
Setelah satu bulan lebih Ferdi menjadi pemimpin perusahaan Had.Group baru kali ini ayahnya Hardi mengajak Dia bertemu karna ingin membicarakan hal penting.
Selama ini Ferdi tinggal di rumah nya sendiri, jadi jangan heran kalau Dia jarang bertemu dengan keluarganya.
Ferdi masuk ke dalam rumah yang sudah hampir 8 tahun di tinggalkan nya. Sang ibu Sinta menyambutnya dengan bahagia. Selama ini Ferdi hanya berkunjung sebulan sekali karna pekerjaan yang selalu membuatnya sibuk.
"Ibu senang kau datang kesini Fer" kata Sinta mengelus tangan putranya
Ferdi hanya tersenyum dan merangkul bahu Sinta lalu mengajaknya duduk di sofa ruang tamu.
"Ayah kemana Bu?" tanya Ferdi
"Masih di atas, sebentar lagi juga turun" jawab Sinta
Tak lama kemudian Hardi pun turun dan langsung ikut bergabung dengan anak dan istrinya.
"Bagaimana keadaanmu Fer?" tanya Hardi
"Baik Yah"
"Bagaimana peruasahaan?" tanya Hardi lagi
"Semuanya baik Yah, tidak ada masalah" jawab Ferdi
Hardi mengangguk mengerti "Baiklah Ayah tidak mau basa basi lagi. Besok malam ikutlah Ayah menemui rekan bisnis sekaligus sahabat Ayah"
Sudah ku duga, baiklah Ferdi saatnya kau mainkan peranmu.
"Siapa rekan bisnis Ayah itu?" tanya Ferdi pura pura tidak tahu
"Andi Wijaya pemilik Wijaya Property" jelas Hardi
"Ohh baiklah, aku akan datang besok malam. Tapi sekarang aku harus pulang karna masih banyak kerjaan di kantor" kata Ferdi
"Baiklah, urus perusahaan dengan benar" kata Hardi
__ADS_1
"Apa kau tidak mau makan siang dulu Fer?" tanya Sinta
Ferdi tersenyum dan memeluk ibunya "Kapan kapan saja ya Bu, aku harus benar benar pergi sekarang. Nanti aku kesini lagi kalau ada waktu"
"Baiklah, kalau kau ada waktu sering seringlah berkunjung ke sini" ucap Sinta sedikit kecewa tapi Dia juga harus mengerti kalau anaknya memang sangatlah sibuk.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Bukan nya kembali ke kantor, tapi Ferdi malah pergi ke tempat kekasihnya bekerja. Dia memang sudah sangat merindukan Kiren, akhir akhir ini Dia memang sangat merindukan sang kekasih. Entahlah perasaan cinta membuat Ferdi menjadi bucin tingkat dewa.
Saat sampai di meja kerja Kiren, Ferdi tidak menemukan sang pujaan hati.
Pasti di kantin, takut Dia pasti kalau sampai telat makan kaya waktu itu.
Ferdi pun melangkah menuju kantin dan melihat Kiren sedang mengobrol dengan seorang pria. Tentu saja Dia tahu kalau pria itu adalah teman kerja satu devisi dengan Kiren.
"Sayang"
Kiren menoleh sata mengenali suara itu. Kiren langsung tersenyum kaku melihat sang kekasih sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam.
Kiren pun menghampiri Ferdi yang masih menatap tajam padanya itu. Ferdi langsung menarik tangan Kiren keluar dari kantin menuju meja kerja kekasihnya itu.
"Ko kamu disini?" tanya Kiren
"Memangnya kenapa? Takut ketahuan kalau sering bercanda sama pria lain?" kata Ferdi ketus
Hah? Apa Dia sedang cemburu sekarang?
"Fer, Dia itu cuma temen aku doang" jelas Kiren
"Heh, memangnya Dia mau jadi siapa kamu? Terus kenapa kalian duduk berdua kaya gitu?" tanya Ferdi, api cemburu sudah memenuhi relung hatinya.
"Hah? Aku gak berdua, tadi itu ada temen aku satunya lagi, perempuan. Tapi Dia lagi ke toilet" jelas Kiren
Dia ini kenapa sih? Gue kan gak selingkuh. Ampun dah.
__ADS_1
"Pokoknya jangan berduaan sama pria lain. Awas saja kalau sampai aku melihatnya lagi. Ngerti kamu!" memberikan peringatan juga ancaman
"Oke, udah dong jangan merah gitu" kata Kiren
Sumpah tatapan nya sangat menakutkan.
"Aku kesini cuma mau bilang kalau besok kan kamu libur. Aku mau ngajak kamu jalan, ada yang mau aku bicarakan" kata Ferdi
"Heem"
"Ya udah aku kembali lagi ke kantor ya. Jangan macam macam. Awas kamu!" kembali memberi peringatan pada kekasihnya.
Ampun dah, memang nya apa yang bakal gue lakuin si. Aneh ni orang.
"Baik sayang, sekarang kamu kembali lagi ke kantor ya" Kiren setengah memaksa Ferdi untuk membalikan badan nya.
Sudahlah meningan cepetan pergi aja. Bisa runyam urusan nya kalau masih disini.
"Kau mengusirku. Mau ketemuan lagi sama pria sialan itu" kata Ferdi setengah berteriak
Tuhkan salah lagi, emang ya kalau orang dingin kaya Dia sekalinya cemburu susah banget sembuhnya.
"Enggak sayang, katanya kan tadi mau kembali ke kantor" Kiren memasang wajah seimut mungkin agar Ferdi tidak semakin kesal
"Oke aku pergi, awas kalo sampe berduaan lagi sama pria sialan itu" kata Ferdi tegas
Iya... Ya ampun
"Iya sayang, besok jemput jam berapa?" kata Kiren mencona mengalihkan pembicaraan agar Ferdi tidak terus mengingat dirinya yang sedang berbicara dengan pria lain.
"Aku jemput jam 10 pagi, aku pergi dulu. Cup" Ferdi mencium kening Kiren sebelum pergi
"Iya sayang, hati hati di jalan" teriak Kiren melambaikan tangan nya pada Ferdi yang sudah berjalan menjauh.
Selamet selamet... Gila Dia benar benar bikin takut kalau lagi cemburu.
__ADS_1
Bersambung