
Sudah 3 hari Syila berada di rumah sakit dan sekarang Dia sudah di izinkan pulang. Keadaan nya pun sudah lebih baik.
Kenzo terus menggenggam tangan Asyila denga tangan kirinya. Sementara tangan kanan nya sedang memegang setir.
"Ken lepasin ih bahaya. Aku gak akan kemana mana sayang" kata Syila
Kenzo mencium tangan istrinya "Baiklah"
"Hmmm. Ken?" kata Syila ragu
Kenzo menoleh sekilas dan kembali fokus pada jalanan di depan nya.
"Apa aku boleh melihat keadaan Mama Lidya dan Ka Kayra" kata Syila
"Ekhem" Kenzo sudah memperkirakan kalau Syila akan meminta ini padanya setelah tahu semuanya.
"Bolehkan?" kata Syila memasang wajah memelas
Kenzo menghela nafas "Baiklah, tapi gak sekarang"
"Beneran? Terimakasih ya sayang" kata Syila semangat
"Hmmm"
Kenzo memarkirkan mobilnya di perkarangan rumahnya. Kenzo turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Syila.
"Terimakasih " Syila pun turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Kenzo memasuki rumah mereka
Kenzo langsung membawa Syila ke kamarnya. Syila segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara Kenzo duduk di sofa sambil mengecek email di laptopnya.
'Baru pulang aja langsung kerja, pasti Dia lelah. Kasihan sekali suamiku'
Syila hanya memperhatikan suaminya yang sedang fokus pada laptopnya. Syila pun mengambil ponselnya dan menelpon Kiren. Dia berjalan ke arah balkon kamar.
"Hallo Syil, gimana kabar lo?"
"Baik, gue udah pulang nih udah di rumah"
"Hah syukurlah. Maaf ya Syil gara gara gue lo harus masuk ke rumah sakit lagi"
__ADS_1
"Apaan si lo? Lo gak salah Ki, lo kan cuma menceritakan semua yang lo tahu. Tapi gue nya aja yang belum siap menerima kenyataan"
"Sekarang gimana keadaan lo?"
"Tenang aja, gue udah baikan"
"Oh ya Ki, gue mau ketemu sama lo. Dateng dong kesini"
"Iye nanti gue dateng, mau di bawain apa?"
"Hehe tau aja lo, bawain kue buatan Ibu. Gue kangen kue buatan Ibu"
"Siap"
Cukup lama Syila dan Kiren berbincang bincang di telpon. Asyila tersenyum menatap hamparan taman di bawah sana. Bunga bunga yang bermekaran menghiasi taman itu membuatnya lebih indah. Syila menghirup udara dan menghembuskan nya dengan pelan.
"Lagi ngapain si?" Kenzo sudah memeluk Syila dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Syila
"Bikin kaget aja, habis nelpon Kiren. Aku suruh kesini Dia, gak papa kan?" Syila menoleh ke arah suaminya dan mencium pipi nya
"Is't Oke" jawab Kenzo santai
"Sayang, aku ingin" kata Kenzo dengan suara serak dan tatapan sayu
Syila tidak menjawab malah tersenyum manis. Kenzo segera melahap kembali bibir manis itu. Kenzo menggiring Syila masuk ke dalam kamarnya tanpa melepaskan ciuman mereka.
Akhirnya pergulatan panas di pagi menuju siang ini terjadi di kamar mereka berdua. Desahan yang saling bersahutan dari keduanya memenuhi kamar itu.
"Terimakasih Sayang" bisik Kenzo sambil memeluk tubuh polos istrinya
Mereka pun terlelap dengan kulit yang saling bersentuhan memberi kehangatan pada keduanya.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Kiren sudah sampai di perkarangan rumah Syila. Dia membuka helm nya dan membawa kantung plastik yang berisi kue buatan ibunya.
Tin tin tin
Sebuah mobil mewah masuk ke pekarangan rumah Syila. Kiren menatap pada mobil itu karna merasa asing dan tidak tahu mobil siapa itu.
__ADS_1
Seorang pria berwajah datar keluar dari mobil itu. Menatap Kiren dengan wajah datarnya dan menghampirinya.
"Ngapain kau disini?" tanya Ferdi datar
"Di suruh Syila buat bawain kue" Kiren mengangkat kantong plastik yang dari tadi di pegangnya
"Ya udah ayo masuk"
Entah sadar atau tidak tiba tiba Ferdi menggenggam tangan Kiren dan berjalan masuk ke rumah Kenzo. Kiren terbelalak kaget menatap tangan nya yang di genggam erat oleh Ferdi.
"Pak lepasin ih malu" kata Kiren mencoba melepaskan tangan nya
"Eh ngapain kamu pegang pegang tangan saya"
Ferdi baru sadar kalau Dia menggenggam tangan Kiren. Karna tidak mau malu di depan Kiren jadi Dia menyalahkan Kiren.
"Hah? Kan bapak yang pegang tangan saya. Aneh deh" kata Kiren heran
"Jangan banyak omong kau, jelas jelas kau yang memegang tanganku. Lagian siapa juga yang mau memegang tangan kasarmu itu" kata Ferdi ketus menutupi rasa malunya
"Heh terserah bapak deh" Kiren berlalu masuk duluan ke rumah Syila, karna percuma berdebat dengan orang seperti Ferdi yang tidak mau kalah.
"Lo kenapa Ki? Muka ko di tekuk kaya gitu?" tanya Syila yang baru saja turun dari kamarnya dan menatap Kiren yang duduk di sofa ruang tamu dengan wajah kesal
"Argghhh kesel gue Syil " kata Kiren terlihat jelas wajah nya yang sangat kesal
"Kesel kenapa?" Syila duduk di samping Kiren
Baru juga Kiren mau membuka mulutnya tapi Dia tutup kembali ketikan melihat Ferdi masuk dengan wajah datar.
Syila menoleh dan melihat Ferdi berdiri disana "Fer kau kesini? Ada apa?"
"Saya ada urusan dengan Tuan, Nona" Ferdi mengangguk hormat
Syila menatap Kiren yang semakin menekuk wajahnya itu. Ahh Dia baru sadar kalau pasti ada yang terjadi antara Ferdi dan Kiren.
"Kau naik ke saja Fer, Tuan ada disana" kata Syila, Ferdi hanya mengangguk
Bersambung
__ADS_1