Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Bonscap 3


__ADS_3

Akhirnya setelah melewati perjuangan yang cukup panjang. Bayi laki laki telah lahir ke dunia dengan sehat dan selamat.


Kenzo sampai meneteskan air mata saat melihat bagaimana perjuangan istrinya untuk melahirkan anak mereka.


Kenzo mencium seluruh bagian wajah istrinya "Terimakasih sayang karna sudah berjuang untuk anak kita"


Asyila yang masih lemah itu hanya tersenyum lemah. Sementara Kiren masih menunggu di luar ruangan bersalin. Hanya satu orang uang bisa menemani Asyila di dalam. Jadi Kiren hanya bisa menunggu di luar.


Ceklek


Seorang perawat perempuan keluar dengan menggendong bayi mungil. Kiren langsung berdiri dan menghampiri perawat itu.


"Sus, itu bayi sahabat saya?" tanya Kiren seolah tak percaua dengan apa yang di lihatnya.


Perwat itu menganguk "Iya Nona, bayi ini akan saya bawa dulu ke ruang bayi"


"Terus sahabat saya gimana keadaan nya?" tanya Kiren


"Nona Syila baik baik saja, sebentar lagi juga akan di bawa ke ruang perawatan"


Kiren mengangguk mengerti, sebenarnya ingin sekali Dia menggendong bayi Syila. Namun, Kiren masih takut karna bayi itu masih sangat rentan dan begitu mungil.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Ferdi baru saja sampai di kantornya. Tadi Dia harus meeting di luar dan sialnya Ferdi lupa membawa ponselnya. Akhirnya Kiren tidak bisa menghubungi nya.


Saat sampai di ruangan nya, Ferdi langsung mengecek ponselnya. Benar saja ada banyak panggilan tidak terjawab dari istrinya.


"Ada apa Dia sampai menelponku sebanyak ini?"


Ferdi langsung menelpon kembali nomor istrinya itu. Dia takut terjadi apa apa sama Kiren karna sampai menelponnya berkali kali.


"Hallo, ada apa menelponku? Lau tidak papa'kan?"


"Enggak. Aku baik baik saja, tadi aku cuma mau ngasih tau kamu kalo aku anterin Syila ke rumah sakit"

__ADS_1


"Apa?? Memangnya Syila kenapa?"


"Syila sudah melahirkan sekarang. Tapi tadi Kenzo sedang di kantor dan tidak bisa di hubungi"


"Baiklah aku akan kesana sekarang"


"Ehh. Emangnya kamu tau Syila ada di rumah sa....... Tut tut"


Ferdi langsung mematikan sambungan telponnya tanpa menunggu Kiren menyelesaikan ucapan nya.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


"Huh dasar asisten gila.. Gue'kan belum selesai ngomong" gerutu Kiren "Untung cinta"


Kiren melupakan bagaiman posesifnya seorang Ferdi. Apalagi jika Dia tahu kalau Kiren berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil dan menyetir sendiri adalah masalah utamanya.


Setelah Syila di pindahkan ke ruang rawat. Kiren pun bisa melihat keadaan sahabatnya itu.


"Selamat ya Syil, sekarang Lo udah jadi Ibu" kata Kiren tersenyum bahagia


"Iya Ki, gue juga gak nyangka kalo Gue bakal jadi seorang Ibu"


"Kan gue pernah bilang kalo kita pasti bisa bahagia bersama sama" kata Kiren


Asyila tersenyum dan mengangguk "Terimakasih Ki, karna Lo udah mau jadi sahabat terbaik Gue selama ini"


"Sama sama. Gue juga seneng banget bisa punya sahabat kaya Lo"


Ceklek


Semua yang ada di sana menoleh ke arah pintu ruangan yang terbuka. Kenzo berdiri dari duduknya di sofa dan berjalan menghampiri orang yang datang ke sana.


"Kau baru datang" kata Kenzo menepuk bahu Ferdi


"Hmm. Aku tadi ada meeting di luar dan sialnya ponselku ketinggalan di kantor" jelas Ferdi

__ADS_1


Kiren berjalan mendekati suaminya "Pantesan aku telpon gak di angkat"


"Hai Syil, selamat ya atas kelahiran anak kalian" kata Ferdi


Asyila tersenyum " Makasih, Fer"


"Kalian kesini naik apa?" tanya Ferdi lalu mencium kening istrinya "Bukannya Kenzo tadi sedang di kantor ya?"


Mati Gue...


"Ekhem.


Aku... aku.. bawa mobil yang terparkir di garasi" jelas Kiren dengan tergagap


Ferdi langsung mendelik tajam "Memang kau punya kuncinya? Dan aku baru tau kalau kau bisa menyetir"


Kan.. Marah Dia..


"Hmm. Kita pulang saja dulu ya" Kiren menarik tangan Ferdi untuk keluar dari ruangan Syila "Kami pulang dulu ya Syil"


Brak


Pintu tertutup dengan keras, sepertinya Kiren sudah melihat kilatan amarah di wajah suaminya.


Makanya Dia memaksa suaminya untuk keluar dari ruangan Syila karna tidak mau membuat Asyila yang baru melahirkan harus mendengar perdebatan mereka.


"Sepertinya Ferdi bakalan marah besar sama Kiren deh" kata Syila


"Sudahlah, kamu tenang saja. Ferdi itu gak mungkin nyakitin atau berbuat kasar pada Kiren. Karna Kiren adalah wanita yang sangat di cintainya" kata Kenzo


Asyila mengangguk "Iya juga si, semoga saja ya"


"Sekarang lebih baik kamu istirahat. Biar kondisi kamu bisa cepet pulih dan bisa cepat pulang" Kenzo mencium kening istrinya


"Iya sayang, makasih ya sudah mau menjaga aku dan merawat aku"

__ADS_1


"Kau adalah istriku, dan itu semua sudah menjadi tugasku sebagai suamimu"


Bersambung


__ADS_2