
Andi dan Hani masuk ke ruangan Kiren. Menatap pada putri mereka yang masih terbaring di ranjang pasien.
"Loh ko Ibu sudah kembali" kata Kiren
"Iya Ki, bagaimana keadaanmu?" Ibu Hani berjalan mendekat ke ranjang yang di tempati Kiren.
"Sudah lebih baik Bu" kata Kiren tersenyum
"Syukurlah"
"Kalau gitu Ayah pulang dulu Ki, sekali lagi maafkan Ayah karna sudah membuatmu seperti ini" kata Andi menunduk merasa bersalah
"Yah kemarilah" Kiren melambaikan tangannya agar Ayahnya mendekatinya.
Andi berjalan mendekati Kiren, berdiri di samping Hani. Kiren meraih tangan Ayah dan Ibunya. Menyatukan kedua tangan itu.
"Ibu maafkanlah Ayah, meski kalian tidak kembali lagi sebagai sepasang suami istri. Tapi setidaknya maafkanlah Ayah"
" Kiren bahagia karna sekarang Ayah sudah kembali dan mau mengakui aku sebagai anaknya. Maka dari itu maafkanlah Ayah Bu" kata Kiren menatap keduanya secara bergantian.
"Hani, aku benar benar minta maaf untuk semua kesalahan yang aku lakukan selama ini. Aku mohon maafkan aku" kata Andi menatap wajah Hani
Hani hany menghela nafas berat. Jujur Dia juga tidak mau hidup dengan bayang bayang dendam dan kebencian.
"Bu aku tahu kalau tidak mudah untuk Ibu melupakan semuanya. Tapi setidaknya maafkan Ayah demi aku Bu, demi aku" kata Kiren memohon
Bukan nya Kiren tidak marah, benci atau kecewa pada Ayahnya. Tentu saja Dia merasakan itu. Tapi Kiren tidak mau menjadi pendendam, Dia tidak mau berlarut larut dalam kebencian dan kemarahan.
"Baiklah, Ibu akan memaafkan Ayahmu. Ini semua Ibu lakukan demi kamu, anak Ibu. Tapi jika kamu meminta Ibu untuk kembali bersama dengan Ayahmu. Maaf Ibu tidak bisa" kata Bu Hani
Kiren tersenyum "Terimakasih Bu, Kiren tidak akan menyuruh Ibu untuk kembali bersama Ayah. Kalian saling memaafkan saja sudah membuatku bahagia"
Ferdi tersenyum tipis melihat pancaran kebahagiaan dari mata kekasih hatinya. Dia mengelus rambut Kiren.
"Terimakasih Hani, terimakasih karna kau sudah mau memaafkan ku" kata Andi dengan mata berkaca kaca
"Iya, semua ini aku lakukan untuk putriku. Semua demi kebahagiaan nya" kata Hani
__ADS_1
Tidak ada yang paling membuat bahagia selain melupakan kesalahan seseorang dan memaafkan nya. Saling memaafkan akan membuat hati kita lebih tenang dan damai.
...
Setelah hari itu kini Kiren merasakan kebahagiaan karna sudah bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah kembali. Kebahagiaan nya semakin bertambah saat Andi dan orang tua Ferdi sudah merestui hubungan mereka.
Hari pernikahan pun tiba, Kiren sudah tampil cantik dengan gaun pengantin yang di pakainya. Ferdi pun terlihat sangat tampan dengan balutan jas berwarna senada dengan gaun Kiren.
Mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri. Sekarang mereka berdiri di pelaminan untuk menyalami para tamu undangan.
"Selamat ya Ki, Fer. Semoga kalian bahagia selalu sampai tua nanti" kata Syila
"Selamat ya Ki, Fer" kata Kenzo
"Terimakasih Syila, Kenzo"
Setelah mengucapkan selamat pada pasangan pengantin. Asyila melihat lihat menu makanan di sana, Kenzo hanya mengikuti saja dari belakang.
"Aku mau salad sayang, tolong ambilin" kata Syila manja
Kiren membelalakan mata saat melihat Kayra datang bersama seorang pria yang tidak di kenalnya.
"Hay, selamat ya Ki. Selamat Ferdi atas pernikahan kalian" kata Kayra
"Iya, terimakasih"
"Oh ya kenalin ini calon suamiku namanya Rendi" kata Kiren
"Kiren"
"Rendi"
"Ferdi"
"Rendi"
Setelah mereka berkenalan, Kayra pun turun dari atas pelaminan.
__ADS_1
"Gak nyangka ya kalau Kak Kay bakal punya suamu juga " kata Kiren masih menatap tidak percaya pada Kayra dan Rendi
"Hush, gak boleh gitu sayang. Dia juga berhak bahagia, yang penting sekarang Kayra sudah berubah dan menyadari kesalahan nya" kata Ferdi
Kiren mengangguk " Iya kamu benar, yang penting Kak Kayra bahagia"
Di sisi lain Kayra sedang berjalan menghampiri Syila dan Kenzo dengan menggandeng tangan calon suaminya itu.
"Kak, apa kabar?" Asyila langsung memeluk Kiren
"Baik Syil, kamu apa kabar? Bagaimana kandungan kamu? Berapa bulan sekarang Syil?" tanya Kiren
"Aku baik Kak, sudah masuk ke sembilan bulan. Perkiraan dua minggu lagi lahiran" kata Syila tersenyum
"Hay Ken, apa kabar " Kayra mengulurkan tangan nya ke arah Kenzo.
"Baik, kau apa kabar?" Kenzo menjabat uluran tangan Kayra dan tersenyum tipis
"Oh ya kenalin ini calon suami aku Rendi" kata Kiren
Asyila dan Kenzo bergantian berkenalan dengan Rendi. Kini mereka mengobrol bersama.
"Mama gak ikut Kak?" tanya Syila
"Enggak Syil, Mama titip salam buat kamu. Kondisinya masih belum memungkinkan untuk pergi ke tempat ramai seperti ini. Tapi keadaan nya semakin hari semakin membaik ko" jelas Kayra
"Iya Kak, semoga Mama bisa cepat sembuh total ya" kata Syila yang di jawab anggukan oleh Kayra.
Kesabaran Asyila dan Kiren kini berbuah manis. Mereka bahagia bersama keluarga dan pasangan masing masing. Begitu pun dengan Kayra yang sudah bahagia bersama pasangan nya.
Kesalahan yang pernah Kayra perbuat, kini Dia benar benar menyesalinya. Dari sebuah kesalahan kini Kayra bisa menjadi orang lebih baik lagi.
Ku Ingin Bahagia.
Terimakasih Tuhan, kini aku telah bahagia.
End
__ADS_1