
Kenzo menatap sedih pada wanita yang kini telah berhasil memiliki hatinya. Wanita yang kini telah bertahta di hatinya. Wanita yang menemani hidupnya, dan mencintainya dengan tulus. Tapi sekarang wanita itu masih terbaring lemah di ranjang pasien. Dengan wajah pucat dan selang infus.
"Sayang" bisik Kenzo ditelinga Syila
"Eughh" terdengar lenguhan dari bibir Syila
Kenzo menatap wajah Asyila yang mulai mengerjapkan matanya. Kenzo segera menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
"Sayang apa yang kamu rasakan?" tanya Kenzo sambil mengelus pipi pucat istrinya
"Kepalaku sakit" terdengar sangat lirih
"Sebentar ya, tunggu dokter datang" Kenzo mengelus lembut kepala istrinya
Tak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Syila.
"Bagaimana Dok?" tanya Kenzo
"Semuanya sudah lebih baik, tapi untuk sementara pasien harus di rawat untuk memantau perkembangan kesehatan nya" jelas Dokter
Kenzo hanya mengangguk dan berjalan ke arah ranjang Syila. Dokter pun berlaku pergi.
"Sayang, masih sakit kepalanya hmm?" tanya Kenzo sambil duduk di kursi samping ranjang pasien
Syila hanya menggeleng lemah, jujur saja Syila merasa kesal dan marah pada suaminya karna telah menyembunyikan kenyataan tentang keluarganya. Apalagi Ayahnya telah meninggal dunia, bahkan Syila pun tidak tahu.
"Ken" panggil Syila lirih
"Hmmm apa sayang?"Kenzo menatap wajah Syila yang terlihat sedih
"Kenapa kau tidak bilang kalau Ayah sudah meninggal?" tanya Syila
__ADS_1
Deg
Kenzo merasa jantungnya berhenti berdetak. Bingung harus menjelaskan apa pada istrinya ini.
"Jawab Ken" suara Syila sudah mulai meninggi dengan air mata yang mengalir begitu saja
"Sayang dengarkan aku" Kenzo menghapus air mata istrinya
"Aku melakukan ini hanya demi kebaikanmu. Lihat lah bagaimana keadaan mu sekarang, itu semua karna kau mengetahui beruta mengejutkan dari keluarga mu kan" kata Kenzo
"Jadi ku mohon, jangan fikirkan itu dulu. Fikirkan keadaan mu juga, kesehatanmu. Kau belum sepenuhnya pulih setelah koma berbulan bulan. Inilah sebabnya kenapa aku tidak menceritakan semuanya padamu. Aku tidak ingin kondisi mu kembali drop seperti saat ini" Kenzo mencium kening istrinya
"Maafkan aku karna sudah berfikiran buruk tentangmu" kata Syila di sela isakan nya
"Shuttt, tidak papa sayang. Kamu tidak bersalah dan jangan minta maaf. Nanti kalau kau sudah benar benar pulih kita pergi ke makam Ayah mu" kata Kenzo lembut
"Terimakasih Kenzo" kata Syila tersenyum dan menghapus air matanya
Kenzo menaikan selimut hingga ke dada Syila dan mengusap kepala sang istri. Asyila pun memejamkan matanya dan terlelap mungkin juga pengaruh obat yang di berikan dokter.
Kenzo berjalan ke arah sofa dan merebahkan tubuh nya. Kenzo mulai memejamkan matanya karna merasa sangat lelah.
...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...
Besok paginya Syila terbangun lebih dulu, Dia memiringkan tubuhnya dan menatap lelaki yang dicintainya itu. Kenzo masih terlelap di atas sofa.
"Terimakasih karna sudah membuatku bahagia" gumam Syila
Syila terus memandangi wajah tampan yang terlihat teduh saat tertidur itu. Sungguh hatinya tidak pernah menyangka kalau Dia akan bisa mendapat kan hati lelaki yang dulu dengan tega menjadikan nya pelayan.
Kenzo membuka matanya dan melihat ke arah ranjanh pasien yang ternyata istrinya telah terbangun dan sedang menatap nya.
__ADS_1
"Sayang kau sudah bangun" kata Kenzo dengan suara serak
"Hmmm"
"Ya sudah aku ke kamar mandi dulu" Kenzo bangun dan berjalan ke arah kamar mandi untuk memebersihkan dirinya.
Kini Kenzo telah selesai mandi dan mengganti pakaian nya dengan pakaian santai yang di berikan Ferdi tadi malam saat Syila sudah tertidur.
"Kamu gak ke kantor?" tanya Syila heran karna suaminya memakai pakaian santai
Kenzo berjalan ke arah istrinya, Kenzo mencium kening Syila dan seluruh bagian wajah sang istri.
"Enggak Sayang, aku harus jagain kamu" kata Kenzo duduk di kursi samping ranjang pasien
"Hmmm, aku udah baikan ko. Kalau kamu mau ke kantor gak papa" kata Syila sambil mengusap rambut Kenzo yang masih basah
"Gak papa, lagian hari ini gak ada jadwal miting" kata Kenzo meraih tangan Syila dan mencium nya
"Hmmm ya udah kalau gitu" jawab Syila tersenyum
"Gimana keadaan mu hmm? Apa masih ada yang sakit?" tanya Kenzo
Syila menggeleng "Enggak, udah lebih baik"
"Syukurlah, jangan sampai kaya gini lagi hmmm. Aku bisa gila lihat kamu tak sadarkan diri kemarin. Kau tahu kan kalau aku takut kau sampai koma lagi kaya waktu itu" kata Kenzo lembut
"Iya sayang, aku gak akan kaya gitu lagi. Makasih ya udah khawatir sama aku" kata Syila
"Sayang, aku pasti khawatirlah, karna kau adalah istriku" kata Kenzo
Mereka pun saling melempar senyum kebahagiaan.
__ADS_1
Bersambung