Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 45


__ADS_3

Drett..Drett


Syila mengambil ponselnya di atas nakas samping tempat tidur.


"Tumben Ibu nelpon" gumam Syila saat melihat nama Ibu Hani yang tertera di layar ponselnya.


"Hallo Bu"


"Hallo Syila, bagaimana kabarmu?"


"Asyila baik Bu, bagaimana kabar Ibu? Maaf ya Syila sudah lama tidak mengunjungi Ibu"


"Iya tidak papa Syila, Ibu ngerti ko"


"Ada apa Ibu nelpon?"


"Begini Syil, apa kau sudah melihat berita tentang pacarnya Kiren?"


Syila menghela nafas, Dia sudah mengira soal ini. Pasti Ibu Hani akan menanyakan ini padanya.


"Iya Bu. Tapi Ibu jangan salah faham dulu"


"Apa maksudmu? Ibu tidak rela kalo anak Ibu di khianati Syil"


"Bu dengerin Syila dulu"


Mau tidak mau Asyila akhirnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ferdi. Bu Hani sangat terkejut mengetahui kalau ternyata wanita yang di jodohkan dengan Ferdi adalah bayi yang dulu di bawa oleh mantan suaminya.


"Kenapa Kiren tidak cerita pada Ibu ya Syil"


Suuara Ibu Hani terdengar parau. Syila yakin kalau Bu Hani sudah menangis sekarang.


"Mungkin Kiren tidak mau membuat Ibu sedih. Jadi tolong lah Ibu beri kesempatan pada Kiren dan Ferdi untuk bisa menyelesaikan semua masalah ini"


Bu Hani menghela nafas berat "Baiklah Syil, terimakasih semua info nya"


"Iya Bu sama sama"


Syila mematikan telpon nya dan menyimpan kembali di atas nakas.

__ADS_1


"Semoga Ibu bisa menerima semua rencana Ferdi" gumam Syila


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Kiren dan Ferdi sudah selesai makan siang di restoran yang tidak jauh dari tempat kerja Kiren. Ferdi masih merasa bersalah pada kekasihnya itu. Melihat Kiren menangis tadi, membuat hatinya ikut sakit.


"Sayang maafkan aku" Ferdi menggenggam tangan Kiren di atas meja.


"Iya, aku sudah memaafkanmu. Tapi bisakah kau jangan menemuiku di kantor lagi? Aku tidak mau ada yang tahu tentang hubungan kita " kata Kiren menatap wajah kekasihnya


"Tapi bagaimana bisa aku tidak bertemu dengan mu sayang. Aku pasti bisa gila, beberapa hari ini tidak bertemu denganmu saja sudah membuatku gila" kata Ferdi


"Haha. Jangan lebay, kau kan bisa video call" Kiren sudah kembali dengan wajah cerianya.


"Oke, aku masih bisa menemuimu di rumah kan?" kata Ferdi tersenyum


Kiren baru ingat kalau ibunya sudah tahu tentang pertunangan Ferdi dan Fira.


"Sayang, ibu sudah melihat berita pertunangan mu dengan adik tiriku" kata Kiren menunduk


Ferdi tersentak kaget mendengar ucapan Kiren "Terus bagaimana dengan Ibu sayang?"


"Aku sudah mencoba menjelaskan. Tapi aku juga gak bisa memberitahu Ibu kalau wanita yang akan di jodohkan dengan mu adalah adik tiriku. Aku tidak mau membuat Ibu bersedih" Kiren menghela nafas berat


"Sayang kau percayalah padaku, aku akan segera menyelesaikan masalah ini. Kau tahu? Ternyata Ibu dan adik tirimu telah memindahkan semua aset milik ayahmu atas nama mereka" jelas Ferdi


Kiren terkejut mendengar ucapan Ferdi. Dia tidak menyangka kalau istri muda ayahnya dan adik tirinya bisa melakukan itu.


"Terus apa yang akan kau lakukan?" tanya Kiren


"Tenanglah aku sudah mempunyai bukti kejahatan ibu dan adik tirimu. Nanti pas hari pertunangan ku akan ku bongkar semua kebohongan mereka" kata Ferdi tersenyum licik


"Tapi bagaimana dengan ayahku? Dia pasti sangat terpukul jika mengetahui semuanya" kata Kiren


Kau bahkan masih memikirkan perasaan Ayahmu. Padahal Ayahmu saja tidak pernah mengingatmu.


"Tapi kalau Ayahmu tidak segera di beri tahu. Maka Dia akan kehilangan segalanya. Apa kau tega melihat Ayahmu kehilangan apa yang telah Dia rintis selama ini" kata Ferdi mencoba meyakinkan kekasihnya


Benar juga apa yang di katakan Ferdi.

__ADS_1


"Baiklah, aku serahkan semuanya padamu" kata Kiren


"Ya udah sekarang kita pulang yuk"


Ferdi menggandeng tangan Kiren keluar dari restoran itu. Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Ferdi terus menggenggam tangan Kiren dan sesekali menciumnya.


"Lepasin ihh, fokus nyetir aja" kata Kiren


"Ini juga fokus ko sayang" jawab Ferdi santai


"Ya ampun, terserah ajalah"


Setelah sudah dekat di perusahaan Will.Group. Kiren menyuruh Ferdi berhenti agak jauh dari depan perusahaan itu. Dia tidak mau ada yang melihat Dia turun dari mobil Ferdi.


"Kenapa harus berhenti disini Yank?" tanya Ferdi


"Sayang, kalau aku turun di depan sana. Bisa ada yang lihat kalau aku turun dari mobilmu" kata Kiren


"Ya udah, kau hati hati. Jangan berduaan dengan pria lain. Tetap jaga jarak walaupun mereka tahu kalau setatusmu sekarang jomblo. Arghh"


Ferdi mengusap wajah kasar membayangkan kalau kekasihnya akan di dekati banyak pria saat ini.


"Hahaha. Gak akan sayang, aku akan selalu menjaga jarak dari pria manapun. Aku mencintaimu. Bye"


"Tunggu"


Kiren menghentikan gerakan tangannya saat akan membuka pintu mobil. Dia menoleh ke arah Ferdi.


"Apa lagi? Aku sudah telat nih" kata Kiren


Cup


Ferdi mencium kening Kiren "Sudah, sana pergi"


Hah? Dasar gila.


"Oke sayang, hati hati di jalan"


Kiren pun akhirnya keluar dari mobil Ferdi dan segera berjalan ke kantornya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2