
"Sayang aku ke bawah ya, mau ketemu Kiren " kata Syila yang sudah bosan dari tadi hanya duduk diam di sofa
Kenzo melirik sekilas pada Syila dan membenarkan kacamata minusnya yang sedikit melorot.
"Ya udah, tapi jangan lama lama. Nanti kita makan siang di luar" kata Kenzo
"Siap, aku pergi dulu ya. Bye muachh" Syila mencium pipi Kenzo sebelum keluar dari ruangan suaminya
Kini Syila sudah berada di tempat kerja Kiren. Syila tak memperdulikan semua karyawan yang masih berbisik bisik tentang nya.
"Hai Ki" Syila duduk di meja kerja Kiren
Kiren mendongak "Woy ada angin apa lo dateng kesini"
"Ck gak kangen apa sama gue?" kata Syila
"Hahaha, ya kangenlah honey" Kiren berdiri dan memeluk sahabatnya itu
"Pantesan dari tadi ini kantor heboh banget" kata Kiren yang kembali duduk di kursinya
"Heboh ?" Syila mengerutkan keningnya
"Iya, ternyata yang mereka gosipin adalah lo. Syil lo gak papa kan?"
Kiren mengkhawatirkan keadaan Syila karna Dia juga tahu dan mendengar apa yang teman teman kerjanya bicarakan tentang Syila.
Syila tersenyum "Gak lah, lo kan tahu gue udah kebal dengan cacian orang orang"
"Hmmm. Syil apa...."Kiren bingung dan sedikit ragu untuk bertanya
"Apa?? Mau nanya apa sih lo?" kata Syila santai
"Hmmm, apa suami lo gak ada niatan buat meluruskan masalah yang Dia buat tentang lo itu" kata Kiren ragu ragu
Syila menghembuskan nafas kasar "Dia si bilang akan meluruskan semuanya. Tapi gue gak mau menaksa Ki. Kita lihat aja apa yang akan Dia lakukan"
Kiren menghela nafas "Baiklah Syil, kita lihat apa suami lo bener bener udah berubah dan mencintai lo dengan tulus gak kaya dulu lagi"
__ADS_1
"Semoga ya Ki" kata Syila
"Ya udah gue selesaikan kerjaan gue dulu. Nanti kita makan siang bareng " kata Kiren
Syila hanya mengangguk tanpa beranjak dari tempatnya. Syila melihat ke sekililing tempat kerjanya dulu. Meja kerjanya juga sudah ada yang menempati. Kiren masih fokus dengan pekerjaan nya sampai jam makan siang pun tiba.
"Ayo Syil kita makan di restoran depan. Udah lama kan kita gak makan disana" ajak Kiren sambil membereskan berkas berkas di meja kerjanya.
Syila menepuk keningnya "****** gue Ki, gue lupa kalo tadi Kenzo ajakin gue makan siang bareng. Tapi gue malah keasyikan ngobrol sama lo disini"
"Ck ya tinggal lo telpon aja Syil, lo suruh suami lo buat kesini samperin lo. Ribet amat si" kata Kiren
"Oh iya ya, ko gue gak kefikiran" Syila segera merogoh tas selempang nya dan mengambil ponselnya
"Ki, Dia telpon gue tadi. Aduhh gue lupa kalo ponsel gue silent" kata Syila panik
"Lo telpon balik aja Syil" usul Kiren
Belum juga Syila akan menelpon Kenzo tapi ponselnya keburu berdering ternyata Kenzo yang menelpon kembali.
"Hallo" Syila menggigit bibir bawahnya takut kalau suaminya akan marah
"Aku di tempat kerjanya Kiren, tadi ponselnya aku silent maaf ya"
"Ya udah diem disana aku akan ke bawah. Kita makan siang diluar "
Tanpa menunggu jawaban dari Syila, Kenzo langsung mematikan telpon nya.
"Gimana Syil?"tanya Kiren
"Dia marah deh kayanya Ki, gue harus gimana nih?" kata Syila panik sambil berjalan mondar mandir di depan Kiren
"Tenang oke ! Gue yakin kalo suami lo gak akan marah sama lo. Sekarang kita tunggu aja Dia" kata Kiren
Syila mengangguk sambil terus meremas tali tas selempangnya. Tak lama kemudian Kenzo pun datang bersama Ferdi sang asisten setia.
"Sayang " Syila langsung menghampiri suaminya
__ADS_1
Kenzo merangkul pinggang Syila dan mencium kening nya "Ayo makan siang"
'Huh kayanya Dia udah gak kesel lagi. Syukur deh' Syila mengangguk
"Ki ayo kita makan bareng, gak papa kan sayang kalo Kiren ikut makan bareng sama kita?" tanya Syila menatap pada wajah suaminya
"Iya, lagian Ferdi juga ikut biar Dia ada temannya" kata Kenzo
"Hahaha iya Ki, kitakan jadi doble date" kata Syila
"Diem gak lo Syil" kata Kiren melirik tajam sahabatnya
"Hahahaha" bukan nya takut Syila malah makin menertawakan Kiren
"Kamu ini " Kenzo mencubit hidung istrinya karna sangat gemas melihat tingkah istrinya itu
"Sayang sakitt" kata Syila manja sambil bergelayut di tangan suaminya
Kenzo mendekatkan wajahnya ke wajah syila karna melihat bibir Syila yang cemberut dan Dia sangat ingin menciumnya.
"Udah cukup, jangan kotorin mata gue yang masih suci ini" teriak Kiren membuat Kenzo langsung menjauhkan wajahnya dan kembali ke posisi semula
"Sorry sorry Ki, gue lupa kalo ada gadis disini. Hahaha. Lo kan bisa sama asisten Ferdi. Iya gak Fer?" kata Syila menaik turunkan alisnya
Ferdi tidak menjawab Dia hanya melirik pada Kiren tanpa ekspresi apapun.
"Ihhh ogah gue sama muka tembok kaya Dia" kata Kiren yang langsung berjalan mendahului yang lainnya
"Hahahaha. Salting woyyy" teriak Syila
"Sayang berisik ihh" kata Kenzo mencium pipi istrinya
"Hehe maaf sayang kebiasaan aku kalau sama Kiren" kata Syila
"Ya udah ayo kita berangkat" Kenzo berjalan ke luar kantor sambil bergandengan dengan Syila
Ferdi sudah lebih dulu menunnggu di mobil.
__ADS_1
Bersambung