
Semua berjalan sesuai rencana, Nandi Sanjaya sudah mendekam di dalam penjara dengan pasal tuntutan berlipat ganda. Nama baik almarhum ayahnya Kenzo pun sudah kembali. Sementara Kayra tidak tahu ada dimana. Lidya menutup mulutnya rapat saat awak media melakukan wawancara padanya tentang suami dan anaknya.
Sudah satu bulan sejak kejadian kecelakaan itu. Syila masih saja betah dengan tidur panjangnya. Kenzo sudah tidak pernah pulang ke rumah. Dia berangkat dari rumah sakit dan pulang juga ke sana. Ferdi yang selalu membawakan pakaian ganti untuk nya.
"Sayang sampai kapan kau akan mendiamkan ku seperti ini"
Hari hari nya setelah pulang kantor Kenzo hanya mengajak bicara pada istrinya. Berharap istrinya akan cepat sadar dan mendengar semua penyesalan nya selama ini.
Kenzo terbangun dari tidurnya Dia merasa aneh karna sekarang Kenzo ada di tempat yang sama sekali tidak di kenalinya. Kenzo melihat seseorang berdiri membelakangi nya. Kenzo sangat tahu perawakan siapa itu. Dia pun berjalan mendakatinya.
"Asyila" panggil Kenzo
Asyila menoleh dan tersenyum manis padanya "Hai Ken"
"Asyila ini benar benar kamu" Kenzo langsung menghambur ke pelukan Syila
"Iya ini aku" Syila membalas pelukan Kenzo
"Kamu sudah sembuh" Kenzo memegang wajah Syila yang terasa sangat dingin
Asyila hanya tersenyum
"Maafkan aku Syila, aku menyesal karna telah menyakitimu. Aku mencintai mu Syia. Tolong maafkan dan kembali padaku" kata Kenzo tulus
Asyila tersenyum "Terimakasih Ken karna sudah mau menerima ku. Aku mencintai mu dan aku sudah memaafkan mu. Tapi maaf aku sudah nyaman disini. Aku akan tinggal bersama ibu"
"Apa maksudmu Syila? Kau harus ikut bersamaku" kata Kenzo mulai merasa ada yang tidak beres
__ADS_1
"Kenzo aku sangat mencintaimu. Tapi aku lelah Kenzo, aku lelah dengan hidup ini. Aku menyerah Kenzo, aku mau bersama ibuku saja. Aku bahagia disini. Hiduplah dengan baik Kenzo. Aku mencintaimu"
Asyila berjalan meninggal kan Kenzo. Dia berbalik dan tersenyum pada Kenzo sambil melambaikan tangan.
"Selamat tinggal Kenzo"
"Syila..Asyilaaa... Jangan pergi... Asyila.. Hah "
Kenzo terbangun dari mimpi buruknya. Keringat terus bercucuran di dahinya. Dadanya berdetak kencang. Kenzo mengatur nafas yang tidak beraturan.
Titttttttttttt
Suara alat pendeteksi detak jantung Asyila berbunyi sangat nyaring. Membuat Kenzo berlari ke arahnya dan segera menekan tombol darurat di atas tempat tidur Syila beberapa kali.
"Syila kumohon bertahan. Sayang dengarkan aku!! Aku tidak akan sanggup hidup tanpamu. Syila sayang bertahanlah kumohon" teriak Kenzo frustasi air matapun sudah tidak bisa di tahan nya lagi.
Tak lama kemudian dokter dan dua orang perawat datang. Kenzo memundurkan langkahnya membiarkan dokter menangani Syila.
"Tuan bisa bicara sebentar" kata Dokter
"Hmmm"
"Tuan maaf sebelum nya, tapi kami harus mengatakan ini. Nona hanya bisa bertahan dengan alat bantu itu saja. Jika alat medisnya di lepas maka Nona sudah tidak bisa bert...."
"Tutup mulutmu. Syilaku akan bangun Dia masih hidup. Dan jangan pernah kau bicara omong kosong seperti itu lagi" teriak Kenzo
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi" Dokter pun keluar
__ADS_1
Kenzo berjalan gontai ke arah ranjang pasien. Kenzo mencium seluruh bagian wajah Asyila. Kenzo sedikit membungkuk kan tubuhnya dan Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Syila.
"Syilaku sayang, bangun ya. Apa kau tidak merindukanku. Kau pasti bisa sayang, kau wanita terhebat dan terkuat yang pernah aku temui. Bangunlah sayang" bisik Kenzo dengan air mata yang sudah mengalir deras
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Waktu berjalan begitu cepat, satu tahun sudah Asyila koma. Dan sudah beberapa kali dokter menyarankan agar Kenzo melepas alat bantu pernafasan pada Syila. Karna sudah tidak ada harapan lagi. Asyila seakan menolak untuk sadar.
"Tutup mulutmu, Syilaku masih hidup" Kenzo kembali emosi setiap mendengar penjelasan dokter yang tidak punya harapan kalau Syila akan kembali sadar
"Tapi Tuan, ini sudah satu tahun dan tidak ada tanda tanda Nona akan sadar. Nona Syila seakan menolak untuk bangun Tuan. Hanya alat bantu pernafasan itu yang membuat Nona masih bertahan. Kami sudah tidak punya harapan lagi Tuan" jelas dokter
"Ku bilang tutup mulutmu" Ksnzo menarik kerah baju dokter dengan emoso menggebu
"Syilaku kuat, Dia masih betah di alam mimpinya. Dia akan bangun, Dia tidak mungkin meninggalkan ku. Kau paham" teriak Kenzo
Dokter pun hanya menghela nafas lalu pergi meninggalkan Kenzo. Merry dan Kenzi yang baru datang langsung diam membeku mendengar teriakan Kenzo pada dokter. Merry pun segera menghampiri Kenzo yang masih berada di luar ruangan Syila.
"Kenzo mau sampai kapan kau seperti ini? Syila tidak akan bangun Ken, sadarlah kalau apa yang kau lakukan hanya sia sia" keta Merry
"Mam Cukup. Syila akan bangun kita hanya perlu bersabar. Sampai kapan pun Kenzo akan berusaha membuat Syila sadar" Kenzo berdiri dan langsung masuk ke ruangan istrinya
Kenzo mencium seluruh bagian wajah Syila lalu Dia duduk di kursi samping ranjang pasien. Kenzo menggenggam tangan Syila dan menciumnya beberapa kali dengan air mata yang sudah menetes.
"Sayang, apa sih yang membuat kau betah di sana? Apa karna aku selalu menyakiti mu jadi kau menghukum ku seperti ini? Hukumlah aku sesukamu Syila, tapi ku mohon jangan seperti ini. Bangunlah"
Tidak pernah bosan Kenzo mengajak bicara istrinya karna Dia berharap Syila akan mendengar ucapan nya dan segera sadar.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa Vote,Like dan komen nya ya. 🤗🤗