Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 21


__ADS_3

Hari ini Syila sudah berada di taman belakang. Karna Kenzo yang harus pergi ke kantor jadi Kenzo memanggil pemandu terapi yang bernama Rima itu datang ke rumah nya dan melakukan terapi di rumah saja.


Syila sudah memulai memegangi tongkat Walker. Perlahan dia angkat kakinya satu persatu dengan terus di dampingi Rima.


"Ayo mbak pasti bisa" Rima terus memberinya semangat


Asyila tersenyum dan terus mencoba mengangkat kakinya sampai tiga langkag sudah Dia lakukan.


"Bagus mbak, saya yakin dalam waktu satu bulan mbak akan bisa kembali berjalan normal. Asal mbak terus semangat ya. Sekarang kita istirahat dulu" Rima pun membantu Syila untuk kembali duduk di kursi rodanya


"Terimakasih Rima" kata Syila tersenyum


Rima hanya mengangguk dan mendorong kursi roda Asyila masuk ke dalam rumah.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Malam hari nya Kenzo baru saja sampai di rumah. Dia segera mencari keberadaan Syila. Ternyata Syila sedang diam di depan kolam ikan. Memandang ikan ikan yang terlihat dari cahaya lampu.


"Sayang sedang apa malam malam disini?" Kenzo memeluk Syila dari belakang


"Sudah pulang Yank" Syila mencium tangan Kenzo yang melingkar di lehernya.


"Hmmm" Kenzo menyandarkan dagunya di bahu Syila sambil memejamkan matanya.


"Ya udah ayo ke dalam, kamu belum makan malam kan" kata Syila


"Iya, kamu udah makan belum?" tanya Kenzo


"Belum, aku nungguin kamu"kata Syila


"Lain kali gak usah nungguih aku, makan aja duluan. Yaudah sekarang ayo kita makan" Kenzo mendorong kursi roda Asyila masuk ke dalam rumah.


Mereka telah selesai makan malam dan kini sudah berada di dalam kamar. Asyila duduk di tempat tidur sambil mebolak balikkam majalah yang sedang di bacanya.


Kenzo keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah istrinya. Kenzo mencium kening Asyila dan duduk di samping istrinya.

__ADS_1


"Yank gimana tadi terapi nya? Maaf ya aku gak bisa nemenin kamu" kata Kenzo


Syila menutup majalah dan menyimpan nya di meja kecil. Syila menoleh ke arah Kenzo.


"Lancar, gak papa ko aku ngerti kalo kamu sibuk" kata Syila


Kenzo mencium kening istrinya "Makasih Sayang, kamu telah mengerti aku dan tidak banyak menuntut pada suamimu"


Syila tersenyum "Di cintai dan kamu menerimaku saja sudah lebih dari cukup. Aku tidak akan meminta apapun sama kamu. Cukup kau selalu mencintaiku seperti ini"


Kenzo memeluk Syila dan menghunjani wajah Syila dengan ciuman.


"Gak akan pernah aku nyakitin kamu lagi. Aku akan selalu mencintai mu sayang" kata Kenzo


"Sekarang kita tidur ya sudah malam" Kenzo membaringkan tubuh Syila dan Dia pun ikut berbaringa lalu memeluk Syila.


Besok paginya kedua manusia yang sedang di mabuk cinta itu masih belum keluar dari kamar. Apalagi hari ini adalah hari weekend jadi Kenzo tidak ke kantor.


"Yank bangun, udah siang nih"


"Sebentar lagi Yank" kata Kenzo semakin mempererat pelukannya.


Bibir Kenzo sudah menempel di paha Syila yang hanya menggunakan baju tidur tipis dan hanya sebatas paha.


Syila memgambil ponselnya yang berdering. Ternyata Kiren yang menelpon nya.


"Hallo Ki"


"Syil lagi apa?"


"Diam aja. Kenapa?"


"Syil gue bingung ni"


Syila mengerutkan keningnya "Bingung kenapa?"

__ADS_1


"Semenjak gue pulang dari rumah lo waktu itu. Asisiten Ferdi terus hubungi gue. Mulai dari chat kadang juga telpon"


Syila tersenyum mendengar curahan hati sahabatnya. Dia juga menyadari kalau ada ketertarikan dari tatapan mata Ferdi pada Kiren saat malam itu.


"Apa lo belum bisa membuka hati lo lagi Ki? Cobalah lo buka hati lo buat yang lain Ki. Gak semua laki laki sama"


Terdengar tarikan nafas dari Kiren. "Gue belum siap untuk memikirkan itu Syil"


Syila menghela nafas kasar "Gue gak bisa maksa. Tapi gue harap suatu saat lo bisa membuka hati lo untuk orang lain Ki"


"Hmmm. Udah dulu Ki, gue mau mandi ni"


"Oke"


Syila menyimpan kembali ponselnya. Dan melirik suaminya yang sudah duduk.


"Siapa yang telpon Yank?" tanya Kenzo


"Kiren" kata Syila


Kenzo hanya mengangguk lalu turun dan berjalan ke arah kamar mandi.


Kini Syila dan Kenzo sudah berada di meja makan. Keduanya sarapan dengan tenang.


"Yank aku boleh tanya?" kata Syila setelah mereka selesai sarapan


"Tanya apa?" tanya Kenzo


"Hmmm. Setelah aku sadar aku belum pernah mendengar kabar tentang keluargaku" kata Syila ragu


Kenzo menghela nafas kasar "Kau masih memikirkan keluargamu? Apa mereka juga memikirkan keadaanmu? Setelah menjadikan mu kambing hitam dalam masalah keluarga Williams dan Sanjaya"


Syila diam mendengar ucapan Kenzo. Benar sampai saat ini apakah keluarganya memikirkan nasibnya. Tapi Asyila bukanlah pendendam. Dia tidak akan membenci keluarganya karna mau bagaimana pun keluarganya lah yang telah membesarkan nya meskipun tidak dengan kasih sayang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2