Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 26


__ADS_3

Syila dan yang lainnya sudah berada di dalam restoran. Syila dan Kiren telah memesan makanan untuk mereka semua.


"Aku ke toilet dulu ya" kata Syila beranjak dari duduknya


"Hati hati sayang" kata Kenzo


'Cih Tuan muda ini, seperti akan di tinggal kemana saja' Ferdi


Asyila baru saja keluar dari toilet dan Dia tidak sengaja menabrak seseoarang yang akan masuk ke dalam toilet.


"Maaf mbak saya tidak sengaja" kata Syila


"Ya tidak papa" orang itu berdiri dan mendongak kan wajahnya


Syila terbelalak kaget "Ka Kay"


Tak jauh beda dengan Syila, Kayra pun sama terkejutnya melihat adik tirinya berada di depan nya sekarang. Orang yang selama ini Dia hindari sekarang malah ada di depan nya.


"Maaf aku harus pergi"


Kayra segera membalikan tubuhnya. Namun sebelum Kayra melangkah Syila sudah lebih dulu memegang tangan nya.


"Tunggu Ka, aku ingin bicara sama Kaka" kata Syila


"Sorry Syil, gue ada urusan. Jadi kapan kapan aja" Kayra melepaskan tangab Syila dan berjalan cepat meninggalkan Syila.

__ADS_1


"Ka Kay, Kaaa" teriak Syila namun percuma karna Kayra sudah berlari keluar dari restoran.


Asyila kembali ke meja tempatnya tadi dengan wajah murung. Dia tidak tahu kenapa Kayra menghindarinya dan Syia pun tidak tahu bagaimana kabar keluarganya karna Kenzo selalu melarang Syila untuk menanyakan tentang keluarganya.


"Kamu kenapa sayang?"tanya Kenzo menatap istrinya yang terlihat murung dan tidak seceria tadi


Syila menggeleng dan mencoba tersenyum "Gak papa Yank, ayo makan nanti keburu dingin makanan nya"


Kiren menatap Syila, Dia sudah lama kenal Asyila. Tentu saja Dia tahu kalau ada yang Syila fikirkan. Tapi Kiren tidak mau menanyakan nya sekarang karna disini ada Kenzo dan juga Ferdi. Kiren tahu kalau Syila hanya bisa terbuka padanya.


Selesai makan siang mereka pun kembali ke kantor. Di perjalanan pun Syila lebih banyak diam.


"Ki gue mau ngomong bentaran sama lo" kata Syila setelah mereka masuk ke loby kantor


"Oke, kita ngomong di kantin aja" kats Kiren


"Sayang aku mau bicara sama Kiren dulu ya. Kamu duluan aja nanti aku nyusul" kata Syila


Kenzo menatap manik hitam milik istrinya. Kenzo tahu ada yang istrinya fikirkan tapi Kenzo juga tidak mau memaksa Syila untuk cerita. Mungkin berbicara sesama wanita membuatnya lebih terbuka. Fikir Kenzo


"Ya udah, kalo sudah langsung ke ruangan ku " Kenzo mencium kening istrinya


Kiren dan Syila pun pergi ke kantin kantor. Karna jam makan siang sudah hampir habis jadi keadaan kantin sudah kosong. Hanya ada beberapa karyawan yang masih ada disana. Kiren mengajak Syila ke arah meja yang ada di pojok supaya lebih leluasa.


"Ada apa Syil?"tanya Kiren

__ADS_1


"Ki apa lo tau tentang keluarga gue? Gimana keadaan mereka sekarang?" tanya Syila to the point


Deg


Kiren sudah memperkirakan kalau suatu saat sahabatnya ini pasti akan menanyakan hal ini padanya. Tapi Kiren juga takut karna sudah di larang oleh Kenzo agar tidak menceritakan tentang keluarga Syila padanya.


"Kau tidak boleh menceritakan apa yang terjadi pada keluarga istri saya. Saya tidak mau kalau sampai nanti keadaan Syila kembali ngedrop ketika tahu yang sebenarnya"


Ucapan Kenzo waktu itu kembali terngiang di telinga Kiren. Dia bingung harus bagaimana.


"Ki, kenapa lo malah bengong si? Gue yakin lo tau sesuatu tentang keluarga gue. Ayolah Ki, gue berhak tahu. Mau bagaimana pun mereka tetap keluarga yang gue punya sekarang. Kalo lo emang takut sama suami gue, lo tenang aja gue gak akan cerita apapun sama Dia. Gue cuma mau tau tentang keluarga gue Ki" kata Syila memelas


'Kenapa lo bisa tau si apa yang gue fikirin Syil. Udah gitu muka lo udah kaya gitu mana bisa gue nolak permintaan lo. Aduhhh gimanan ni' Kiren


"Ki please" Syila benar benar memohon karna Dia juga sangat ingin tahu bagaimana keadaan keluarga nya selama Dia koma.


Kiren menghembuskan nafas kasar "Oke gue akan cerita, tapi lo janji jangan shok. Lo tau kan kalo keadaan lo baru aja pulih setelah lo sadar dari koma"


Asyila mengangguk cepat "Iya Ki, gue akan tenang"


'Tapi gue gak yakin Syil, gue gak yakin lo akan bisa bersikap tenang kalo lo tahu semuanya. Aduhhh gue harus gimana '


Kiren semakin bimbang antara harus menceritakan atau tidak kepada Syila.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2