Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Bonscap 4


__ADS_3

Kiren terus melirik suaminya yang sedang menyetir. Mobil yang tadi Dia pakai di bawa oleh asisten Ferdi.


"Sa...yang??" panggil Kiren dengan perasaan gugup setangah mati


Ferdi melirik sinis pada istrinya itu "Apa?"


Ehh.. Busett judes banget si suami Gue. Dia marah gara gara apa? Gue'kan keluar rumah juga cuma buat bantuin sahabat Gue juga istri dari saudaranya ini.


Sepertinya Kiren belum menyadari apa yang menbuat Ferdi sampai semarah ini. Tidak sadar akan keposessifan suaminya selama ini.


"Turun"


Ferdi mematikan mesin mobilnya dan membuka sabuk pengaman lalu turun dari mobil setelah menyuruh Kiren untuk segera turun dari mobilnya.


Kiren segera membuka sabuk pengaman nya "Gila.. Dia marah besar"


Kiren pun turun dari mobil dan mengikuti suaminya yang sudah berjalan duluan masuk ke dalam rumah mereka.


Ferdi duduk di sofa tunggal yanga ada di ruang tamu. Kiren masih berdiri di jarak aman, menatap punggung suaminya yang sedang duduk sambil bersidekap dada.


"Mau sampai kapan kau berdiri di situ? Duduk!!" suara tegas dan dingin Ferdi berhasil membuat Kiren terperanjat kaget.


Kiren langsung berjalan mendekat ke arah suaminya "Kamu kenapa si Yank?"


"Duduk!" lagi lagi Ferdi berkata dengan nada dingin dan tanpa menatap ke arah Kiren


Dia pasti marah gara gara gue keluar rumah tanpa izin dulu deh.


Kiren pun duduk di sofa panjang yang berada di samping Ferdi "Maaf deh kalo aku keluar rumah tanpa izin dulu sama kamu. Tapi, tadi aku udah coba buat hubungin kamu. Tapi kamu gak angkat telpon aku"


Jadi disini aku gak salah salah amat.


"Terus kenapa kamu membawa mobil itu? Dimana kau mendapatkan kuncinya?" tanya Ferdi dingin

__ADS_1


Apa Dia marah gara gara Gue pake mobil Dia ya? Apa itu mobil kesayangan nya? Mati Gue kalo bener itu mobil kesayangan nya.


"Aku nemu di atas meja di kamar, maaf aku gak tau kalo itu mobik kesayangan kamu" lirih Kiren


Ferdi mengerutkan keningnya, Dia melihat ke arah istrinya yang sedang menunduk. Dasar Bodoh!!


"Aku marah bukan karna kamu pake mobil itu. Mau itu mobil kesayangan aku atau mobil termahal sekalipun. Aku gak peduli, yang membuat aku marah karna kamu berani menyetir sendiri dan aku bahkan tidak tahu kalo kamu bisa nyetir" jelas Ferdi


Kiren langsung mendongakan kepalanya, menatap wajah suaminya "Maaf. Tadi itu aku terburu buru terus aku juga panik banget. Lagian kenapa kamu gak biarin aku bawa motor aku kesini. Jadinya aku'kan gampang kalo mau kemana mana"


"Kau fikir aku akan membiarkanmu pergi sendiri dengan menbawa motor atau menyetir mobil sendiri. Hah? Mulai besok aku akan tetapkan supir pribadi untukmu" kata Ferdi tegas


Kiren bersorak ria di dalam hatinya, iti artinya dia tidak terus terusan di rumah. Dia bisa pergi kemana pun asalkan bersama supir.


"Jangan senang dulu!!" kata Ferdi yang berhasil melunturkan senyuma kebahagiaan di wajah Kiren "Meskipun aku memberikan kamu supir untuk menganrkan kamu pergi. Tapi kau tidak akan bisa pergi tanoa seizinku. Ingat itu!"


Bahu Kuren langsung turun dengan lemas. Kirain boleh pergi kemana aha. Bisa bebas gitu kaya waltu dulu.


"Iya, aku tau"


Ferdi berdiri dan langsung menggending Kiren tanpa aba aba apapun membuat Kiren terkejut dan berteriak kaget.


"Kamu apaan si? Turunin aku" teriak Kiren


"Sudah diam!" Ferdi menatap tajam istrinya yang berada di gendongan nya


"Kamu mau apasi?"


"Aku mau menghukumu. Jadi kau diam saja menikmatinya" kara Ferdi dengan seringai tipis di bibirnya


Hah? Hukuman? Tapi aku harus menikmatinya. Apa maksudnya coba?


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...

__ADS_1


Di ruang rawat Asyila terasa hangat saat Kayra dan Rendi,calon suaminya juga Lidya yang sekarang kondisinya sudah semakin membaik.


Mami Merry dan Kenzi juga datang untuk melihat anak mereka. Di tambah lagi Ibu Hani dan Andi juga datang. Mereka semua berebut untuk menggendong bayi yang sangat menggemaskan itu.


"Siapa nama anakmu Ken?" tanya Andi


"Arfin Williams" jawab Kenzo


"Nama yang bagus" puji Mami Merry sambil mengelus kepala Arfin yang berada di gendongan Hani


"Syil, Kiki gak kesini?" tanya Andi yang sudah sangat merindukan putrinya itu


"Bentar Om, biar Syila telpon Kiren" kata Syila yang langsung mengambil ponselnya dan menelpon sahabatnya itu


"Hallo Ki, Lo dimana? Kesini ihh... Ibu sama Ayah Lo juga ada disini"


"Gila... Gue baru bisa bebas sekarang Syila"


"Bebas apaan? Bebas dari siapa si maksud Lo?"


"Huaaa... Syila Gue baru bisa bebas dari hukuman suami Gue gara gara kemarin Gue nyetir sendiri. Posesif banget emang tuh orang"


"Hahahaha... Seriusan Lo Ki? Hahaha... Udah cepetan Lo kesini, jangan lupa mandi Sayang.... Hahaha"


Syila langsung memutuskan sambungan telponnya masih dengan tawa yang terdengar.


"Kenapa Syil?" tanya Hani


"Hahaha. Gak papa Bu, nanti tanyain aja sama anak Ibu" jawab Syila


Semoga Lo akan terus tersenyum seperti ini Syila. Jangan sampai Lo menderita lagi kaya dulu. Maafin Gue Syila. Kayra


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2