
Sudah satu minggu Ferdi mengurusi perusahaan Had.Group. Hubungan nya dengan Kiren? Masih sama, Kiren belum sepenuhnya membuka hati. Tapi setidaknya Dia sudah mulai bersikap biasa dan mau seidkit cerita tentang kehidupan nya pada Ferdi.
'Malam ini aku harus memperjelas hubunganku dengan Kiren. Aku sudah tidak bisa menunggu lagi'
Begitulah tekad dan tujuan Ferdi sekarang. Dia ingin segera memperjelas hubungan nya dengan Kiren. Mungkin Kiren tidak akan mau jika Ferdi langsung mengajaknya menikah. Untuk itu makanya Ferdi akan mengajak Kiren berpacaran dulu.
Malam harinya Ferdi sudah menjemput Kiren untuk makan malam di restoran. Keduanya masih duduk diam menunggu pesanan datang.
Sampai seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka. Mereka pun langsung makan dengan tenang. Selesai makan barulah Ferdi akan membicarakan tujuan nya pada Kiren.
"Ki ada yang mau aku bicarakan sama kamu" Ferdi mulai membuka suara nya
"Bicara apa?" tanya Kiren santai
Perlahan Ferdi meraih tangan Kiren dan menggenggam nya di atas meja. Mata mereka saling menatap.
"Ki aku mencintaimu, aku ingin memperjelas hubungan kita. Maukah kau menjadi kekasihku? Aku akan menjagamu dan membuatmu bahagia. Aku tidak akan menyakitimu, ku mohon jangan samakan lagi aku dengan ayahmu! Karna kita berbeda"
Kiren terdiam, mendengar ucapan Ferdi entah kenapa hatinya terasa sangat bahagia. Seperti ada air yang mengalir membasahi hati yang selama ini kekeringan. Kiren menatap manik hitam Ferdi, mencari kejujuran di sana.
"Apa kau serius?" tanya Kiren
Ferdi tersenyum meyakinkan "Aku serius Ki, sangat sangat serius. Jika kau mau kita langsung menikah saja"
"Hah?" Kiren mengibaskan tangan nya di depan wajah Ferdi
"Tidak, tidak. Aku belum siap kalau harus menikah sekarang" kata Kiren
"Ya aku sudah menduganya, jadi bagaimana apa kau mau menjadi kekasihku?" kata Ferdi serius
'Mungkin ini memang sudah saat nya aku membuka hatiku. Baiklah aku akan mencobanya'
Kiren mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Ferdi. Ferdi langsung mencium tangan Kiren dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih. Aku akan selalu membuatmu bahagia. Percayalah padaku" kata Ferdi menatap wajah Kiren
__ADS_1
"Iya, aku akan mencoba memulai hidup baru. Aku akan mencoba membuka hatiku untukmu" Kiren tersenyum manis
Keduanya saling melempar senyum. Mata mereka memancarkan kebahagiaan dan harapan kalau semuanya akan berjalan baik baik saja.
"Oh ya, kenapa aku tidak pernah melihatmu di kantor ?" tanya Kiren yang memang belum tahu kalau Ferdi sudah tidak bekerja di Will.Group lagi.
"Aku tidak bekerja di Will.Group lagi. Aku sekarang mengurus perusahaan Had.Group" jawab Ferdi jujur
"Hah? Jadi kau tidak bekerja lagi di kantor" kata Kiren kaget
"Iya, kenapa? Kangen ya sama aku" goda Ferdi menik turunkan alisnya
"Ish apaan, mana ada kangen sama cowo bermuka tembok kaya kamu. Gak ada" Kiren memalingkan wajahnya yang memerah malu
"Masa?" Ferdi malah semakin suka menggoda kekasihnya
"Udah ah, ayo pulang udah malem. Ibu pasti khawatir" Kiren langsung berdiri dan menyelempangkan tas di bahunya.
"Oke" Ferdi memberanikan diri untuk menggangdeng tangan Kiren. Ferdi tersenyum saat tidak ada penolaka dari kekasihnya itu.
"Hah? Jadi kamu tahu ayahnya Kiren?" teriak Syila kaget
Kenzo baru saja menceritakan tentang apa yang Dia ketahui tentang ayah dari sahabat istrinya itu. Kenzo tidak mau ada rahasia di antara mereka.
"Gak usah teriak teriak Yank, iya aku tahu. Bahkan ayahnya Kiren itu berkerja sama dengan perusahaan ku" jelas Kenzo
"Ish ternyata dunia memang sempit. Aduh kalo Kiren ketemu lagi sama ayahnya pasti Dia bakal emosi banget" kata Syila
"Ya udah sekarang meningan kita tidur. Ferdi pasti bisa menyelesaikan semuanya. Kita dukung aja apapun keputusan mereka" kata Kenzo
Drett...Drett
Syila mengambil ponselnya di atas nakas. Melihat siapa yang menelpon.
"Yank bentar ya, aku mau angkat telpon dulu" kata Syila masih menatap ponselnya
__ADS_1
"Siapa? Disini aja angkat telpon nya" kata Kenzo tegas
Syila menoleh dan tersenyum ke arah suaminya "Kiren yang nelpon Yank, bukan siapa siapa"
"Mana lihat" Kenzo masih curiga pada istrinya
'Ya ampun bener bener deh ni orang' Syila menunjukan layar ponselnya yang tertera nama Kiren di sana.
"Oh oke, aku mau ke ruang kerja bentar" kata Kenzo tersenyum puas
"Dasar, pencemburu" gerutu Syila saat Kenzo sudah sampai di depan pintu
"Biarin aja sama istri sendiri juga" Kenzo membuka pintu dan keluar dari kamar sambil tergelak tanpa suara.
"Hallo Ki, ada apa?"
"Hallo Syil, belum tidur lo?"
"Belum nih, ada apa? Roman rumah nya ada yang bahagia"
"Hahaha. Tau aja"
"Iya dong gue kan sahabat terbaik lo"
"Oke oke. Gue sama Ferdi beneran pacaran sekarang Syil"
"Hah? Serius lo? Wahh selamat ya Ki, gue seneng banget dengernya"
"Iya Syil, gue pengen langsung ngasih tahu lo soal ini. Soalnya lo orang pertama yang berhak tahu kebahagiaan gue"
Syila tersenyum haru mendengar ucapan temannya ini. Sungguh Kiren lebih dari seorang sahabat baginya. Kiren adalah saudara dan segalanya buat Dia.
"Makasih Ki, lo juga sahabat yang paling baik buat gue"
Bersambung
__ADS_1