Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 47


__ADS_3

Andi terdiam saat mendengarkan rekaman suara yang di kirimkan oleh Ferdi. Fikiran nya kosong, bingung harus berbuat apa. Kenyataan yang baru saja di diketahuinya benar benar membuat dirinya shock dan bingung harus berbuat apa.


"Kenapa aku sampai tidak tahu soal ini? Kenapa aku bisa dengan mudah di bohongi oleh mereka?"


Andi kembali teringat pada mantan istrinya. Anak dan istri yang Dia telantarkan selama ini. Bahkan dengan mudahnya Tantri mempengaruhi fikiran nya sampai Andi tidak lagi peduli pada anaknya.


"Baiklah, sudah saatnya aku menghentikan kejahatan mereka. Aku harus mulai memperbaiki diri mulai sekarang"


Andi mengirimkan pesan pada Ferdi untuk datang menemuinya. Dia harus mengetahui apa yang sedang di rencanakan Ferdi sampai Dia melakukan penyelidikan ini.


....


Ting


Semua menatap pada ponsel Ferdi yang terletak di meja makan tepat di sampingnya. Hari ini mereka sedang makan siang di ruamh Syila.


Ferdi mengambil ponselnya dan membuka pesan dari Andi Wijaya.


Temui saya nanti malam di cafe xx.


Ferdi tersenyum tipis, sepertinya Andi sudah mulai terpengaruh oleh rekaman suara yang Dia kirim. Mungkin Ando sudah mulai terbuka fikiran nya kalau Dia hanya di manfaatkan selama ini.


"Siapa Yank?" tanya Kiren mengerutkan keningnya saat melihat Ferdi tersenyum sendiri


"Gak bukan siapa siapa, cuma rekan kerja aja" jawab Ferdi datar, Kiren hanya mengangguk


Setelah selesai makan siang, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. Ferdi dan Kenzo memutuskan untuk tidak kembali ke kantor.


"Gue pulang ya Syil, udah mau sore" kata Kiren


"Bentar napa si Ki, baru juga sebentar. Gue kan masih kangen" kata Syila


"Cieeee kangen kan lo sama gue. Iyalah gue kan emang ngangenin" kata Kiren menaik turunkan alisny


"Hahaha. Dasar narsis lo" kata Syila

__ADS_1


"Biarin aja kali"


Kenzo dan Ferdi hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Keduanya selalu ceria, tapi mereka tahu kalau hatinya sangat rapuh.


"Ish, ya udah sana lo pulang" Syila


"Baiklah, awas kangen lagi lo" goda Kiren


"Gak, tadi gue kepeleset lidah. Jadi salah ngomong" kata Syila mulai kesal


"Hah. Baiklah, nanti beneran kangen loh. Gak kepeleset lagi lidah lo." Kiren masih asyik menggoda Syila.


Syila melempar Kiren dengan bantal sofa karna terlalu kesal. Dari dulu memang Dia selalu saja menggoda Syila sampai Syila benar benar kesal.


"Hahahaha. Oke oke, gue pulang. Udah puas gue godain lo" kata Kiren mengangkat kedua tangannya


"Ya udah, sana lo pergi. Lama lama ngeselin lo" kata Syila


"Ya udah si marah marah mulu, dasar bumil" gumam Kiren


"Gue denger Ki"


Setelah cukup lama perdebatan itu, akhirnya Kiren pun pulang. Karna Dia membawa motornya sendiri jadi Kiren tidak di antar oleh Ferdi.


....


Ferdi tersenyum tipis saat sampai di tempat janjian nya bertemu dengan Andi Wijaya. Dia membuka pintu mobil dan segera keluar dari sana.


Ferdi mencari sosok Andi dengan matanya. Dia melihat Andi ternyata sudah memesan tempat VIP. Ferdi di antar seorang pelayan untuk menemui Andi.


Di sana ternyata Andi sudah menunggunya. Ferdi tersenyum tipis melihat Andi yang sudah tidak sabar mengetahui semuanya.


"Sudah menunggu lama Om?" Ferdi duduk di sofa depan Andi.


"Pesanlah minum atau makanan dulu" kata Andi, terlihat raut cemas di wajahnya.

__ADS_1


"Tidak usah, saya tidak haus. Jadi apa yang ingin Om ketahui?" tanya Ferdi to the point


"Apa maksud dari rekaman suara yang kau kirim? Dan apa tujuanmu menyelidiki masalah ini?" tanya Andi yang sudah tidak bisa menutupi rasa penasaran nya.


"Itu memang suara asli Fira, kemarin malam saya sengaja mengajak putri Om untuk minum minum. Saat Dia mulai mabuk barulah saya menayakan apa yang ingin saya tanyakan" jelas Ferdi


Andi mengerutkan kening bingung "Terus apa tujuanmu melakukan ini?"


"Ya jelas untuk kekasih saya" kata Ferdi santai membuat Andi semakin bingung.


"Kekasih? Siapa kekasihmu?" tanya Andi lagi


"Apa Om melupakan putri Om yang bernama Kirena Putri?"


Deg


Andi diam mematung, fikiran nya mendadak blank. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Dia bingung apa yang harus Dia bicarakan.


"Kenapa Om diam? Apa Om lupa kalau Om juga punya putri yang harus Om sayangi juga. Kini Om tahu kan kebusukan istri dan anak Om yang ternyata bukan anak kandung Om. Sementara yang anak kandung Om sendiri Om terlantarkan"


Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan. Ampuni aku Tuhan, Kirena, Hani.


Dua nama itu kini memenuhi fikiran nya. Dia baru menyadari kalau selama ini Dia hanya di manfaatkan oleh istri dan anaknya.


"Apa kekasih yang kau maksud adalah putriku Kirena?" tanya Andi dengan suara gemetar


Ferdi tersenyum sinis "Hah, apa sekarang Om mengakui nya sebagai putri Om?"


"Dimana Dia sekarang Ferdi? Aku salah, aku sadar aku salah telah menelantarkan mereka. Aku menyesal, tapi aku benar benar tidak tahu kalau Tantri dan Fira telah membodohiku"


"Aku menyesal Ferdi. Apa kau bisa membantuku menyelesaikan ini semua?" tanya Andi


Ferdi tersenyum tipis "Untuk apa aku melakukan ini kalau bukan ingin membantu dan menyadarkan Om dari kebodohan ini. Saya sudah punya beberapa bukti kejahatan mereka. Om bisa langsung membawanya ke kantor polisi"


Andi terkejut karna ternyata pemuda di depan nya telah menyelidiki semuanya. Dia yang terlalu bodoh sampai begitu percaya pada istrinya.

__ADS_1


"Baiklah tolong bantu Om Ferdi"


Bersambung


__ADS_2