
Setelah satu minggu Asyila menjalani masa pemulihan akhirnya hari ini Syila di izinkan pulang dengan syarat harus terapi setiap seminggu dua kali.
Syila merasa aneh ketika melihat jalan yang bukan menuju rumah Kenzo yang dulu di tempati oleh nya.
"Kenzo kita akan kemana? Inikan bukan jalan menuju rumah " tanya Syila bingung
"Kita ke rumah kita sayang, tidak pulang ke rumah Mami" kata Kenzo
"Rumah kita?" Syila semakin bingung
"Sudahlah jangan di fikirkan, nanti kau tahu sendiri" kata Kenzo mencium kening istrinya
Ferdi yang sedang mengemudi melirik dari spion kemesraan Tuan nya merasa lega karna Kenzo sudah lebih baik dan tidak kacau seperti waktu Syila koma.
Tak lama kemudian mobil mereka pun memasuki pekarangan rumah mewah dengan nuansa putih dan pagar tinggi.
Ferdi segera membuka kan pintu untuk Tuan nya dan mengambilkan kursi roda di bagasi mobil. Kenzo segera menggendong Syila dan menduduk kannya di kursi roda dengan sangat hati hati.
Kenzo mendorong kursi roda Asyila masuk ke dalam rumah nya. Asyila hanya diam dengan kekaguman nya pada rumah ini.
"Selamat datang di rumah kita Sayang" kata Kenzo mencium puncak kepala istrinya
"Kita akan tinggal disini?" tanya Asyila
"Iya Sayang, yuk lihat ke kamar kita" Kenzo mendorong kursi roda Asyila menuju lantai atas.
Kenzo menggendong Asyila menuju kamarnya di atas. Ferdi langsung membawa kursi roda Asyila dan mengikuti Kenzo ke lantai atas.
Kenzo menduduk kan Asyila di tempat tidur dan menarik selimut sampai ke pinggang.
"Aku mandi dulu ya" kata Kenzo yang di jawab anggukan oleh Syila.
Kenzo pun masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian Ferdi pun masuk dan membawa kursi roda Asyila.
"Saya permisi dulu Nona" pamit Ferdi
__ADS_1
"Tunggu Fer" kata Syila menghentikan langkah Ferdi yang hendak membuka pintu kamar.
Ferdi pun berbalik "Ada apa Nona?"
"Hmmm apa aku bisa minta tolong?" tanya Syila ragu
"Tentu saja, apa ada yang Nona butuhkan?" tanya Ferdi
"Hmmm bukan itu, tapi apa kau bisa menjemput Kiren? Aku ingin sekali bertemu dengan nya" kata Syila
"Baik Nona" kata Ferdi yang langsung keluar dari kamar Asyila.
Ceklek
Kenzo keluar dari ruang ganti pakaian. Dia sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian rumahan. Kenzo berjalan mendekati istrinya dan duduk di pinggir tempat tidur.
"Apa Ferdi sudah pulang?" tanya Kenzo
"Hmmm, tadi aku suruh Dia buat jemput Kiren. Aku kangen sama Kiren. Bolehkan?" tanya Syila ragu
"Terimakasih ya Ken" kata Syia tersenyum senang
"Iya sayang"
Kenzo pun naik ke tempat tidur dan duduk di samping Asyila. Kenzo merih kepala Syila dan menyandarkan di dadanya.
"Sayang aku boleh tanya?" kata Kenzo sambil terus mengelus rambut istrinya
"Hmmm" Syila mengangguk dalam pelukan suaminya
"Kenapa dulu kau menyelamatkan ku? Padahal aku sudah sangat kejam padamu. Bukan nya kau biarkan aku mati tertabrak mobil itu?" Kenzo ingin menanyakan hal ini semenjak Asyila sadar tapi Dia menunggu waktu yang tepat.
Asyila bangun dari pelukan Kenzo dan duduk menyandar. Tatapan matanya lurus ke depan seolah sedang menerawang kejadian yang lalu.
"Karna aku mencintaimu Ken, aku menyayangimu. Lebih baik aku yang meninggal karna saat itu tidak ada harapan lagi untuk aku terus menjalani hidup. Saat mobil itu menabrak tubuhku hanya satu yang ku ucapkan dalam hati. Ku ingin bahagia meski harus mengakhiri hidupku. Aku hanya ingin lepas dari segala penderitaan ini. Aku sangat lelah Ken, aku tidak sekuat yang di lihat orang orang termasuk kamu"
__ADS_1
Asyila menangis terisak saat mengucapkan itu semua. Hatinya rapuh sangat rapuh. Asyila tidak sekuat yang terlihat semua orang.
Kenzo langsung memeluk istrinya dengan segala penyesalan dalam hatinya. Saat ini Kenzo bahkan sangat membenci dirinya sendiri.
"Maaf" hanya itu yang mampu Kenzo ucapkan saat ini
"Sudahlah Ken, yang berlalu biarlah berlalu. Aku sudah memaafkan mu. Sulit untuk ku membencimu Ken, karna aku sangat mencintaimu. Sekarang yang aku inginkan hanya satu" kata Syila
Kenzo melepas pelukan nya dan mengusap ujung matanya yang sedikit berair.
"Apa? Apa yang kau inginkan? Katakanlah" kata Kenzo menatap pada istrinya
"Aku hanya ingin kau benar benar berubah menjadi lebih baik dan mencintaiku dengan tulus bukan hanya sekedar rasa bersalah saja karna aku telah menolongmu" kata Syila
"Pasti Syila, aku akan berubah dan aku tidak akan menyakiti mu lagi" kata Kenzo kembali memeluk istrinya
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Ferdi dan Kiren sudah berada di dalam mobil menuju rumah Syia. Tak ada percakapan apapun di antara mereka. Kiren hanya diam sambil memandang ke luar jendela. Ferdi sesekali melirik ke arah Kiren yang sama sekali seperti tidak menganggap kehadiran nya.
"Ekhem"
Kiren menoleh "Ada apa?"
Ferdi tidak menjawab, Dia juga bingung kenapa Dia sampai melakukan itu. Ferdi kembali fokus pada jalanan dengan wajah tanpa ekspresi apapun.
"Gak jelas banget ni orang" gumam gumam tidak jelas
"Apa?" tanya Ferdi datar
"Hah? Gak ada?" kata Kiren sedikit kaget karna Ferdi mendengar gumam man nya.
'Dasar wanita aneh '
Keduanya kembali saling diam dan membuat perjalanan menuju rumah Syila terasa lebih lama.
__ADS_1
Bersambung