Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 37


__ADS_3

Kedua pasangan yang belum bisa di sebut sepasang kekasih ini masih berada di restoran. Menunggu sang wanita menceritakan semua masa lalu yang membuatnya menutup perasaan nya pada pria.


Kiren menghela nafas "Seandainya dulu Ayah tidak meninggalkan Ibu, semuanya akan berbeda"


Begitulah Kiren memulai ceritanya


Fardi masih setia mendengarkan tanpa mau memotong ucapan Kiren. Dia benar benar penasaran dengan semua kisah wanita yang sudah berhasil menggoyahkan perasaan nya.


"Saat umur ku baru 10 tahun, Ayah pergi entah kemana selama berbulan bulan. Sampai pada suatu saat Dia pulang dengan membawa seorang bayi perempuan yang sepertinya baru beberapa minggu lahir. Dan seorang wanita cantik yang lebih muda dari ibu" Kiren menghapus air mata yang lolos begitu saja


"Aku yang masih kecil hanya diam, tidak terlalu mengerti. Tapi Ibu sudah menangis bahkan sebelum Ayah berkata apapun. Saat itu aku ingin sekali memeluk Ayahku. Jujur saja aku merindukan nya. Sangat merindukan nya"


Kiren menunduk menangis tersedu sedu, bahunya bergetar. Ferdi meraih tangan Kiren yang berada di atas meja. Menggenggam nya erat, mencoba memberi kekuatan pada wanitanya.


Kiren menghembuskan nafas kasar setelah mulai bisa mengedalikan dirinya. Dia akan melanjutkan ceritanya, sudah terlanjur Dia bercerita.


"Aku tidak berani mendekat ke arah Ayah. Aku hanya bisa mengintip dari balik pintu kamarku saja. Sungguh hatiku hancur sehancur hancurnya saat mendengar ucapan Ayah.. Hiks Hiks" Kiren kembali terisak


"Ayah berkata dengan sangat dingin pada Ibu. Tidak seperti Ayah yang aku kenal, yang hangat dan penuh perhatian"


'Hani aku sudah menikah lagi dengan Sefira dan ini anak kami. Maafkan aku, tapi sungguh pernikahan kita tidak bisa di lanjutkan lagi. Dari dulu aku tidak mencintaimu.

__ADS_1


Untuk Kiren, semuanya aku serahkan padamu. Kau pun tahu kan kalau aku hanya terpaksa menikah denganmu dan aku juga terpaksa mempunyai anak darimu karna paksaan keluargaku. Tapi sekarang kedua orang tua ku sudah meninggal. Jadi aku sudah tidak perlu berpura pura lagi.'


"Hiks Hiks... Ayah tega mengatakan itu pada Ibu. Setelah itu Ayah pergi tanpa mau menemuiku dulu. Aku bahkan sampai mengejar mobil Ayah, tapi percuma Ayah tidak perduli lagi padaku. Hiks Hiks"


"Sampai aku benar benar berjanji dalam diriku untuk tidak memikirkan Ayah lagi. Melihat Ibu yang menangis dengan tubuh yang terlihat sangat lemah membuatku benar benar membenci Ayah"


"Sampai aku pernah berkata pada Ibu kalau aku tidak mau menikah dan memiliki hubungan dengan pria manapun. Menurutku semua pria sama tidak ada yang setia dan selalu menyakiti wanita"


Kiren mengakhiri ceritanya dengan tangisan yang terdengar sangat memilukan. Ferdi terus menggegam tangan Kiren. Melihat wanitanya menangis dengan begitu menyakitkan membuatnya geram karna ternyata wanitanya sangatlah menderita selama hidupnya.


'Aku akan membahagikan mu Ki'


"Sudah lebih lega setelah bercerita padaku hmm? Mulai sekarang jangan menyembunyikan apapun lagi. Aku akan selalu ada di sampingmu apapun yang terjadi" kata Ferdi lembut


"Te..terimakasih" kata Kiren masih terisak


"Sudah jangan menangis lagi, ada aku disini bersamamu" kata Ferdi mencium punggung tangan Kiren.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Malam harinya Ferdi pergi ke rumah bos sekaligus sepupunya itu. Dia ingin meminta bantuan bos nya untuk menyelidiki tentang Ayahnya Kiren.

__ADS_1


"Jadi Kiren dan Ibunya di campakan oleh Ayahnya" kata Kenzo menatap pada Ferdi


Ferdi mengangguk "Iya, dan aku minta bantuan mu untuk mencari tahu tentang Ayahnya Kiren"


Kali ini Ferdi berbicara bukan atara bos dan asisten. Melainkan antara saudara dan teman.


"Baik aku aka selidiki semuanya. Dan tadi siapa nama Ayahnya itu?" tanya Kenzo


"Andi....." Ferdi terdiam seperti mengingat sesuatu


"Andi Wijaya" ucap mereka serempak


"Pemilik perusahaan Wijaya Property" ucap Ferdi yang baru ingat dengan nama beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Will.Group.


"Hahaha. Ternyata dunia ini sempit sekali. Tapi apa Kiren tidak pernah bertemu dengan ayahnya waktu di kantor? Kita kan sudah lama bekerja sama dengan Wijaya Property " kata Kenzo


Ferdi menggeleng "Saya tidak tahu, mungkin memang mereka tidak pernah bertemu Tuan"


"Ck kau ini, tadi sudah berbicara santai sekarang kenapa berubah lagi ke formal. Jika tidak di kantor berbicara santai saja tidak perlu sekaku itu" kata Kenzo yang di jawab anggukan oleh Ferdi


"Baiklah besok kita selidiki tentang perusahaan Wijaya itu. Sekarang kau pulang lah dulu" kata Kenzo

__ADS_1


Ferdi mengangguk dan berlalu pergi dengan perasaan sedikit lega karna sudah menemukan siapa ayah kandung Kiren yang begitu tega itu.


Bersambung


__ADS_2