
Ferdi sudah bisa mengumpulkan segala bukti kejahatan Tantri. Dia memberikan minuman yang mengandung alkohol pada Andi saat meminta tanda tangan Andi pada surat pemindahan nama pemilik aset aset yang di miliki Andi.
Berkat orang suruhan nya yang snagat pandai dalam mengelabui musuh. Ferdi juga mendapatkan bukti bahwa kecelakaan kedua orang tua Andi ada hubungan nya dengan Tantri.
Benar benar wanita ular.
Ferdi melempar berkas yang sedang di baca nya ke atas meja kerjanya. Ferdi benar benar geram dengan kelakuan Tantri.
Fira? Baiklah aku akan menggunakan caramu pada putrimu untuk mengetahui semuanya.
Ferdi kembali teringat saat Kenzo menjebak Kayra dengan membuatnya mabuk agar bisa berkata jujur apa adanya. Dan Ferdi akan melakukan cara itu juga.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Fira berjalan dengan angkuh ke dalam sebuah club malam. Dia begitu bahagia saat di ajak Ferdi untuk bersenang senang. Bersenang senang dalam fikiran nya adalah bermain bebas dengan Ferdi.
"Hay sayang" Fira duduk di samping Ferdi.
Cih. Dasar wanita murahan.
"Jadi kita akan bersenang senang malam ini?" Fira semakin menempel pada tubuh Ferdi.
"Hmmm. Tapi kau minumlah dulu, biar lebih menikmatinya nanti" kata Ferdi tersenyum di paksakan.
Cih. Aku benar benar muak berada di dekat wanita ini. Dia benar benar menyebalkan.
"Baiklah sayang"
Fira meminum minuman beralkohol itu langsung dari botolnya. Bukan dari gelas yang di sodorkan Ferdi tadi.
__ADS_1
Cih benar benar wanita liar.
Kadar alkoloh yang cukup tinggi di minuman itu membuat Fira cepat mabuk. Ferdi tersenyum tipis melihat targetnya sudah masuk ke dalam jebakan.
"Aku menyukaimu Ferdi Williams. Hahaha. Marilah menikah denganku" Fira mulai meracau tidak jelas.
"Baiklah, aku akan menikahimu asalkan kau mau menjawab semua pertanyaan ku" kata Ferdi sudah memasang perekam suara di ponselnya.
"Hahaha. Apa yang ingin kau tanyakan sayang" jawab Fira kembali meminum sisa minuman di botol tadi.
"Apa kau tau kalau ayahmu mempunyai anak dari wanita lain?" Ferdi mencoba mengorek apa yang di ketahui Fira saat ini.
"Hahaha. Tentu saja aku tahu, ibu telah menceritakan nya. Maka dari itu aku dan ibu segera memindahkan semua aset ayah atas nama kita. Karna kalau sampai Ayah tahu kalau sebenarnya aku bukanlah anak kandung nya"
Deg
"Jadi kau bukan anak kandung Andi Wijaya?" bertanya lagi, karna masih belum percaya dengan kenyataan yang ada.
"Hmm. Ibu ku dulu punya kekasih, mereka sudah menjalin hubungan lama. Tapi karna kecelakaan kekasih Ibu meninggal di saat ibu sedang mengandung aku. Dan kebetulan sekali ibu bertemu dengan ayah yang sedang dalam keadaan terpuruk karna orang tuanya baru saja meninggal"
"Saat itulah ibu mengambil kesempatan untuk menarik simpati ayah. Sampai ayah menikahinya dan saat ibu sudah melahirkanku. Dia membawa aku dan ibu ke rumah istri pertamanya untuk menceraikan nya"
"Begitulah yang aku dengar dari ibu" jelas Fira
Bagus. Kau telah membocorkan semuanya.
"Baiklah, ku rasa pertanyaanku hanya itu saja. Mari kita bersenang senang" kata Ferdi
Ferdi memberikan kode pada anak buahnya yang sudah stenbay di sana. Karna pengaruh obat alkohol Fira sampai tidak menyadari kalau yang membawanya bukanlah Ferdi melainkan anak buahnya.
__ADS_1
Ferdi melihat bagaimana Fira mencium bibir lelaki suruhan nya dengan liar dan begitu agresif. Ferdi langsung bergidik ngeri.
Bagaimana mungkin Ayah bisa menjodohkan ku dengan wanita liar seperti itu.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
"Masuk Ki, udah lama ihh lo gak kesini kangen tau gue" oceh Syila, Kiren hanya tersenyum dan melangkah mengikuti Syila masuk ke dalam rumah nya.
Setelah menyruh seorang pelayan membawakan minum dan cemilan untuk sahabatnya. Syila duduk di samping Kiren.
"Ada apa lo kesini? Apa ada masalah?" tanya Syula menepuk bahu Kiren
Kiren menghela nafas berat "Ibu jadi banyak diam Syil setelah tau kalau wanita yang akan di jodohkan dengan Ferdi adalah bayi yang dulu di bawa ayah"
Syila bisa mengerti apa yang Kiren rasakan saat ini "Sabarlah Ki, mungkin ibu memang belum bisa melupakan semuanya. Pasti berat untuk Dia bisa melupakan masa lalu itu Ki"
Kiren mengangguk "Iya Syil, kalau boleh jujur gue juga sulit melupakan semuanya. Bagaimana selama ini gue menjalani hidup tanpa sosok seorang ayah"
Syila mengusap punggung sahabatnya "Gue tau Ki, kita memang senasib. Terlahir tidak diharapkan dan harus menerima semua konsekuensi dari perlakuan orang tua kita"
Mereka saling berepelukan dengan air mata yang mulai menetes. Tidak semua orang bisa menjalani hidup tenang dan penuh kebahagiaan. Bagi mereka berdua kebahgiaan itu sangat sulit untuk diraih.
Dua pasang telinga mendengar semua yang mereka ceritakan. Hatinya terasa tercabik mendengar kisah pilu dua wanita yang mereka sayangi.
Aku akan membahagiakan mu.
Aku akan membuatmu bahagia.
Bersambung
__ADS_1