Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 23


__ADS_3

Sudah 2 minggu Kiren menjadi budak dari asisten Ferdi. Dia benar benar geram melihat asisten Ferdi yang selalu menyuruh Dia seenaknya.


"Belikan saya pizza yang ada di daerah x" kata Ferdi dengan wajah datarnya


"Hah?" Kiren terbelalak kaget


"Yang bener aja dong Pak, itu jauh banget sementara jam makan siang cuma satu jam belum juga nanti ngantri di sananya" protes Kiren


"Saya tidak mau tau, kau harus sudah kembali sebelum jam makan siang habis" kata Ferdi cuek


"Tapi Pak.."


"Nih uangnya, cepetan keburu waktu makan siang abis" kata Ferdi sambil menyerahkan uang pada Kiren


Kiren mengepalkan tangan nya dengan wajah memerah menahan amarah. Dia mengambil uang dari Ferdi dengan kasar dan langsung pergi.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Di tempat lain Syila baru saja selesai terapi. Sekarang Dia sudah memakai tongkat tidak memakai kursi roda lagi. Seiring dengan demangat dan kesabaran kini Syila sudah bisa berjalan meski masih di bantu dengan tongkat.


Syila duduk di pinggir tempat tidur sambil tersenyum melihat kakinya yang mulai membaik. Ponsel Syila berdering dan Dia pun segera mengambil poselnya dan tersenyum saat tahu siapa orang yang menelpon nya.


"Hallo Sayang"


"Gimana terapinya? Maaf ya aku gak bisa temenin kamu lagi. Aku banyak kerjaan dikantor "


Syila tersenyum "Tidak papa, terapinya lancar semoga aku bisa cepat berjalan normal"


"Iya sayang, ya udah aku kembali bekerja ya. Kamu jangan lupa makan dan jangan kecapean"

__ADS_1


Syila tersenyum "Iya. Semangat kerjanya"


Syila tersenyum menatap ponselnya. Sungguh hatinya sangat bahagis saat suaminya sangat perhatian padanya. Dia bahagia karna pengorbanan nya selama ini tidak sia sia.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Kiren menggerutu kesal karna jam makan siang tinggal 10 menit lagi. Benar apa dugaan nya saat Dia sampai disana banyak antrian membuat nya harus menunggu lama. Apalagi tempatnya yang lumayan jauh dari tempat kerja nya.


"Dasar Asisten gesrek, dipikir gue gak laper apa? Sekarang mana sempat makan siang. Arghhhhh gue sumpahin lo gak dapet jodoh"


Saat Kiren berkata seperti itu Dia tidak menyadari kalau pintu lif sudah terbuka. Bukan masalah pintu lif yang terbuka tapi orang yang sekarang ada di hadapan nya.


"Berani kau mengumpatku" Ferdi menarik tangan Kiren menuju ruangan nya.


"Pak lepasin sakit" Kiren mencoba melepaskan cengkraman tangan Ferdi


"Ba..pak mau a..pa?" kata Kiren gugup apalagi saat Ferdi mendekatkan wajahnya ke wajah Kiren


Ferdi menyeringai sambil terus mendekat kan wajahanya ke wajah Kiren. Ferdi tersenyum melihat Kiren memejamkan matanya. Hembusan nafas keduanya saling terasa.


Kiren membuka matanya saat Ferdi tidak melakukan apapun. Kiren langsung salah tingkah saat melihat Ferdi duduk di sebelahnya sambil memakan pizza yang tadi di bawa Kiren.


'Kenapa gue ini? Bodoh kenapa gue sampe mikir kalau Asisten Ferdi akan mencium gue . Arghhh gue benar benar udah gila'


Kiren berdiri saat Dia akan berjalan tangan nya ditahan oleh Ferdi. Kiren menoleh dengan tatapan bingung pada Ferdi.


"Makanlah saya tahu kau tidak sempat makan siang tadi" kata Ferdi masih memakan pizza nya dengan santai


'Apa sekarang Dia sedang perhatian padaku.. Akhhh mikir apa si kau ini Kiren'

__ADS_1


"Tidak usah Pak, saya makan di kantin saja" menolak secara halus karna Dia tidak mau kejadian tadi terulang lagi dan akan membuatnya sangat malu.


"Saya tidak suka di bantah" kata Ferdi tegas dan terdengar memaksa


"Baiklah" akhirnya Kiren pun duduk dan mengambil sepotong pizza dan memakan nya.


Mereka makan dengan tenang, tanpa ada yang berbicara. Mereka sibuk dengan fikiran masing masing. Kiren hanya menunduk karna sangat malu dengan apa yang terjadi tadi. Sementara Ferdi terlihat tersenyum tipis sambil melirik Kiren.


'Kau sangat menggemaskan' Ferdi


' Semoga saja Asisten Ferdi tidak menyadari tingkah ku. Ahhh bisa gila aku kalau terus memikirkan nya' Kiren


Entah kenapa Kiren malah terbayang bibir asisten Ferdi yang terlihat sangat manis itu.


"Saya kembali ke bawah Pak, jam makan siang sudah lewat" kata Kiren seraya berdiri


"Baiklah kau bekerja yang benar, jangan berfikiran mesum terus. Apa kau sangat berharap aku mencium mu" kata Ferdi tersenyum tipis


'Apa?? Jadi Dia tahu '


Kiren terbelalak mendengar ucapan Ferdi. Dia menoleh dengan tatapan sinis nya. Wajahnya sudah memerah menahan malu.


"Kenapa? Kenapa melihatku seperti itu? Apa yang ku bicarakan benarkan? Dasar wanita mesum" kata Ferdi


"Terserah" Kiren pun pergi dari ruangan Ferdi.


Ferdi hanya terkekeh melihat tingkah Kiren "Menggemaskan sekali. Ahhh kalau aku tidak bisa menahan nya tadi mungkin kau akan habis ku makan"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2