
FlashBack ON
Karya terbangun di pagi hari, kepalanya terasa berat karna pengaruh alkohol yang Dia minum. Karya melihat ke sekeliling dan mencoba mengingat apa yang terjadi padanya.
Beruntung nya orang suruhan Kenzo tidak melakukan apapun pada Kayra. Jadi sampai sekarang Kayra masihlah suci.
"Apa yang terjadi dengan ku" gumam Kayra sambil berusaha turun dari tempat tidur
Karya masih memegangi kepalanya yang terasa sangat berat. Dia berjalan terseok seok ke arah pintu kamar hotel.
Kini Kayra telah sampai di depan rumahnya. Dia masuk ke dalam rumah nya dan melihat Nandi dan Lidya sedang duduk termenung diruang tamu. Mama Lidya terlihat menangis dan Papa Nandi hanya diam dengan tatapan kosong.
'Ada apa ini?'
Kayra pun berjalan menghampiri kedua orang tuanya "Ma, Pa ada apa? Kalian kenapa?"
Nandi menatap Kayra dengan penuh amarah. Nandi dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Kayra yang masih berdiri di depan mereka.
Plakk
Kayra tersungkur karna tamparan Nandi yang sangat kuat. Kayra menatap tidak percaya pada Nandi yang selama ini tidak pernah berprilaku kasar padanya.
"Pa cukup, jangan sakiti anak kita" terika Mama Lidya yang langsung berlari ke arah Kayra dan memeluknya
"Ini semua salah mu yang selalu memanjakan Dia. Sekarang lihatlah apa yang Dia lakukan? Dia bahkan membongkar rahasia terbesar keluarga Sanjaya pada Kenzo" teriak Nandi emosi
Deg
__ADS_1
Kayra baru mengerti kenapa ayahnya begitu marah padanya. Tapi sungguh Dia tidak ingat apa yang Dia lakukan dan Dia katakan kemarin malam pada Kenzo.
'Ahhh kenapa aku tidak bisa ingat apa yang aku katakan kemarin pada Kenzo'
"Pa maafkan Kay Pa, Kay tidak ingat apapun. Kay juga tidak sadar apa yang Kay lakukan dan Kay katakan pada Kenzo. Kay tidak ingat Pa" Kayra mencoba menjelaskan
Plakk
"Pa CUKUP " teriak Lidya dan kembali memeluk putrinya dan mereka menangis terisak
"Inilah kebodohan anakmu, kenapa kau minum terlalu banyak saat bersama Kenzo. Kau tidak berpikir apa yang akan terjadi setelah nya Hah?" Nandi sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi
"Maafkan Kay Pa, maaf" Kayra memeluk kaki Nandi dengan berlinang air mata
Ting tong
Mereka semua menatap ke arah pintu. Nandi pun berjalan ke arah pintu dan membukanya. Nandi terkejut saat melihat 3 orang polisi telah berada di depan nya.
Kayra dan Mama Lidya pun menghampiri Nandi. Mereka pun sama terkejutnya saat melihat ada polisi.
"Kami dari pihak kepolisan membawa surat penahanan atas nama Nandi Sanjaya atas tuduhan penjualan organ tubuh ilegal dan pencemaran nama baik juga telah memfitnah Saudara Williams" jelas salah satu polisi sambil menyerahkan surat penangkapan
"Tidak Pak, ini pasti salah faham. Semuanya fitnah Pak" kata Nandi mengelak
"Iya Pak, suami saya hanya di fitnah" Lidya membela suaminya
awq1"Mari nanti anda jelaskan di kantor" Polisi pun langsung memborgol Nandi dan membawanya ke mobil polisi
__ADS_1
"Papa" Lidya dan Kayra hanya menangis sambil berpelukan
Setelah kejadian waktu itu banyak kejadian kejadian yang mengejutkan lainnya. Rumah mereka di sita oleh bank. Ternyata selama ini Nandi menggadaikan sertifikat rumah ke bank entah untuk apa.
Perusahaan mereka pun telah di beli oleh orang asing. Dan sekarang mereka tinggal di kontrakan pinggiran kota.
FlashBack OF
Syila merasa dadanya sangat sesak mendengar semua cerita Kiren tentang keluarganya. Mau bagaimana pun mereka lah yang telah membesarkan nya selama ini.
"Lalu bagaimana keadaan Ayah dan Mama?" tanya Syila di sela isakan nya
Kiren diam, tatapan nya memandang lurus ke depan.
"Jawab Ki" teriak Syila sambil terus terisak
Kiren menghela nafas berat "Setelah di ponis hukuman seumur hidup. Om Nandi mengakhiri hidupnya di penjara dan saat itu juga Tante Lidya mengalami gangguan jiwa. Lo yang sabar ya Syil. Gue sering kunjingi mereka ko, Kayra sekarang lebih baik. Dia gak pernah menunjukan sikap angkuhnya lagi. Jujur Syil gue sangat kasihan sama keadaan mereka" jelas Kiren
Syila memukul mukul dadanya yanb terasa makin sesak "Kenapa Kenzo tega gak kasih tahu gue kalau Ayah sudah meninggal Ki. Kenapa? Mau bagaima pun sikap mereka dulu mereka tetap keluarga yang gue punya saat ini"
"Sabar Syil, gue yakin Kenzo pasti punya alasan kenapa Dia melakukan itu" Kiren menepuk bahu Syila mencoba menguatkan sahabatnya itu
"Arghhhhh" Syila berteriak sambil memegangi kepalanya yang sangat sakit.
"Syil lo kenapa?" kata Kiren panik
Brukkk
__ADS_1
Syila pun terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri membuat Kiren makin panik.
Bersambung