
Kiren telah sampai di rumah Syila, Dia segera menghampiri Syila yang sedang diam di ruang tamu menunggunya.
"Hai Syil" Kiren berjalan ke arah Syila
"Udah sampai Ki, gue kangen"Kiren dan Syila pun berpelukan
"Kita ketaman belakang yuk" ajak Syila
"Ferdi, kau di suruh ke ruang kerja sama Kenzo" kata Syila yang di jawab anggukan oleh Ferdi
Setelah Ferdi pergi Kiren pun mendorong kursi roda Asyila menuju taman belakang. Mereka berhenti di depan kolam ikan.
"Lo yakin Syil mau balikan lagi sama suami lo?"
Selama ini memang Kiren tidak yakin kalau Kenzo benar mencintai Syila sahabatnya. Melihat dari sikap Kenzo dulu waktu semasa mereka pacaran sangat dingin dan terkesan di paksakan berpacaran dengan Syila.
"Gue yakin Ki, Dia udah berubah" kata Syila yakin
"Berubah? Jadi spidermen gitu?" tanya Kiren santai
"Hahaha. Lo emang gak bisa di ajak serius ya. Mana ada suami gue berubah jadi spidermen. Takut dong gue" kata Syila
"Kenapa takut? Spiedermen kan keren" kata Kiren tersenyum
Syila hanya menggelengkan kepala. Memang sejak dulu Kiren sangat mengidolakan tokoh spidermen. Entah kenapa Dia sangat suka dengan spidermen.
"Oke gue percaya sama lo, tapi kalo sampe Kenzo nyakitin lo lagi. Lo langsung pergi tinggalin Dia dan bilang sama gue" kata Kiren serius
Syila mengangguk "Iya, lo orang pertama yang akan gue kasig tau kalau suami gue menyakiti gue lagi"
Mereka pun melanjutkan mengobrol dengan percakapan sederhana. Kadang mereka tertawa dengan bercandaan mereka.
Kenzo dan Ferdi saling pandang melihat dua wanita yang sedang bercanda dan tertawa lepas.
'Perempuan itu bisa tertawa juga rupanya' Ferdi
'Aku bahagia bisa melihat kau tertawa dengan lepas seperti itu dan aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia' Kenzo
"Oh ya Ki, lo belum mau menjalin hubungan lagi? Sama siapa gitu?" tanya Syila
__ADS_1
Kiren hanya menghela nafas sambil menggeleng pelan. Kisah masa lalunya membuat Kiren trauma untuk membuka kembali hatinya pada pria lain.
"Sampai kapan Ki? Lo harus bisa membuka lembaran baru. Lupain semua itu Ki" kata Syila yang tahu betul bagaimana kisah masa lalu Kiren
"Entahlah Syil, untuk saat ini gue belum siap untuk memikirkan itu" kata Kiren
Syila menepuk bahu Kiren mencoba memberi kekuatan "Oke, gue akan selalu mendukung apa keputusan lo Ki"
"Makasih Syila" Kiren memeluk Syila
"Ekhem. Sayang ayo kita makan malam dulu" kata Kenzo yang sudah berada di belakang mereka
"Iya, ayo Ki"
Kiren pun melepas pelukannya dan mendorong kursi roda mengikuti Kenzo dan Ferdi yang berjalan duluan.
Sesampainya di meja makan semua makan dengan tenang. Ferdi sesekali melirik ke arah Kiren yang fokus makan. Dan tingkah Ferdi itu di sadari oleh Syila.
'Semoga kau bisa meluluhkan hati Kiren' itulah doa yang Syila ucapkan dalam hati.
Selama ini Syila selalu merasa kasihan pada Kiren yang mengalami trauma pada pria. Sehingga Kiren tidak pernah membuka hati untuk pria manapun setelah kejadian masa lalu itu.
"Syil gimana keadaan kaki lo?" tanya Kiren terlihat raut khawatir dan cemas dari wajahnya.
"Tenang aja Ki, semua akan baik baik aja. Lo percayakan sama gue? Gue udah pernah ngelewatin masa paling sulit dan gue bisa ngelewatin nya kan" kata Syila yang tahu apa yang sahabatnya khawatirkan
Kenzo terdiam mendengar ucapan istrinya. Seberapa banyak penderitaan yang istrinya alami selama ini. Dan dengan bodohnya Dia juga menambah penderitaan itu.
"Hahaha, ya gue tau kalo lo wanita terkuat di dunia ini" kata Kiren
"Terkuat? Lo pikir gue spidermen apa?" kata Syila menahan tawanya
"Ya kan gue bilang kalau spidermen itu keren sama kaya lo. Hahaha" kata Kiren
"Dasar" kata Syila ikutan tertawa
Kenzo dan Ferdi hanya diam dengan fikiran masing masing. Membiarkan kedua wanita itu bercanda semaunya.
'Ada apa denganku? Kenapa aku merasa bahagia melihat tawa perempuan itu' Ferdi
__ADS_1
Setelah puas bercerita dan mengobrol kesana kemari. Kiren pun pamit pulang karna hari semakin malam. Kini Kiren telah berada di mobil bersama Ferdi. Karna Syila meminta Ferdi kembali mengantar Kiren pulang.
Hanya ada kebisuan di dalam mobil ini. Kiren menatap keluar jendela sementara Ferdi hanya fokus mengemudi dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.
"Terimakasih Pak" kata Kiren setelah sampai di depan rumah ny
"Ekhem. Tunggu Ki" kata Ferdi menghentikan Kiren yang akan membuka pintu mobil.
Kiren menoleh ke arah Ferdi "Ada apa?"
"Hmmm. Saya minta nomor ponselmu" kata Ferdi ragu
"Hah" Kiren malah terkejut mendengar ucapan Ferdi
"Boleh gak?" tanya Ferdi masih dengan wajah tanpa ekspresi
"Hmmm untuk apa Pak?" tanya Kiren
"Saya ada perlu saja" kata Ferdi datar
"Hmmm" Kiren terlihat berfikir
"Cepat saya tidak punya banyak waktu" kata Ferdi
'Cih kenapa maksa banget si ni orang' Kiren.
"Cepat" nadanya sudah berubah paksaan
Mau tidak mau Kiren pun memberikan nomor ponselnya pada Ferdi. Medkipun Kiren bingung kenpa Ferdi meminta nomor poselnya.
"Oke sekarang kau boleh masuk" ksta Ferdi setelah mendapatkan apa yang Dia mau
Kiren hanya mendengus kesal sambil membuka pintu mobil dan menutupnya dengan keras membuat yang ada di dalam terlonjak kaget.
'Dasar perempuan aneh. Tapi kenapa aku merasa tertarik padanya'
Bersambung
Jangan lupa Vote nya 🤗🤗
__ADS_1