
"Jadi begini Bu, saya kesini mau melamar anak ibu Kiren"
Ukhuk Ukhuk
Kiren terbatuk batuk karna terlalu terkejut dengan apa yang di dengarnya. Ibu Hani juga sama terkejutnya. Paslanya selama ini Dia tahu kalau putrinya tidak mempercayai seorang pria karna masa lalunya. Sekarang bagaimana bisa ada seorang pria tampan yang tiba tiba mau melamar putrinya.
"Bapak jangan bercanda" kata Kiren
Ferdi menggeleng "Aku tidak bercanda. Aku memang ingin melamarmu Kiren"
Kiren terbelalak kaget dan hanya diam. Bingung harus menjawab apa, Kiren masih belum percaya apa yang di dengarnya barusan.
"Nak Ferdi, apa Nak Ferdi yakin dengan apa yang di ucapkan barusan?" tanya Bu Hani lembut
"Iya Bu, saya yakin. Karna memang sudah lama saya tertarik pada putri Ibu" kata Ferdi yakin
"Ta...tapi Pak, saya belum siap untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Apalagi menikah" kata Kiren jujur
Hani mengelus tangan putrinya "Cobalah untuk melupakan semuanya Ki, sampai kapan kau akan menjaga jarak dari pria manapun. Tidak semua pria sama Ki"
'Sebenarnya apa yang telah di alami Kiren sampai Dia sangat tidak mau menjalin hubungan dengan pria' Ferdi
"Tap..tapi Bu"
__ADS_1
"Cobalah dulu untuk menjalin hubungan lebih dekat lagi dengan Nak Ferdi. Cobalah untuk membuka hatimu Ki" kata Hani lagi
Dia merasa sangat tidak tega melihat Kiren yang terbelenggu dengan masa lalunya. Sampai Kiren membuat jarak dengan pria manapun yang ingin menjalin hubungan dengan nya. Dan Hani melihat kalau Ferdi memang benar benar tulus pada putrinya.
"Ki dengarkan ibu, mau sampai kapan Kiki membenci semua pria. Mau sampai kapan Kiki menyalahkan semua pria. Cobalah Kiki menerima Ferdi, kalian bisa saling mengenal dulu" kata Bu Hani menggenggam tangan putrinya
"Aku janji Ki, akan membuat my bahagia dan akan selalu menjagamu. Aku tidak akan membuatmu menderita" kata Ferdi penuh ketulusan
Entah sejak kapam rasa ingin memiliki Kiren itu tumbuh di hati Ferdi. Yang jelas saat ini Ferdi hanya ingin menghabiskan sisa umurnya bersama Kiren sampai tua nanti.
"Ba..baiklah Pak, aku akan mencobanya" kata Kiren dengan suara bergetar
'Apa yang telah kau alami selama ini' Ferdi
Baru kali ini seorang Ferdi bicara banyak dan dengan nada yang cukup lembut. Tidak terlalu kaku dan datar seperti biasanya.
"Baiklah karna urusan kita sudah selesai. Jadi kami mohin pamit Bu, kita harus kembali ke kantor" kata Ferdi
"Baiklag Nak Ferdi, hati hati di jalan" kata Bu Hani
"Ibu Kiki pamit ya"
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
__ADS_1
Setelah kejadian beberapa hari lalu, Ferdi terus meyakinkan Kiren tentang perasaan nya. Kiren pun mulai bisa membuka hatinya yang sudah lama terkunci.
"Ayo kita makan di luar"
Ferdi menggandeng tangan Kiren dan mereka berjalan bergandengan keluar dari kantor. Semua karyawan pun sudah tahu kalau mereka mempunyai hubungan khusus. Walau pun melihat sikap Kiren yang masih terus sedikit menjaga jarak pada Ferdi.
Kiren turun dari mobil Ferdi dan berjalan masuk ke restoran. Ferdi hanya mengikuti langkah wanitanya memasuki restoran itu. Mereka makan siang dengan tenang. Sesekali Ferdi melirik ke arah Kiren yang hanya fokus pada makanan nya.
"Ki aku mau bicara dengan mu" kata Ferdi
Kiren menatap ke arah Ferdi "Bicara saja"
"Aku mau tahu tentang masa lalu mu. Tolong ceritakan kenapa kau selalu menjaga jarak dengan pria? Jelaskanlah padaku, supaya aku bisa mengerti semuanya" kata Ferdi
Kiren hanya diam, sudah lama Dia memendam semuanya sendiri. Rada benci dan sakit hati pada seorang pria. Hanya Syila yang tahu semuanya.
Apakah harus sekarang Dia berbagi cerita pada pria yang baru saja bisa membuat nya sedikit merubah rasa benci pada seorang pria.
"Ayolah Ki, apa kau masih meragukan ku?" kata Ferdi masih tidak mau menyerah
"Baiklah aku akan menceritakan semuanya. Tapi ku mohon kau jangan mengungkit nya lagi. Dan jangan membicarakan ini pada siapa pun lagi" kata Kiren
Ferdi mengangguk "Iya aku janji"
__ADS_1
Bersambung