
Hidup Kirena terasa berubah 180 derajat setelah menikah dengan Ferdi. Padahal baru saja satu minggu mereka menikah. Namun, kehidupan Kiren sudah berubah sejak saat itu.
Mulai dari aktifitas nya yang di batasi sang suami. Keposesifan Ferdi yang tidak bisa di ganggu gugat lagi.
"Jadi, aku gak boleh kerja lagi gitu? Terus aku ngapain aja dong? Bosen kalo cuma diem aja di rumah Sayang" kata Kiren
Pagi ini Dia sudah siap siap untuk mulai lagi bekerja setelah satu minggu lebih Kiren mengambil cuti.
"Kamu udah di pecat sama atasanmu. Jadi, kamu diem aja di rumah. Kalo mau kamu ikut aja ke kantor aku, menemani aku" kata Ferdi santai
Ikut Dia? Palingan juga bukannya kerja Dia malah sibuk sama urusan nya sendiri.
"Hehe. Gak usah Sayang, aku di rumah aja nunggu kamu pulang ya" kata Kiren dengan senyuman manis yang di pakasakan
Cup
Ferdi mencium kening istrinya dengan penuh cinta "Yaudah diem aja di rumah. Kalo ada apa apa telpon aku. Nanti ada pelayan yang bakal datang buat kerjain pekerjaan rumah. Dia tidak menginap hanya datang dua hari sekali. Gak papa'kan?"
Kiren mengangguk "Gak papa kok, lagian aku juga bisa ngurusin pekerjaan rumah sendiri. Lagian aku juga gak ada kerjaan dirumah"
Ferdi menggeleng "Tidak. Kau
tidak boleh kecapean. Kita hanya perlu fokus untuk membuat cuvu untuk orang tua kita"
Tuhkan pasti kacau kalo Gue ikut Dia ke kantor.
Kiren hanya tersenyum, malas jika harus meladeni suaminya yang sedang dalam mode mesum nya ini.
"Yaudah kalo gitu aku berangkat dulu ya. Cup" Ferdi mengecup sekilas bibir istrinya
Sebenarnya Ferdi masih ingin berlama lama bersama istrinya. Apalagi mereka belum lama menikah. Tapi, apalah daya saat tiba tiba ada masalah pekerjaan yang harus Dia tangani sendiri.
"Iya, hati hati ya Sayang"
"Iya, kamu baik baik di rumah"
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
"Sayang, aku belum ada tanda tanda mau lahiran. Lagian perkiraan dokter juga masih seminggu lagi" kata Asyila
"Aku gak bisa ninggalin kamu, Yank. Kalo sampe kamu mau lahiran di saat aku gak ada dirumah gimana?" tanya Kenzo kesal karna dari tadi istrinya terus menerus memaksanya agar pergi ke kantor
__ADS_1
Difikir lahiran kaya orang mau BAB apa? Mules langsung keluar saat itu juga. Aneh
"Sayang, aku janji kalo aku udah mulai ada tanda tanda mau melahirkan aku bakalan hubungi kamu langsung" kata Syila
"Tap..."
Drett..Dret...
Ucapan Kenzo terhenti saat ponselnya bergetar. Dilihatnya sekertaris nya yang menelpon Dia.
"Tuhkan, sekertaris kamu telpon pasti penting itu. Angkat aja" kata Syila
"Hallo, ada apa?"
"Tuan kenapa anda belum datang juga. Hari ini'kan ada meeting dengan client dari Korea"
"Apa? Memang hari ini ya?"
"Iya Tuan, hari ini"
"Baiklah, kau siapkan segera keperluan nya. 30 menit lagi aku sampai di kantor"
"Baik Tuan"
"Aku harus ke kantor Yank, aku lupa kalo hari ini adalah jadwal meeting dengan client dari Korea" kata Kenzo
"Wahh. Aku ikut... Client nya masih muda? Siapa namanya? Oppa Oppa Korea dong" kata Syila antusias
Kenzo langsung menyipitkan matanya "Jangan macem macem Yank, ingat perut udah buncit gitu"
"Hehe. Bercanda Yank, udah sana cepetan siap siap. Mau aku siapin air untuk mandinya?" kata Syila
"Gak usah, aku bisa sendiri kamu siapin baju kerja aku aja" kata Kenzo sambil mengecup kening istrinya sebelum masuk ke ruang ganti
Asyila mengikutinya dari belakang, Dia menyiapkan pakaian kantor untuk suaminya.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Asyila duduk di bangku taman, tangannya terus mengelus perutnya yang membuncit itu.
Sehat sehat di perut Mama ya Nak, sebentar lagi kita akan segera bertemu.
__ADS_1
Tiba tiba Asyila meringis saat perutnya terasa keram dan sakit. Tangannya terus mengelus perutnya.
Asyila menghela nafas lega saat rasa sakitnya hilang kembali. Namun beberapa saat kemudian rasa sakit itu kembali datang dengan durasi lebih lama dan lebih sakit dari sebelumnya.
"Apa aku akan melahirkan, ya"
Saat rasa sakit itu semakin menjadi, Asyila yakin kalau dirinya akan melahirkan sekarang. Dia mengambil ponsel yang Dia letakan di sampingnya.
Satu panggilan... Dua panggilan.. Tiga panggilan sampai panggilan ke lima masih tidak ada jawaban dari Kenzo.
Mungkin Dia masih meeting.
Asyila segera mencari kontak sahabatnya untuk meminta bantuan.
"Hallo Syil, ada apa?"
"Lo dimana?"
"Di rumah lah, dimana lagi"
"Bisa ke rumah gue sekarang? Kayaknya Gue mau lahiran deh, Kenzo lagi ke kantor ada meeting penting katanya"
"What?? Ya ampun Syil, terus di rumah Lo ada siapa?"
"Ada pelayan, tapi supir yang biasa nganterin Gue lagi cuti karna istrinya lagi sakit"
"Oke, Lo minta bantuan pelayan buat siapin semuanya. Gue kesana sekarang kita langsung ke rumah sakit"
Asyila mengangguk lalu menutup sambungan telponnya. Dia melakukan apa yang di perintahkan oleh sahabatnya. Asyila menyuruh pelayan untyk menyiapkan segala keperluan nya untuk di rumah sakit.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
"Terus Gue kesananya pake apa coba? Motor Gue'kan di rumah Ibu. Ferdi juga gak bilang kalo ada supir" gerutu Kiren
Sudah beberapa kali Dia mencoba menelpon suaminya. Namuan sepertinya suami Kiren juga sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
Matanya menatap kunci mobil yang tergeletak di atas meja "Hahaha. Untung aja Lo itu serba bisa Kiren. Oke capcus bantuin sahabat tercinta"
Kiren mengambil kunci mobil itu dan segera pergi tanpa bilang pada pelayan rumahnya yang saat itu sedang berada di belakang.
Bersambung
__ADS_1
Hai hai hai... Bonscap udah aku kasih nih.. Tidak ada konflik lagi kok cuma kisah kedua pasangan ini aja.
Aku cuma bisa kasih beberapa chapter aja ya.. Semoga suka... Jangan lupa like komen sama vote nya.