
Kayra terus melirik ke arah suaminya yang terlihat begitu bahagia hari ini. Sementara Kiren malah merasa lemas, semalaman Dia harus begadang karna hukuman dari suaminya.
Dasar licik.
"Kenapa cemberut kaya gitu Yank?" tanya Ferdi seolah olah tidak tahu jika istrinya sedang kesal
"Tau ahh, ngeselin banget si. Aku sampe harus kesiangan bangun gara gara kamu" gerutu Kiren
"Loh kok gara gara aku? Emang aku ngapain kamu?" ledek Ferdi dengan senyuman jahilnya
Kiren hanya mendengus kesal, suaminya benar benar terlihat mesum sekarang. Meski di luar sana masih tetap dingin dan arogan.
Tapi, menurut Kiren suaminya ini benar benar telah berubah menjadi lebih hangat dan juga mesum.
"Kita ke rumah sakit dulu nih?" tanya Ferdi menoleh sekilas pada istrinya lalu kembali fokus menyetir
"Iya, Ibu sama Ayah udah ada disana"
Ferdi mengangguk mengerti "Baiklah"
Sesampainya di rumah sakit, Kiren langsung menuju ruangan sahabatnya. Ferdi hanya mengikutinya dari belakang.
"Gsk usah buru buru Yank, nanti jatuh" tegur Ferdi saat melihat langkah sang istri yang terburu buru
Kiren tidak menghiraukan, sampai di depan ruangan Syila. Kiren langsung membuka pintu ruangan yang sufah banyak orang di dalam nya.
"Lo mau kemana Syil?" tanya Kiren yang melihat Asyila sudah berganti pakaian dengan pakaian miliknya. Tidak lagi memakai baju pasien.
"Ya pulang lah" jawab Syila santai
Kiren langsung melirik tas besar di atas ranjang Syila "Ck. Kalo tau Lo mau pulang sekarang mendingan Gue nunggu Lo di rumah aja, Syil"
"Ck. Nyesel Lo jemput Gue kesini"
Kiren berjalan mendekat ke arah Syila "Ya bukan nyesel, tapi kan gak perlu satu keluarga juga yang jemput elo. Kaya mau pindahan aja, Lo"
Syila tersenyum sambil menggelengkan kepalanya "Parah Lo Ki"
"Udah gak usah berantem terus, ayo kita pulang sekarang" kata Andi
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah Syila. Dengan baby mungil yang menambah anggota keluarga itu.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
__ADS_1
Sebulan kemudian.....
Huwek Huwek..
Sudah dua hari Kiren selalu muntah di pagi hari. Dan pagi ini juga kembali terjadi, tentu saja hal itu membuat Ferdi sangat cemas dan panik.
"Gak ada alasan apapun lagi, kira ke rumah sakit sekarang. Udah pucet gitu muka kamu, di tambah gak mau makan lagi" kata Ferdi tegas
Sebenarnya sudah dari kemarin Ferdi mengajaknya untuk ke rumah sakit. Namun, Kiren menolak dengan alasan Dia hanya masuk angin saja.
Tapi kali ini Dia tidak menolak lagi karna keadaannya juga sudah sangat lemas karna terus muntah dan tidak mau makan nasi.
Saat ini Kiren dan Ferdi telah sampai di rumah sakit Will.Hospital. Dengan kuasa Ferdi, maka Kiren sudah bisa di periksa dengan dokter terbaik di rumah sakit itu.
"Jadi, sejak kapan Nona mengalami ini?" tanya Dokter sambil memeriksa keadaan Kiren
"Sudah dua hari yang lalu, Dok"
"Kalo boleh tau kapan terakhir kali Nona datang bulan?"
Datang bulan? Kenapa jadi kesitu si nyambungnya? Hah? Apa jangan jangan Gue.....
"Memangnya kenapa Dok? Istri saya sakit apa emangnya?" tanya Ferdi
Sontak saja pernyataan dokter barusan membuat Kiren ataupun Ferdi sangat terkejut. Namun, sedetik kemudian senyum mengembang di bibir keduanya.
"Benarkah Dok?" tanya Ferdi
Dokter mengangguk sambil tersenyum "Untuk lebih pastinya mari kita lakukan USG"
"Baiklah segera lakukan" kata Ferdi
Akhirnya Kiren pun melakukan USG untuk lebih memastikan nya. Kebahagiaan benar benar mereka rasakan saat doktef mengatakan jika Kiren memang benar benar sedang hamil.
"Usia kandungan Nona sekarang sudah memasuki minggu ke 9. Tolong di jaga baik baik ya Nona kandungannya"
Kiren mengangguk semangat, tangan kanannya terus mengelus perutnya yang masih rata. Masih tidak menyangka jika saat ini ada kehidupan baru di dalam perutnya.
"Terimakasih Dok"
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Syila langsung pergi ke rumah Kiren saat mendengar kabar bahagia itu. Dia sangat bahagia saat sahabatnya itu kini telah mendapatkan kebahagiaannya.
__ADS_1
Di rumah Kiren saat ini terasa begitu ramai dengan kehadiran keluarga mereka. Semua keluarga berkumpul hanya untuk mengucapkan selamat pada Kiren.
Syila yang menatap Kiren sedang tersenyum bahagia bersama Ibunya dan juga Ibu mertuanya. Sepertinya mereka sedang bertukar cerita tentang kehamilan.
Terimakasih Tuhan, kini aku dan sahabatku telah menemukan bahagia yang selama ini kamu impika.
"Yank, nih makan dulu" kata Kenzo dengan membawa sepiring makan siang yang tadi Dia ambilkan untuk sang istri
"Loh, Arfin mana Sayang?" tanya Asyila
"Lagi sama Om Andi"
Syila mengangguk mengerti "Baiklah"
"Sini aku suapin, buka mulutmu" Kenzo menyodorkan sesendok makanan di depan mulut Syila, tanpa menolak Syila pun membuka mulutnya
Dari arah lain, Kiren menetap pasangan suami istri itu dengan senyuman bahagia. Lalu tatapan nya beralih pada Ayahnya yang sedang menggendong Arfin.
Terimakasih Tuhan, aku dan Syila telah bahagia sekarang. Kami telah menemukan kebahagiaan kami. Ku ingin bahagia, adalah kata yang selalu ada dalam setiap do'a kami. Dan sekarang kami telah bahagia setelah melewati banyak sekali rintangan dan tantangan. Kiren
Ku ingin bahagia, adalah kata yang selalu kami ucapkan dalam setiap doa. Kinu bahagia itu telah kami dapatkan. Terimakasih, Tuhan. Asyila
Tanpa sadar mereka mengucapkan kata kata yang sama dalam hati mereka.
Semuanya telah berakhir, segala penderitaan yang Syila rasakan dan penderitaan Kiren yang di campakan ayah kandungnya. Semuanya telah berganti menjadi kebahagiaan yang tiada henti.
Aku telah bahagia....
...END...
Hai hai, terimakasih untuk semua pembaca setia Ku Ingin Bahagia sampai di akhir bonus chapter ini.
Bonscap nya aku sudahi sampai disini. Mereka telah mendapatkan kebahagiaannya. Dan Kayra juga Lidya telah sadar dan berubah baik pada Asyila.
Kenzi juga Mami Merry telah bisa menerima Asyila dengan baik. Mereka sudah seperti keluarga pada umumnya. Tidak ada lagi dendam dan kebencian di antara mereka. Kini hanya ada kasih sayang di antara mereka.
Kiren, telah mendapatkan kebahagiaan nya. Ayahnya telah kembali dan sangat menyayanginya. Ibunya pun telah bisa memaafkan ayahnya. Meskipun orang tua Kiren tidak kembali bersama. Tapi, inilah pilihan mereka dan Kiren menerimanya
Karna semuanya telah bahagia, jadi aku sudahi saja semuanya. Sekali lagi terimaksih untuk semuanya yang sudah membaca karyaku ini.
Jika berkenan boleh mampir di karyaku yang lainnya. Klik aja frofil ku. Terimakasih.
...Salam manis ...
__ADS_1
...Nita Puspita ...