Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 11


__ADS_3

Kenzo memangku Syila di kursi belakang. Sedangkan Ferdi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kenzo sudah tak peduli dengan pakaian nya yang penuh dengan darah Asyila. Asyila membuka matanya di sisa kesadaran nya.


Asyila tersenyum lirih "Ken...zo Aku..Mencin..taimu.. Ku ingin bah..gia.. Aku akan menyu...sul I...bu di surga. Selamat ting..gal Kenzo. Semo..ga Kau bahagi..a"


Asyila mengatakan nya dengan setengah kesadaran nya dan juga dengan nafas yang sudah tidak beraturan. Kenzo semakin mendekap tubuh Asyila.


"Tidak. Kau pasti kuat, aku tidak akan membiarkan kau pergi sebelum kau membalas semua perbuatan ku selama ini. Ku mohon bertahan lah" tak terasa air mata pun sudah mengalir di pipi seorang Kenzo Williams.


Asyila tersenyum dan perlahan matanya mulai tertutup dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.


"Buka matamu, ku mohon buka matamu Asyila" teriak Kenzo


Ferdi yang sedang mengemudi pun tambah panik dan menambah kecepatan laju agar cepat sampai di rumah sakit.


"Asyilaa bangun, buka matamu hey. Kau ingin bahagia kan? Hiks.. Aku akan membuat kau bahagia aku janji Syila " Kenzo sudah tak bisa menahan air matanya lagi


Akhirnya mobil yang di tumpangi mereka pun sampai di rumah sakit keluarga Will.Hospitel yaitu rumah sakit keluarga Williams.


Dengan cepat Ferdi turun dan membukakan pintu untuk tuan nya. Kenzo pun segera menggendong Asyila yang sudah tak sadarkan diri.


Para perawat pun langsung berlarian sambil membawa brankar dan Kenzo pun langsung meletakan tubuh Asyila di brankar itu. Tangan nya menggenggam erat tangan Asyila yang sudah pucat. Tak peduli banyak orang yang melihat nya.


Seorang Tuan Muda dari keluarga Williams berpenampilan sangat acak acakkan. Jas dan kemeja yang sudah penuh dengan darah bahkan wajahnya pun ada darah Asyila.


"Maaf Tuan tunggu lah di luar" kata salah satu perawat menahan Kenzo yang akan ikut masuk


"Baiklah, lakukan yang terbaik untuk istri saya. Kalau sampai istri saya kenapa napa rumah sakit ini langsung saya tutup" kata Kenzo mengeluarkan keangkuhan nya


"Ba..baik Tuan" perawat itu berubah menjadi pucat dan langsung masuk ke dalam ruangan


Kenzo duduk di kursi tunggu dengan kedua tangan menutupi wajahnya. Menangis ? Ya Kenzo menangisi semua perlakuan nya selama ini pada Asyila. Sadar ? Mungkin Kenzo telah sadar sekarang. Tapi semuanya sudah terlambat. Bahkan sekarang Asyila sedang mempertaruhkan hidup dan matinya.

__ADS_1


Ferdi berlari ke arah Tuannya sambil membawa pakaian ganti karna tadi Ferdi sudah menyuruh pengawal untuk membawakan pakaian ganti untuk Kenzo.


"Tuan gantilah pakaian anda" kata Ferdi


Kenzo membuka kedua tangan nya yang menutupi wajahnya. "Fer, bagaimana keadaan istriku. Aku harus bagaimana Fer?"


"Tuan yakinlah kalau Nona akan baik baik saja. Sekarang Tuan gantilah pakaian anda" kata Ferdi manatap iba pada Tuan nya.


Kenzo mengangguk dan mengambil paper bag dari tangan Ferdi dan berjalan gontai menuju ruangan Presdir rumah sakit.


Ferdi menatap iba pada Tuan nya, baru kali ini seorang Kenzo sampai sekacau ini.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Di perusahaan Will.Group semua karyawan sedang di ramaikan atas kecelakaan di depan kantor mereka dan yang menjadi korban nya adalah istri CEO perusahaan Will.Group. Kiren yang sedang lewat kumpulan para karyawan yang sedang makan siang di kantin itu menghentikan langkahnya.


"Siapa yang tadi kecelakaan di depan kantor kita?" tanya Kiren penasaran


"Itu istrinya Pak Kenzo, Syila" jelas salah satu karyawan


"Sekarang di bawa ke rumah sakit mana?" tanya Kiren lagi


"Katanya si ke rumah sakit keluarga Williams. Rumah sakit Will.Hospitel " jelasnya


"Baiklah terimakasih" Kiren langsung pergi ke parkiran dan membawa motornya


Kiren melajukan motornya menuju rumah sakit. Perasaan nya sudah campur aduk. Apalagi saat mendengar kalau Syila tertabrak karna menyelamatkan Kenzo.


"Kenapa lo sebodoh ini Syil, sampai harus mengorbankan nyawa lo sendiri" umpat Kiren sambil terus melajukan motornya dan menyelip beberapa kendaraan di depan nya.


Sesampainya Kiren di rumah sakit Dia langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit. Tak lupa Kiren juga menanyakan ruangan Syila pada salah satu perawat di sana.

__ADS_1


Kiren melihat Kenzo dan Ferdi masih menunggu di depan ruang operasi dan emosi Kiren pun sudah tak bisa di tahan nya lagi. Dia berlari ke arah mereka.


"Tuan Kenzo" teriak Kiren emosi


Kenzo dan Ferdi menoleh bersamaan ke arah Kiren.


"Apa yang anda lakukan pada sahabat saya Hah? Belum cukup kah anda menyakiti nya" teriak Kiren emosi


"Nona tenanglah" Ferdi mencoba menenangkan Kiren


"Diam, aku tidak ada urusan dengan asisten Ferdi. Urusan ku dengan Tuan Kenzo " bentak Kiren


'Bar bar sekali wanita ini' Ferdi


Kiren berjalan ke arah Kenzo dan duduk di samping nya. Air mata sudah tak bisa Dia tahan lagi.


"Sekarang jelaskan lah kenapa Tuan sampai setega itu pada Syila?" suara Kiren sudah mulai melemah


Kenzo menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong "Aku mempunyai dendam pribadi pada keluarga Nandi Sanjaya. Dan aku ingin membalaskan dendam ku padanya lewat putri kesayangan nya Asyila"


"Hahahaha" Kiren tertawa tapi air mata terus mengalir


"Apa anda sudah menyelidiki lebih dulu sebelum memutuskan untuk balas dendam lewat Asyila?" tanya Kiren sinis


Kenzo menoleh "Apa maksudmu? Nandi hanya memiliki satu putri kandung dan itu adalah Syila"


"Kau salah, Syila hanya anak yang tidak di anggap di keluarga mereka. Dan apa kau tahu siapa putri mereka yang sangat di sayangi?" tanya Kiren


Kenzo tak menjawab, seolah Dia sudah siap mendengar semua kenyataan yang akan membuatnya menyesal seumur hidup.


"Kayra Putri Sanjaya, orang yang anda sayangi. Hahahaha. Anda salah sasaran Tuan" kata Kiren dengan air mata berlinang

__ADS_1


Deg


Bersambung


__ADS_2