Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 38


__ADS_3

"Semuanya telah aku selidiki Fer. Menurut orang suruhanku kini Andi Wijaya memiliki satu putri dan satu putra. Mereka hidup dengan tentram tanpa memikirkan Kiren lagi" jelas Kenzo sambil menyerahkan beberapa berkas hasil penyelidikan anak buahnya.


Ferdi mengepalkan tangannya, merasa geram karna ada seorang ayah yang tega menelantarkan putrinya.


"Baiklah Tuan, saya akan susun rencana untuk menghancurkan mereka" kata Ferdi tegas


"Tenanglah dulu Fer, Dia berencana menjodohkan putrinya pada anaknya pemilik perusahaan Had.Group" kata Kenzo santai


"APA??" teriak Ferdi kaget


"Gak mungkin, bagaiman bisa seperti itu Tuan" kata Ferdi tidak percaya


Kenzo tersenyum licik "Kau mungkin tidak tahu kalau sebenarnya Andi Wijaya dan Hardi Williams adalah teman lama yang baru bertemu kembali beberapa bulan lalu. Dan mereka merencanakan ini semua, perjodohanmu dan putri dari mereka"


Ferdi menjatuhkan tubuhnya di sandaran sofa. Banyak fakta yang Dia tidak tahu tentang ayahnya. Memang mereka tidak terlalu dekat, keduanya sibuk dengan urusan masing masing. Jadi mereka jarang berkomunikasi walaupun tinggal serumah.


"Menurutku kau harus mengikuti alurnya Fer" saran Kenzo


"Maksudnya? Aku harus menerima perjodohan ini ?" kata Ferdi


"Hahaha, tenang dulu lah Fer. Ikuti alurnya, bersandiwara untuk bisa mengorek informasi tentang mereka. Dan keinginan Paman yang menginginkan mu menggantikan nya mengurus perusahaannya. Maka turutilah, aku mengizinkan mu" jelas Kenzo


Ferdi terdiam, memang sudah lama ayahnya menginginkan Ferdi untuk menggantikan nya mengurua perusahaan. Tapi Ferdi masih setia pada Kenzo, di samping itu Dia juga tidak terlalu suka pada ayahnya yang selalu memaksakan kehendak.


"Apa kau tidak papa jika aku tinggalkan?" tanya Ferdi menatap intens pada Kenzo


"Hahaha. Tenanglah, aku sudah cukup merepotkanmu selama ini. Sekarang mulailah mejalani bisnis keluargamu sendiri. Sudah cukup kau menemaniku selama ini, membantuku dalam segala hal. Sekarang sudah saatnya kau hidup mandiri" kata Kenzo


Sungguh Kenzo merasa sangat beruntung mempunyai sepupu sekaligus asisten seperti Ferdi. Yang mau menemaninya di keadaan apapun. Selalu setia di sampingnya, tapi sekarang Kenzo akan membiarkan Ferdi berdiri di atas kakinya sendiri tanpa terus berdiri di belakangnya.


"Baiklah, aku akan menuruti kemauan ayahku dan akan mencari informasi tentang keluarga Wijaya"

__ADS_1


Setelah memikirkan semuanya, ada benarnya juga perkataan Kenzo. Sudah saatnya Ferdi mandiri, berdiri sendiri, tidak terus terusan berada di belakang Kenzo.


Kenzo tersenyum puas "Bagus, kau memang sudah seharusnya berdiri sendiri. Tunjukan kemampuan mu dan buatlah perusahaan Paman menjadi lebih maju lagi. Aku percaya padamu"


Ferdi tersenyum tipis "Baik Ken"


"Kenapa aku merasa sangat senang ya saat kau memanggilku seperti itu. Tidak kaku lagi seperti dulu, mulai saat ini teruslah memanggilku seperti itu dan jangan bicara bahasa formal padaku. Mulai saat ini kita adalah saudara dna teman, bukan lagi atasan dan asisten. Mengerti !" kata Kenzo


Ferdi mengangguk dan tersenyum.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Sore hari setelah pulang kerja, Kiren menyempatkan untuk berkunjung ke rumah sahabatnya itu. Tadi Syila menghubunginya karna merasa sangat merindukan sahabatnya ini.


"Jadi lo udah jadian sama Ferdi?" tanya Syila


Kiren telah menceritakan semuanya pada Syila. Dia juga sudah mulai berhubungan baik dengan Ferdi. Bahkan hubungan mereka bisa di sebut sebagai sepasang kekasih sekarang.


"Oke, gue akan selalu mendoakan yang terbaik buat kalian" jawab Syila tersenyum


Mereka pun berbincang bincang, bahkan sesekali tertawa mengingat kekonyolan mereka waktu masih muda.


"Asyikk banget nih ngobrolnya, sampai kita datang kalian tidak menyadari"


Entah sejak kapan Kenzo dan Ferdi sudah berdiri di samping mereka. Ferdi dan Kenzo baru saja pulang kerja.


"Hehe. Maaf sayang " Syila berdiri dan mengambil tas kerja dan jas suaminya yang memang sudah di lepas oleha Kenzo.


"Lo nginep aja Ki, gue kangen tau gak" kata Syila


Mereka telah kembali berkumpul di ruang keluarga. Kini Kenzo dan Ferdi pun ikut bergabung.

__ADS_1


"Gak bisa say, emak gue bisa rame nanyain ke tetangga kalo gue gak pulang" kata Kiren


"Hahaha. Lupa gue, ampun dah tuh emak emak memang paling bawel" Syila dan Kiren pun tertawa


"Kalian ini kalau sudah bertemu lupa sama kita deh " kata Kenzo mengusap kepala istrinya


Syila menoleh "Hehe maaf Yank, abis udah lama kita gak ketemu"


"Udah ah gue balik ya Syil, udah mau malem nih" Kiren beranjak dari duduknya dan menyelempangkan tas di bahunya.


"Oke, hati hati ya" kata Syila


Ferdi pun ikut berpamitan dan berjalan keluar rumah menyusul Kiren.


"Tunggu Ki"


Kiren menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dia tersenyum melihat Ferdi sudah berada di belakangnya.


"Aku anterin ya" tawar Ferdi


"Tapi aku bawa motor " jawan Kiren melirik ke arah motornya


"Ya udah nanti biar orang suruhan aku yang bawa motor kamu. Sekarang kau ikutlah pulang denganku" tidak ada kata penolakan jika berbicara dengan sorang Ferdi.


"Baiklah, tapi motorku aman kan? Gak akan ilang kan?" kata Kiren was was


"Ya ampun, kalau ilang juga aku bisa ganti sepuluh yang lebih bagus dari ini" kata Ferdi sombong


"Hah, sombong amattt"


Ferdi hanya tersenyum tipis mendengar gumaman Kiren. Karna memang itu kenyataan nya. Ferdi dan Kenzo hampir sama, mempunyai banyak uang dan usaha sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2