiren pun keluar dan Ferdi pun ikut keluar karna Dia tahu kalau Tuan nya butuh waktu berdua dengan Syila.


Kenzo mencium kening Asyila yang terbalut perban dan lehernya yang di pasang gif. Sungguh sangat memprihatin kan keadaan Asyila saat ini.


Kenzo duduk di kursi yang di tempati Kiren tadi dan Dia menggenggam tangan Syila. Mencium nya beberapa kali dengan deraian air mata.


"Bangunlah, kau boleh menghukum ku sepuas yang kau mau. Tapi ku mohon bangunlah. Aku minta maaf atas semua kesalahan ku. Apa kau akan memaafkan aku? Bangunlah Syila sayang" Kenzo kembali mencium tangan istrinya


Sementara itu Kiren baru saja sampai di parkiran dan asisten Ferdi mengantarkan nya sampai di parkiran.


"Anda pulang naik motor Nona?" tanya Ferdi tidak percaya


Kiren menoleh "Iya, kenapa memang?"


"Tidak perlu aku bisa pulang sendiri. Asisiten Ferdi masuklah jangan sampai Tuan mu itu kembali menyakiti sahabat ku" kata Kiren


Cih


'Jutek sekali wanita ini'


"Baiklah Nona, hati hati dijalan" kata Ferdi datar


"Siap" Kiren pun melajukan motor metic nya.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Besok pagi nya Kenzo masih setia menemani Asyila. Dia menyerahkan semua pekerjaan kantor pada Ferdi. Kayra yang melihat Ferdi berjalan sendiri tanpa Kenzo menjadi penasaran.


"Asisten Ferdi mana Kenzo?" tanya Kayra

__ADS_1


"Bersikaplah sopan Nona, ini di kantor " Ferdi berlalu pergi tanpa menghiraukan pertanyaan Kayra


"Dasar asisten sialan, lihat aja kalau aki sudah menjadi nyonya Kenzo kau akan aku pecat Ferdi sialan" Umpat Kayra


Ferdi menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Kayra "Saya mendengar nya Nona" melanjutkan lagi langkah nya untuk masuk ke ruangan nya.


Sementara itu Mami Merry dan Kenzi sedang berjalan tergesa gesa menuju ruangan Syila. Mereka tidak tahu kalau yang kecelakaan itu Asyila bukan Kenzo. Karna mereka baru mendengar dari pengawal tadi pagi kalau Kenzo tidak pulang dan berada di rumah sakit.


Ceklek


Merry dan Kenzi menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Kenzo menoleh ke arah pintu dan Dia terkejut melihat Ibu dan adiknya sudah berada di sana.


"Mami, Kenzi" gumam Kenzo


"Kenzo apa yang terjadi?" tanya Mami Merry sambil memeriksa keadaan anaknya yang tidak seperti biasanya.


"Mami, Kenzo tidak papa. Tapi Syila" Kenzo melirik ke arah ranjang pasien dan Merry pun melihat ke arah ranjang pasien


"Ya ampun Kenzo, apa yang terjadi pada Syila?" tanya Merry


"Syila tertabrak mobil Mam, saat mau menyelamatkan Kenzo" jelas Kenzo


"Hah baguslah berarti balas dendam kita berhasil Kenzo" kata Merry


Kenzo mendesah "Tidak Mam, kita salah sasaran"


"Apa maksudmu Kenzo?"tanya Merry bingung


"Iya Ka, apa maksud Kaka?" Kenzi ikutan nimbrung


Kenzo pun menceritakan semua yang Dia dengar dari Kiren kemarin. Dan Kenzo juga sudah menyuruh anak buahnya untuk menyelidik kembali keluarga Nandi Sanjaya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2