Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 34


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, Kenzo benar benar memberikan perawatan terbaik untuk Lidya. Kayra pun sekarang tinggal di apartemen Kenzo karna Dia tidak mau tinggal bersama Syila dan Kenzo. Kayra juga kembali bekerja di kantor Kenzo sekarang.


Asyila sudah pergi ke makam sang Ayah beberapa kali. Kini Dia mulai bisa mengikhlaskan semua yang telah terjadi dalam hidupnya.


Kandungan nya pun sudah menginjak bulan ke tiga. Melihat keluarganya yang sudah berubah membuat Syila benar benar merasa bahagia.


Ting tong


Suara bel mengagetkan Syila yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Dia segera berjalan ke arah pintu karna pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.


Ceklek


"Cari siap..."


Syila terdiam saat melihat tamu yang sekarang berdiri di depan nya. Syila diam, tidak tahu harus berbuat apa saat ini.


"Minggir kau, aku mau masuk ke rumah putraku"


Syila menggeser tubuhnya membiarkan ibu mertuanya masuk bersama seorang wanita cantik yang Syila tidak tahu siapa Dia.


"Kenapa kau masih berdiri disana Hah? Kau tidak mau menyambut mertua mu? Dasar menantu tidak berguna" teriak Merry mengejutkan Syila yang masih shock.


Asyila segera berlari menghampiri mereka dan menunduk takut "Maaf Mam"


"Hahaha berani sekali kau memanggil ku Mami? Kau lupa kalau aku tidak sudi kau panggil seperti itu. Sekarang ambilkan aku dan Angelin minum" kata Merry


Syila hanya menurut, Dia segera mengambilkan minum untuk Merry dan Angelin. Setelah menaruh minuman di meja depan Merry dan Angelin duduk. Syila hanya berdiri diam di sana dengan kepala menunduk.


"Heh kau" Merry menunjuk ke arah Syila

__ADS_1


"Iya?" Asyila mendongakan wajahnya menatap Merry


"Kenapa kau masih tinggal di rumah ini? Kau lupa kalau putraku menikahimu karna dendam. Terus kenapa kau masih tinggal disini Hah? Dasar tidak tahu malu" kata Merry sinis


"Karna Dia istriku"


Semua yang ada disana menoleh ke arah suara. Dan Kenzo sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah memerah menahan amarah. Entah sejak kapan Kenzo sudah berdiri disana.


"Ken...Kenzo" Merry tergagap mendapati putranya sedang menatap tajam padanya dan Angelin


Kenzo berjalan cepat ke arah Syila dan langsung memeluknya. Membenamkan wajah Syila di dadanya. Kenzo menatap tajam pada Merry dan Angelin.


"Sudah jangan takut, jangan nangis sayang"Kenzo mengelus punggung istrinya saat mendengar isak tangis sang istri.


"Mau apa Mami kesini?" tanya Kenzo tajam


"Ken..Kenzo Mami kesini karna merindukan mu. Kau sudah melupakan Mami. Kau tidak pernah menemui Mami lagi" kata Merry dengan wajah di buat sedih


"Cukup Mam, jangan pernah menghina istriku lagi" kata Kenzi menahan amarahnya


"Istri? Kau lupa Kenzo kalau kau menikahinya hanya untuk balas dendam. Dan lihat apa yang kau lakukan sekarang? Kau malah membantu keluarga Sanjaya. Kau sudah gila Kenzo " teriak Merry emosi


Merry sudah mengetahui tentang Kenzo yang menolong Lidya dan juga memberi pekerjaan dan tempat tinggal pada Kayra. Membuat Merry benar benar murka.


"Mam Cukup!! Aku bilang jangan pernah mengungkit itu lagi. Aku mencintai istriku. Dan Mami sudah tahukan kebenaran nya kan? Syila tidak bersalah Mam, Dia tidak pantas menerima dendam dari kita " kata Kenzo


Suarnya sudah mulai melemah, mau bagaimana pun Kenzo tidak mau bersikap kurang ajar pada Maminya. Kenzo semakin mengeratkan pelukannya pada Syila.


"Kenzo, Mami tidak mengerti kenapa sekarang kau berubah? Kau bukanlah Kenzo putraku yang dulu. Kau sekarang dikendalikan oleh wanita murahan itu" teriak Merry masih tidak mau kalah

__ADS_1


"MAMI" teriak Kenzo dengan suara tertahan


"Sekarang lebih baik Mami pergi dari rumahku dan bawa sekalian wanita itu" Kenzo menatap sinis pada Angelin


'Apaan si? Kenapa ngelihatin nya kaya gitu. Emang aku salah apa coba? Aku kan cuma di ajak sama Mamimu' Angelin


"Mam ini adalah peringatan terkahirku !! Kalau Mami masih mau keluarga kita utuh seperti dulu. Lupakan lah dendam itu, kita mulai dari awal Mam. Syila gak salah, Dia gak tahu apa apa. Coba Mami bayangkan kalau posisi Syila ada di posisi Kenzi apa yang akan Mami lakukan?" kata Kenzo mencoba memberi pengertian pada sang Mami


Merry diam, kata kata Kenzo barusan berhasil mengoyak hatinya. Merry sebenarnya adalah pribadi yang baik dan lemah lembut. Tapi karna kejadian yang menimpa suaminya membuat Dia menjadi wanita angkuh yang pendendam seperti sekarang.


"Cobalah Mami berdamai dengan masa lalu Mam. Ingatlah masa depan masih panjang. Papi juga pasti sedih melihat Mami seperti ini" kata Kenzo lagi


Tiba tiba Merry berdiri dan berjalan ke arah Kenzo. Dia memeluk Kenzo dan Asyila secara bersamaan. Tentu saja ini membuat Syila kaget bukan main.


"Maafkan Mami Syila, Kenzo. Mami sadar Mami memang salah. Maafin Mami" kata Merry menangis terisak


Kenzo tersenyum dan memeluk kedua wanita yang di cintainya "Kita mulai semuanya dari awal lagi ya Mam. Cobalah Mami menerima Syila sebagai istri Kenzo. Apalagi sebentar lagi Mami akan menjadi Oma"


Merry terbelalak mendnegar ucapan putranya. Dia menatap Syila dan Kenzo secara bergantian.


"Maksud kamu Syila hamil?" tanya Merry tidak percaya


Kenzo mengangguk "Iya Mam"


"Ya ampun, selamat ya Syila. Maafkan Mami yang sudah jahat sama kamu" Merry mengelus perut Syila dan memeluknya


"Sama sama Mam, Syila juga minta maaf karna belum bisa menjadi menantu yang baik buat Mami" kata Syila membalas pelukan ibu mertuanya.


Saling memaafkan dan melupakan semua kebencian dan dendam memang hal yang paling sulit untuk dilakukan. Tapi percayalah memaafkan dan mengikhlaskan semuanya membuat kita merasa lebih tenang dan bahagia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2