Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 28


__ADS_3

Brukk


Kenzo yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik istrinya lewat layar laptop yang sudah tersambung ke CCTV yang ada di kantin kantor. Kenzo langsung berlari ke luar ruangan saat mengetahui istrinya pingsan.


"Ferdiiiii" teriak Kenzo


Ferdi berlari saat mendengar Tuannya memanggil "Ada apa Tuan?"


"Cepat siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang, istriku pingsan" kata Kenzo yang langsung berlari ke arah lif


"Hah Nona Syila pingsan" Ferdi pun segera berlari mengikuti Kenzo


Ting


Kenzo langsung berlari keluar dari lif di ikuti Ferdi. Kenzo berlari ke arah kantin sementara Ferdi berlari ke parkiran untuk menyiapkan mobil. Para karyawan menatap heran pada bos dan asisten nya yang terlihat panik itu.


Di kantin Kiren masih mencoba menyadarkan Syila "Syil bangun, Syila jangan bikin gue panik"


Kiren terus menepuk pipi Syila mencoba membangunkan nya. Tapi tetap saja Syila tidak mua bangu.


"Syilaaa" Kenzo berlari ke arah Kiren yang sedang memangku kepala Asyila


Tanpa kata lagi Kenzo langsung menggendong tubuh Asyila. Kiren pun mengikuti Kenzo sambil membawakan tas Asyila.


Kini Kenzo sudah berada di dalam mobil. Dia terus mendekap tubuh istrinya yang masig tidak sadarkan diri.


Kiren duduk di depan bersama Ferdi yang fokus menyetir. Kiren terlihat sangat khawatir sama hal nya dengan Kenzo.


"Sayang bangun hey" jujur saja Kenzo sangat takut kalau Asyila akan tidur panjang lagi seperti dulu.

__ADS_1


"Cepetan Fer" sudah berapa kali Kenzo beteriak seperti itu pada Ferdi yang sedang menyetir.


Sesampainya di rumah sakit Ferdi segera turun dan memberi tahukan pada pihak rumah sakit kalau ada pasien darurat. Kenzo menggendong Syila dan meletakan nya di brankar yang sudah di bawa oleh para perawat.


"Sayang, kau harus kuat oke" Kenzo terus mennggenggam tangan Syila sambil terus melangkah cepat mengikuti para perawat yang mendorong brankar.


"Maaf Tuan tunggu diluar" kata dokter


"Selamatkan istriku, kalau sampai istriku kenapa napa maka akan ku tutup rumah sakit ini" kata Kenzo penuh dengan nada ancaman


"Baik Tuan" Dokter mengangguk hormat dan langsung masuk ke ruang UGD itu.


Kenzo terus mondar mandir di depan ruang UGD itu. Ferdi sudah duduk bersmaa Kiren yang masih menangis membayangkan kalau Syila akan kembali tidak sadarkan diri seperti dulu. Hanya itulah yang di takutkan Kiren maupun Kenzo.


"Apa yang kalian bicarakan tadi sehingga Syila bisa sampai pingsan?" kata Kenzo dingin


Meski Dia tidak melihat ke wajahnya atau pun menyebutkan namanya. Tapi Kiren tahu kalau pertanyaan itu tertuju padanya.


Kenzo menoleh sebentar ke arah Kiren "Aku kan sudah melarangmu menceritakan nya. Kenapa kau malah menceritakan nya. Sekarang begini kan jadinya"


"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Kiren, Dia terus menunduk


Ceklek


Baru saja Kenzo akan membuka kembali mulutnya. Tapi pintu ruangan Syila sudah terbuka membuat Kenzo menutup kembali mulutnya dan segera menghampiri dokter.


"Bagaimana keadaan nya?" tanya Kenzo


"Apa yang sebenarnya terjadi, saya kan sudah bilang kalau pasien belum bisa menerima hal hal yang mengejutkan. Itu bisa memicu kembali pendarahan di otaknya. Jagalah emosi pasien agar tetap setabil dan jangan biarkan pasien terlalu banyak fikiran" jelas Dokter

__ADS_1


"Terus bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Kenzo


"Pasien sudah setabil, tapi Dia belum sadar. Biarkanlah Dia istirahat terlebih dahulu" kata Dokter


"Apa aku bisa melihatnya?" tanya Kenzo


"Silahkan, tapi saya minta jangan membuat pasien setres. Biarlah untuk saat ini Dia istirahat" kata Dokter, Kenzo hanya mengangguk


"Kalian pulang lah, biar aku saja yang menjaga istriku " kata Kenzo tegas


"Baik Tuan "


Ferdi dan Kiren tidak mau membantah walau sebenarnya Kiren masih sangat ingin menemani sahabatnya itu. Tapi melihat Kenzo yang masih marah membuatnya menuriti apa yang Kenzo perintahkan.


"Biar ku antar" kata Ferdi setelah mereka berada di parkiran rumah sakit


"Tuan antarkan saya kembali ke kantor saja. Motor saya ada disana" kata Kiren sambil membuka pintu mobil dan masuk ke sana.


"Sudahlah, motor kau nanti biar anak buah ku yang mengantarkan ke rumah mu. Sekarang kau akan ku antar sampai rumah" kata Ferdi tegas tidak menerima penolakan


Kiren hanya menghembuskan nafas kasar. Dia malas berdebat dengan manusia datar satu ini. Lebih baik Dia mengalah saja.


"Kenapa diam?" Ferdi melirik Kiren


"Saya haru bicara apa Tuan?" tanya Kiren pelan


"Ya sudah kau diam saja, lagian banyak bicara berisik" kata Ferdi memalingkan wajahnya yang memerah malu


'Tuhkan, semua nya salah. Dasar manusia datar. Hah kalau bukan lagi situasi seperti ini sudah gue tabok tuh wajah tanpa ekspresi ' Kiren

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2