
Syila terbangun saat merasa perutnya mual dan tidak tertahankan lagi. Syila berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya di wastafel.
Huwek Huwek
Kenzo langsung bangun karna mendengar suara istrinya yang muntah muntah tiada henti. Kenzo berlari ke kamar mandi.
"Sayang kenapa?" Kenzo memijat tengkuk istrinya sambil memegangi rambut sang istri
Huwek Huwek
Syila masih saja muntah sampai rasanya tenggorokan nya snagat pahit. Setelah mearasa tidak mual lagi Syila pun mengangkat wajahnya dari depan wastafel.
"Sudah, kita ke dokter ya" kata Kenzo sambil memapah Syila keluar dari kamar mandi
Belum juga sampai di tempat tidur, Syila kehilangan kesadaran nya dan Dia jatuh pingsan. Untung saja Kenzo dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak ambruk ke lantai.
"Sayang, hei bangun sayang" Kenzo panik dan langsung menggendong tubuh istrinya keluar kamar
Kenzo membawa istrinya ke rumah sakit. Dengan kecepatan tinggi Dia mengemudi mobilnya maka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di rumah sakit keluarganya.
"Tolong selamatkan istriku" kata Kenzo pada dokter yang masuk ke ruangan bersama brankar yang membawa Syila.
Kenzo mondar mandir di depan ruang UGD. Dia benar benar khawatir dengan keadaan istrinya. Kenzo mengambil ponselnya untuk menghubungi Ferdi.
"Hallo Fer, handel semua pekerjaan di kantor. Istriku masuk rumah sakit"
"Apa Tuan? Ada apa dengan Nona Syila?"
"Dia tiba tiba pingsan, sudahlah kau urus dulu pekerjaan nanti aku cetitakan"
"Baik Tuan"
__ADS_1
Setelah menghubungi asisten nya, Kenzo kembali duduk di kursi tunggu dengan gelisah. Bayangan saat Syila koma kembali hadir membuat Kenzo ketakutan. Dia sangat takut kalau istrinya akan kembali koma seperti dulu.
Ceklek
Dokter keluar dengan dua orang perawat. Kenzo segera menghampri dokter dengan wajah cemas.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Kenzo menatap tajam pada dokter itu
"Semua baik baik saja Tuan, Nona tidak papa...."
"Tidak papa bagaimana? Dia pingsan dan tadi juga muntah muntah" teriak Kenzo emosi sebelum mendengar kelanjutan ucapan dokter
"Dengarkan saya dulu Tuan, Nona tidak papa. Ini wajar terjadi pada ibu hamil muda" kata dokter
"Apa kau bilang?" teriak Kenzo kaget sekaligus tidak percaya
"Nona Syila sedang hamil muda Tuan. Selamat anda sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah. Usia kandungan nya baru menginjak 7 minggu" jelas dokter
Kenzo tersenyum bahagia lalu memeluk dokter saking bahagianya. Dia tidak menyangka kalau istrinya sedang hamil sekarang.
Dokter tersenyum "Terimakasih Tuan, tapi saya sarankan anda harus menjaga emosi Nona. Dan jangan membuat Nona kelelahan karna kandungan nya sangat lemah"
"Apa kau bilang? Maksudmu aku tidak boleh melakukan itu pada istriku" kata Kenzo emosi
"I..iya Tuan untuk sementara ini jangan dulu karna kandungan Nona masih rawan dan lemah" kata Dokter
"Apa? Kau gila" Kenzo mencengkram kerah baju dokter dengan penuh emosi
"Tu..Tuan, saya mohon mengertilah. Ini juga demi kebaikan Nona dan calon bayi kalian" kata Dokter mencoba menjelaskan
Mendengar kata bayi Kenzo langsung melepaskan cengkraman tangan nya.
__ADS_1
"Baiklah kau boleh pergi " kata Kenzo akhirnya
Dokter pun segera pergi dan Kenzo masuk ke dalam ruangan Syila untuk melihat keadaan istrinya.
"Sayang" Kenzo berjalan ke arah Syila yang ternyata sudah sadar
"Yank aku kenapa?" tanya Syila yang masih bingung dengan keadaan nya sekarang.
Kenzo tersenyum dan mencium kening istrinya "Kau tidak papa, kita akan segera mempunyai baby sayang "
Syila terbelalak kaget mendengar ucapan Kenzo. Refleks tangannya mengelus perut yang masih rata itu. Matanya sudah berkaca kaca, rasa bahagia yang tidak bisa Syila ucapkan dengan kata kata.
"Beneran Ken? Kamu gak bohong kan?" kata Syila seolah tidak percaya dengan apa yang suaminya katakan.
Kenzo tersenyum dan mengangguk "Iya Sayang, terimakasih ya sudah memberi kebahagiaan untuk ku"
Syila tersenyum bahagia begitupun dengan Kenzo. Mereka saling melempar senyum kebahagiaan.
"Mulai sekarang kau tidak boleh kecapean dan banyak pikiran. Disini sekarang ada calon baby kita" Kenzo mengelus perut rata Syila dengan senyuman bahagianya.
Syila mengangguk dengan air mata bahagia yang menetes begitu saja. Tidak pernah terpikirkan kalau Dia akan bisa mengandung anak dari pria yang menikahinya karna dendam. Rencana Tuhan memang sangat tidak terduga. Dan pastinya yang terbaik untuk Syila dan Kenzo.
"Hei jangan menangis"
Kenzo mengecup pipi istrinya yang berlinang air mata. Menghapus air mata sang istri dengan kecupan nya.
"Aku hanya sangat bahagia Yank, aku tidak menyangka bisa hamil anakmu" kata Syila
Kenzo diam, Dia cukup tahu apa yang dipikirkan istrinya. Perlakuan nya dulu memang menimbulkan luka yang sangat dalam untuk istrinya. Tapi sekarang Kenzo menyesali semuanya.
"Jangan berpikiran aneh aneh, sampai kapanpun hanya kau lah yang akan melahirkan anak anak ku"
__ADS_1
Kenzo mencium seluruh bagian wajah istrinya. Berhenti cukup lama di bibirnya. Melu^mat halus bibir istrinya itu. Mereka berciuman penuh rasa bahagia dan penuh cinta.
Bersambung