
Syila berada di taman belakang, mereka duduk di pinggir kolam berenang dengan kaki masuk ke dalam kolam.
"Lo kenapa si Ki? Ko kesel banget sama Ferdi. Perasaan lo selalu aja ribut kalau ketemu Ferdi" kata Syila
Kiren menghela nafas "Gak tau juga si, tapi Dia itu selalu buat gue kesel tau gak? Ahhh kesel pokonya gue kalo ketemu Dia"
"Hahaha, hati cinta loh Ki" kata Syila menggoda sahabatnya itu
"Apaan si, enggak mungkin" jawab Kiren mengelak
"Hahaha, mungkin aja kali Ki. Gak ada yang gak mungkin di dunia ini" kata Syila semakin suka menggoda Kiren
"Hah tetep aja gak mungkin, lagian gue belum siap untuk membuka hatu gur untuk laki laki mana pun" kata Kiren, ada nada getir dalam ucapan nya kali ini
Syila menghela nafas dan menatap iba pada Kiren "Mau sampai kapan lo kaya gini Ki? Gak semua lelaki sama Ki. Cobalah lo buka hati"
Kiren menggeleng dengan tatapan sendu "Gue belum siap Syil, buat gue semua laki laki sama aja"
Syila hanya bisa menghela nafas berat. Dia tidak mau memaksa sahabatnya. Biarlah Kiren sendiri yang akan melupakan masa lalu nya dan membuka hati untuk pria lain lagi.
Jauh disana sepasang mata menatap mereka dan menajamkan pendengaran nya.
"Sedang apa kau?" Kenzo datang dan mengagetkan Ferdi dengan menepuk bahunya
"Tidak Tuan" jawab Ferdi singkat
"Kau menyukai sahabat istriku" kata Kenzo
"Tidak"
"Janagn berbohong, aku melihat sendiri bagaimana kau mencoba mendekatinya walaupun dengan cara membuatnya kesal" kata Kenzi menatap Ferdi
__ADS_1
Ferdi diam, memang benar kalau Dia selalu ingin dekat dengan Kiren walaupun kadang caranya akan membuat Kiren kesal. Tapi justru dimata Ferdi wajah Kiren yang kesal sangatlah menggemaskan.
"Kejarlah cintamu Fer, perjuangkan semuanya. Jangan sepertiku yang bodoh karna dapat tertipu sehingga menyakiti wanita yang aku cintai" kata Kenzo
"Menurutku Kiren wanita yang baik, walaupun Dia sangat jutek apalagi sama seorang pria" tambahnya lagi
"Justru itulah saya tertarik padanya Tuan. Disaat semua wanita memperlihatkan sisi manisnya untuk menarik perhatian saya. Sementara Dia malah jutek dan seperti tidak mau cari perhatian pada saya seperti wanita lain lakukan" kata Ferdi
Kenzo sampai terbengong melihat Ferdi yang bicara tanpa henti. Baru kali ini Kenzo melihat asisten sekaligus sepupunya itu berbicara panjang lebar selain masalah pekerjaan. Dan Kenzo yakin Kiren akan bisa merubah sifat dingin Ferdi menjadi lebih hangat.
Kenzo menepuk bahu Ferdi memberikan semangat padanya "Tenang saja, aku akan membantumu untuk mencari tahu tentang Kiren dari istriku"
"Terimakasih Tuan" kata Ferdi
Syila dan Kiren berjalan kearah mereka setelah capek mengobrol dan bercanda tadi.
"Kalian ngapain disini? Kerjaan nya udah selesai?" tanya Syila
"Kita sudah selesai sayang" kata Kenzo
"Syil gue balik dulu ya" pamit Kiren
"Ohh oke, nanti gue kabarin soal yang tadi" kata Syila
"Sip" Kiren mengangkat ibu jarinya
"Kalau gitu saya pamit dulu Pak Kenzo dan Pak Ferdi" pamit Kiren yang di jawab anggukan oleh keduanya
Setelah Kiren pergi, Ferdi pun berpamitan. Dan sekarang tinggalah Kenzo dan Syila yang sedang duduk di sofa.
"Apa yang kalian bicarakan tadi sayang?" tanya Kenzo sambil mengelus rambut istrinya yang berbaring di pangkuannya
__ADS_1
"Tidak ada, cuma mengobrol biasa" jawab Syila masih fokus pada televisi di depan nya
"Tadi kau bilang soal tadi? Apa?" tanya Kenzo penasaran
"Ohhhh. Itu aku kan mau ketemu sama Mama Lidya dan Ka Kayra. Dan Kiren tahu tempatnya jadi nanti aku mau Dia yang antar aku kesana" jelas Syila
Kenzo mengangguk "Nanti ya kalau kau sudah benar benar pulih. Aku juga akan menemanimu"
Syila mengangguk kecil
"Oh ya sayang, apa kau tahu tentang Kiren?" Kenzo mulai melancarkan aksinya untuk mengetahui masa lalu Kiren
Syila menatap suaminya dengan tatapan bingung "Tentang Kiren? Maksudnya?"
"Ekhem.
Jadi gini Yank, Ferdi itu tertarik sama sahabat kamu itu. Tapi kan Kiren selalu jutek padanya. Apa Kiren punya masa lalu yang buruk tentang laki laki?" tanya Kenzo
"Ohhh. Aku tahu ko kalo asisten Ferdi itu menyukai Kiren" jawab Syila santai
"Terus kamu tahu gak apa yang membuat Kiren seperti menghindar dari Ferdi? Apa Dia tidak suka sama Ferdi?" tanya Kenzo makin penasaran
Asyila bangun dan duduk di samping suaminya "Jadi Kiren itu punya masa lalu yang buruk tentang pria. Itulah sebabnya kenapa Dia tidak bisa mempercayai pria. Di tambah lagi saat Dia tahu kalau kamu nyakitin aku. Kiren semakin membenci dan tidak percaya pada pria"
"Maaf ya sayang, atas perlakuan ku dulu padamu" kata Kenzo
Syila memegang tangab suaminya dan menciumnya "Tidak apa, aku sudah melupakan semuanya"
"Terimakasih sayang" Kenzo mencium kening Syila dan memeluknya
Bersambung
__ADS_1