Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 14


__ADS_3

"Dan apa kau tahu apa yang di lakukan Papamu pada Ayahku dulu?" tanya Kenzo


"Hmmm. Aku tahu karna Papa sendiri yang melarang aku untuk jatuh cinta padamu karna kau adalah musuhnya. Itulah sebabnya kenapa Papa menyuruh Syila untuk bekerja di kantor mu dan menyebar berita kalau Syila adalah putri kesayangan Papa" jelas Kayra


'Cih sudah kuduga kalau si tua bangka itu memang sudah mengantisipasi semuanya' Kenzo


"Lalu apa yang Papa mu lakukan pada Ayahku?" tanya Kenzo


"Dia mencuri dokumen dari perusahaan x dan menggelapkan uang perusahaan. Papa juga membuat tanda tangan palsu Tuan Williams. Sebab itulah Tuan Williams yang di tuduh korupsi dan penggelapan dana perusahaan"


"Jadi ayahku hanya di fitnah?" tanya Kenzo mencoba menahan amarahnya


"Iya "


Kenzo menerawang dimana saat Ayahnya dipenjara karna tuduhan korupsi itu. Waktu itu Ayahnya hanya karyawan bagian devisi keuangan. Dan hidup mereka pun hancur setelah Ayah Kenzo di penjara. Waktu itu mereka tak punya uang untuk menyewa pengacara sehingga tidak bisa melakukan pembelaan apapun untuk Ayahnya.


Saat itu Kenzo masih berusia 20 tahun dan Dia masih ingat bagaimana kata terakhir Ayah nya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Kenzo kau harus menjadi orang hebat. Jadilah orang yang jujur. Bahagiakan Mami dan Kenzi. Buatlah perusahaan besar yang bisa membuat keluarga Sanjaya melihat kalau kau adalah anak ku yang hebat. Papi percaya padamu"


Itulah ucapan terakhir dari Ayahnya. Sejak itulah Kenzo sekolah dengan sungguh sungguh sambi bekerja partime. Dia menyimpan dendam itu pada keluarga Sanjay sejak ayahnya meninggal.


Kenzo tersadar saat mendengar dengkuran halus dari Kayra.


Setelah mengatakan semua rahasia keluarganya. Kayra pun tidak sadarkan diri dan Kenzo langsung memerintah orang suruhan nya untuk membawa Kayra ke kamar hotel yang telah Dia pesan. Entah apa yang akan di lakukan orang suruhan nya pada Kayra yang sedang tidak sadarkan diri. Kenzo sama sekali tidak peduli.

__ADS_1


"Ayo kita pulang Fer, dan besok kau berikan bukti ini pada pihak berwajib" kata Kenzo


"Baik Tuan"


Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Dan saat sampai disana Kenzo melihat Kiren dan seorang wanita paruh baya yang sedang menjaga Syila.


"Kiren kau disini" Kenzo masuk ke dalam ruangan diikuti Ferdi


Kiren menoleh dan berdiri "Iya, aku sama Ibu ingin melihat keadaan Syila"


"Oh ini Ibumu" kata Kenzo


"Iya, Dia juga ibu nya Syila karna Syila hanya bisa menganggap ibu pada ibuku" jelas Kiren


"Ahh ini suaminya Syila, saya minta sama kamu untuk menjaga dan menyayangi Syila. Dia sudah terlalu menderita" kata Ibunya Kiren


'Apa ini? Apa Kiren tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya' Kenzo


"Iya Bu, aku akan membuat Asyila bahagia" itulah janji yang selalu terucap dalam hati Kenzo


Kiren menatap Kenzo seolah berkata 'Kau harus tepat janjimu Tuan' seperti itulah arti sorot mata Kiren.


"Kalau begitu kami pamit dulu "kata Kiren


"Kalian kesini naik apa?"tanya Kenzo

__ADS_1


"Naik motor" jawab Kiren cuek


"Kalian di antar saja sama Ferdi" tawar Kenzo


"Tidak usah, kami bisa pulang naik motor" tolak Kiren


"Kalau begitu kami pamit dulu kalau ada apa apa sama Syila tolong hubungi aku" kata Kiren


"Baiklah, jika kalian tidak mau di antar" jawab Kenzo pasrah


"Tidak terimakasih " Kiren pun pergi bersama ibunya


Kini di ruangan tinggal lah Kenzo dan Ferdi. Kenzo sudah duduk di sofa diikuti Ferdi.


"Ferdi kau pulang lah, besok tolong urus semuanya. Aku akan menemani istriku" kata Kenzo


"Baik Tuan, kalau begitu saya pamit dulu Tuan" kata Ferdi membungkuk hormat


Kenzo hanya mengangguk dan Ferdi pun langsung pergi. Sementara Kenzo duduk di kursi samping ranjang pasien. Seperti biasa Kenzo mencium tangan istrinya dan mengajak istrinya bicara berharap istrinya akan mendengarkan Dia dan mau bangun dari tidur panjang nya.


"Sayang apa si yang menyenangkan disana? Sampai kau betah dengan tidur panjang mu ini. Ayolah bangun Asyila sayang. Aku merindukanmu. I Love You So Much" Kenzo mencium tangan Asyila tak terasa air mata pun menetes mengenai tangan itu.


Bersambung


Jangan lupa Vote, Like dan komen nya. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2