
Setelah menjalani terapi selama sebulan lebih akhirnya Asyila bisa berjalan dengan normal kembali. Sungguh membuatnya bahagia karna bisa berjalan normal lagi.
"Sayang aku boleh ikut ke kantor gak?" tanya Syila sambil memasangkan dasi suaminya
Kenzo mengerutkan keningnya "Mau apa Yank?"
"Kangen sama Kiren dan teman teman yang lain. Boleh ya?" Syila memasang wajah memelas
"Hmmmm. Ya udah boleh" kata Kenzo mengecup bibir istrinya
"Yeayy kalo gitu aku siap siap dulu" kata Syila bersemangat
Setelah bersiap siap Syila pun segera turun ke bawah menyusul suaminya.
"Ayo Ken" ajak Syila
"Ekhem" Kenzo menatap tajam pada Syila
"Apa?" tanya Syila bingung
"Boleh ikut ke kantor tapi mulai saat ini jangan panggil aku Kenzo lagi. Panggil aku sayang dimana pun berada oke" kata Kenzo tegas
"Tidak ada bantahan, ini adalah perintah" kata Kenzo saat melihat Syila akan membuka mulutnya untuk protes
Syila menutup kembali mulutnya yang sudah setengah terbuka "Oke sayang"
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Kenzo memeluk Syila dan terus menciumi kepala istrinya tidak memperdulikan Ferdi yang sedang mengemudi di depan mereka.
"Ingat jangan dekat dekat dengan pria lain"
__ADS_1
Entah sudah berapa kali Kenzo mengatakan itu pada Syila membuat Syila bosan mendengarnya. Sejak kapan coba seorang Kenzo posesif seperti padanya. Dulu waktu masih pacaran saja Dia tidak pernah melarang Syila dekat dengan siapa pun.
"Iya sayang" mengalah saja, percuma berdebat juga tidak akan menang.
Mereka pun akhirnya sampai di kantor. Syila menggandeng tangan suaminya dan mengikuti langkah Kenzo.
"Itu kan Syila wanita tidak tahu malu itu"
"Iya benar, masih berani Dia datang kesini terus pake gandeng tangan nya Pak Kenzo lagi. Gak tahu malu banget"
"Maklumlah namanya juga wanita murahan. Kau ingatkan kalau dulu Pak Kenzo bilang kalau Syila sudah tidak gadis lagi. Mungkin sudah banyak lelaki yang di tiduri nya"
"Hahaha benar kamu, Syila kan menikahi Pak Kenzo cuma demi hartanya"
Syila semakin menundukan kepalanya mendengar bisik bisik teman teman kerjanya dulu. Kenzo bukan nya tidak mendengar, tapi Dia tidak mungkin marah marah sekarang di depan istrinya.
Ini juga kesalahan nya yang sudah menyebarkan berita tentang istrinya itu. Kenzo menggeratkan genggaman tangannya mencoba menenangkan istrinya yang masih saja menunduk.
Syila hanya mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan suaminya. Dia duduk di sofa dan menumpahkan tangisnya. Segala sesak di dadanya mendengar semua cacian mereka tadi membuat Syila menangis tersedu sedu.
'Kamu kuat Syila, sudah biasakan dengan semua cobaan. Kau sudah biasa dengan penderitaan. Ayolah Syila kau pasti kuat'
Itulah cara Asyila menyemangati dirinya sendiri. Semua perjalanan hidupnya sampai saat ini belum berhenti dari namanya cobaan. Mungkin saat ini Syila sudah merasa bahagia saat suaminya mau menerimanya.
Di ruangan Ferdi Kenzo sedang mendiskusikan untuk melakukan klarifikasi tentang apa yang telah Dia katakan di media tentang istrinya.
"Fer kau urus orang orang yang tadi membicarakan istriku. Berilah dulu mereka peringatan karna mau bagaimana pun mereka berkata seperti itu karna pengakuan ku di media. " Kenzo menghela nafas berat
"Jadi untuk saat ini beri mereka peringatan dulu "
__ADS_1
Kenzo memang pemimpin yang sangat bijak. Tidak akan gampang menyalahkan orang jika belum ada bukti. Apalagi sekarang apa yang para karyawan ucapkan tentang istrinya itu juga karenanya. Karena kebodohan nya selama ini.
Ceklek
Kenzo pun kembali ke dalam ruangan nya. Dia melihat Syila sedang menghapus air matanya sambil memalingkan wajahnya agar Kenzo tidak melihatnya sedang menangis. Tapi Kenzo sudah tahu kalau istrinya habis menangis.
Kenzo berjalan menghampiri Syila dan memeluknya dengan erat membuat Syila bingung.
"Maafkan aku" hanya itu yang terucap dari mulut Kenzo
Syila mengelus punggung suaminya "Maaf untuk apa Sayang?"
Kenzo tidak menjawab, Dia hanya mengeratkan pelukan nya. Terdengar isakan kecil dari bibir Kenzo.
'Dia menangis' Syila terus mengelus punggung Kenzo.
Setelah dapat menguasai dirinya, Kenzo pun melepas pelukannya dan mengusap ujung matanya yang sedikit berair.
Kenzo menatap lekat mata istrinya "Maafkan aku, karna semua salahku hingga mereka menghinamu. Maafkan aku Syila"
Syila kini mengerti kenapa Kenzo sampai menangis. Syila baru menyadari kalau suaminya benar benar sudah berubah dan menyesali semuanya. Semua keraguan yang ada di diri Asyila seketika menguap begitu saja. Saat ini hanya ada cinta dan kebahagiaan yang ada di hatinya.
"Sayang dengerin aku, jujur saja aku sangat marah, kecewa sama kamu. Tapi untuk bisa membencimu sangat sulit untukku. Aku terlalu mencintai mu Sayang. Lupakan lah semuanya, kini kita mulai semuanya dari awal lagi. Kita lupakan semua yang hanya bisa menyakitkan untuk kita" kata Syila lembut
Kenzo kembali memeluk Syila dengan erat "Terimakasih sayang, kau telah menerimaku dan memaafkan semua yang telah aku lakukan padamu"
"Berjanjilah kalau kau tidak akan mengulanginya lagi "kata Syila membalas pelukan suaminya
Kenzo mengangguk "Aku berjanji sayang"
__ADS_1
Bersambung