Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 33


__ADS_3

Keluarga Asyila dan Kenzo sedang di landa kebahagiaan tiada tara. Kehamilan Syila sangatlah di inginkan oleh keduanya. Kehadiran seorang anak memang di dambakan oleh semua pasangan suami istri.


"Ken kau kan sudah janji kalau hari ini kita akan ke rumah Mama Lidya" kata Syila


Memang Kenzo menjanjikan kalau weekend ini Dia akan membawa istrinya menemui ibut tiri dan kaka tirinya.


"Baiklah sayang, tapi ingat kau harus berhati hati disana. Mengingat kondisi ibumu yang sekarang sedang mengalami gangguan jiwa, bisa saja Dia menyakitimu nanti" kata Kenzo merasa cemas dan khawatir


Syila mengangguk dan tersenyum "Baiklah, ayo kita berangkat"


Kenzo dan Syila menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah Lidya yang sudah di beri tahu oleh Kiren alamatnya.


Sesampainya di sana Syila menatap tidak menyangka melihat rumah kontrakan yang sangat sederhana. Bagaimana bisa Ibu tirinya dan Kayra tinggal di rumah seperti ini. Sementara dulu mereka sangatlah hidup glamor dan serba berkecukupan.


Tok tok tok


Syila mengetuk pintu rumah itu dan melihat ke arah Kenzo dengan wajah cemas. Kenzo mengangguk mengisyratkan kalau semuanya akan baik baik saja.


*Ce*klek


Kayra membuka pintu dan langsung terbelalak kaget saat mendapati Syila dan Kenzo yang berada di depan nya. Kayra mengira yang datang adalah Kiren yang memang sering datang ke rumahnya.


"Syi...Syila" kata Kayra tergagap masih tidak percaya dengan apa yang Dia lihat


"Ka maafkan Syila" Asyila langsung memeluk Kayra merasa bersalah karna membiarkan Kayra dan ibunya menderita.


Kiren diam mematung mendapat pelukan dari Syila. Dia tidak membalas pelukan nya karna terlalu kaget dengan apa yang terjadi sekarang.


"Ka, maafkan aku karna udah membiarkan kalian menderita. Maaf Ka, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Maafkan aku Ka" kata Syila mulai menangis


Kayra tersadar dari keterkejutan nya, Dia mendorong tubuh Syila sampai Syila melepaskan pelukannya.


"Kenapa?"tanya Kayra lirih dan menunduk

__ADS_1


Syila menghapus air matanya "Kenapa apa Ka?"


Kenzo hanya diam memberikan ruang untuk mereka berbicara dari hati ke hati.


Kayra semakin menunduk dengan mata berkaca kaca "Kenapa? Kenapa kau masih saja baik sama kita? Apa kau lupa apa yang telah kita lakukan padamu selama ini? Kenapa Syila?"


Syila diam mendengar ucapan Kayra. Jujur saja Syila memang tidak bisa melupakan apa yang telah mereka lakukan padanya. Tapi Asyila hanya mencoba memaafkan dan melupakan semuanya.


"Ka aku sudah melupakan semuanya. Sekarang hanya kalian lah keluarga yang aku punya. Sekarang kita buka lembaran baru untuk keluarga kita Ka. Ikutlah denganku" kata Syila kembali memeluk kakanya


Kayra diam dalam pelukan Syila, mereka pun menangis bersama. Kayra menyesali apa yang telah Dia lakukan pada Syila dulu. Sungguh Kayra sangat menyesalinya.


"Maafkan aku Syil, aku menyesal dengan semua yang telah aku dan Mama lakukan padamu dulu...Hiks..Hiks.. Maafkan aku" kata Kayra terisak


Syila melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Kayra dan tersenyum pada kakanya itu.


"Aku sudah memaafkan Kaka, kita mulai dari awal lagi" kata Syila


'Kau memang wanita terhebat dan tersabar sayang' Kenzo


"Ka aku mau ketemu Mama, apa boleh?" kata Syila setelah keduanya tenang


Kayra mengangguk dan tersenyum "Ayo biar aku antar kau bertemu Mama"


Syila menatap tidak percaya pada wanita paruh baya yang duduk bersandar di tempat tidur dengan tatapan kosong. Tubuhnya yang dulu sangat bagus, sekarang terlihat kurus dan tidak terurus.


Syila melangkah mendekati ibu tirinya itu diikuti Kenzo dan Kayra di belakangnya. Lidya sama sekali tidak merespon kedatangan Syila.


"Beginilah kondisi mama sekarang Syil" kata Kayra sedih


Syila duduk di pinggir tempat tidur, Dia meraih tangan ibunya dan mencium punggung tangannya. Air mata tidak bisa tertahan kan lagi.


"Ma, kenapa Mama jadi seperti ini?" kata Syila tak kuasa melihat keadaan ibu tirinya itu.

__ADS_1


Syila menoleh ke arah suaminya "Sayang apa boleh kalau aku memberikan mama perawatan agar bisa sembuh kembali"


Kenzo mengangguk dan mengusap kepala istrinya "Tentu saja sayang, aku akan memberikan perawatan terbaik untuk Mama mu"


"Terimakasih, Ka kita bawa Mama ya. Kita harus mengobati Mama agar bisa cepat sembuh. Kaka ikut aku ya" kata Syila


"Aku terserah pada kalian saja Syil" jawan Kayra pasrah


"Syila"


Semua menoleh ke arah suara lirih yang memanggil Syila. Lidya mengerjapkan matanya dan menatap ke arah Syila.


"Ma, Mama ini Syila Ma" kata Syila menggenggam erat tangan Lidya


"Syila maafkan Mama, maafkan Mama... Hiks hiks... Maafkan Mama, Maafkan Mama" hanya itu yang di ucapkan Lidya sambil terus menangis terisak.


"Iya Ma, Syila sudah memaafkan Mama. Sekarang Mama harus sembuh ya" kata Syila kembali mencium tangan Lidya


"Maafkan Mama Syila "Lidya masih saja menangis


Syila menatap ke arah Kayra "Dia memang begitu Syil, selama ini Mama selalau mengucapkan itu jika sedang mengingatmu. Sepertinya Mama juga sangat menyesal karna telah menyiksamu selama ini"


Syila kembali meneteskan air mata "Ma Syila sudah memaafkan Mama. Sekarang Mama harus sembuh ya biar bisa melihat anak Syila nanti"


"Kau hamil Syila" kata Kayra kaget


Syila menoleh dan tersenyum "Iya Ka aku sedang mengandung sekarang"


"Wahh selamat ya Syil, semoga kamu dan anak kamu selalu sehat" Kayra memeluk Syila dan mengelus perutnya


Kenzo tersenyum melihat kaka beradik yang telah berbaikan itu. Sungguh rencana Tuhan memang yang terbaik untuk umatnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2