Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia
Part 35


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat, kini kandungan Syila pun sudah memasuki bulan ke lima. Kenzo semakin over pada Syila yang sedang mengandung anaknya itu.


Kenzi dan Merry pun telah bisa menerima Syila. Ya walaupun mereka juga sudah tidak berada di Indonesia lagi. Kenzi ingin melanjutkan kuliahnya di luar negri. Dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk tinggal di sana.


"Sayang bangun ihh, udah siang. Kamu gak ke kantor "Syila menggoyangkan tubuh suaminya yang masih betah di bawah selimut.


"Hmmmm" Kenzo hanya bergumam pelan tanpa mau membuka matanya


"Ck ayo bangun ihhh" kata Syila mulai kesal


"Iya sayang, bawel deh" kata Kenzo membuka matanya yang terasa berat


"Makanya kalau tidur tuh jangan kemaleman jadi susah bangun kan" omel Syila


'Ya ampun kenapa sejak hamil istriku suka sekali mengomel' Kenzo


"Siapa suruh kau menggodaku terus" kata Kenzo tersenyum menggoda


"Apaan? Siapa yang menggoda coba?"


Syila tidak habis fikir sama suaminya, bilang kalau Dia menggoda jelas jelas suaminya yang tidak ada puasnya dalam melakukan olah raga malam.


"Wajar dong Yank, kan aku udah lama puasa" kata Kenzo santai


Kenzo baru bisa melakukan itu pada istrinya karna memang kandungan Syila yang lemah membuat Dia harus menahan diri beberapa bulan sampai kandungan istrinya benar benar kuat.


"Udah ihh sana mandi, malah diem aja kaya gitu" kata Syila kesal


"Iya sayang, iya" Kenzo turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi


Asyila menyiapkan sarapan untuk suaminya. Tak lama kemudian Kenzo sudah turun dengan pakaian kantor nya.


"Sarapan dulu" kata Syila sambil mengambilkan sarapan untuk suaminya


Kenzo hanya tersenyum melihat istrinya yang selalu melayaninya dengan baik. Dengan yang sudah buncit Syila terlihat semakin cantik dan seksi di mata Kenzo.

__ADS_1


Setelah sarapan Syila pun mengantar suaminya sampai ke depan rumah.


"Ingat jangan kelelahan, jangan kerja apapun selain masak ya. Aku kerja dulu, baik baik di rumah" Kenzo mencium kening istrinya


"Iya sayang, bawel ihh" kata Syila mengecup bibir suaminya


"Kau jangan menggodaku sayang, atau aku gak jadi berangkat kerja nih" kata Kenzo


"Hahaha apasi? Siapa juga yang menggoda" kata Syila yang langsung berlari masuk ke dalam rumah


"Jangan lari lari Yank" teriak Kenzo khawatir


"Iya, sudah sana kamu pergi kerja. Aku mencintaimu" teriak Syila


"Aku juga mencintaimu" Kenzo pun masuk ke dalam mobil yang sudah ada Ferdi di sana.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Kiren baru saja menyelesaikan pekerjaan nya. Dia memebereskan meja kerjanya lalu pergi ke kantin.


Kiren menoleh saat ada yang memanggil namanya. Mengerutkan keningnya melihat Ferdi sedang berjalan ke arahnya.


"Ikut aku" Ferdi langsung menarik tangan Kiren dan membawanya ke parkiran.


"Mau apa Pak? Saya mau makan siang" kata Kiren kesal karna Ferdi selalu saja seenaknya


"Sudah kau ikutlah, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" Ferdi membukakan pintu mobil dan memaksa Kiren agar masuk.


Mau tidak mau Kiren pun masuk ke dalam mobil Ferdi. Dia tidak mungkin menang kalau untuk berdebat dengan pria dingin di sampingnya.


Kiren mengerutkan keningnya saat mobil berhenti di depan rumah nya. Ferdi turun dan membukakan pintu untuk Kiren.


'Mau apa Dia kesini? Ahh apa yang akan Dia lakukan' Kiren


"Ayo turun, kenapa malah bengong" kata Ferdi meyadarkan Kiren dari lamunan nya.

__ADS_1


"Eh i..iya, kenapa Bapak membawa saya pulang?" tanya Kiren bingung


"Siapa yang bilang aku membawamu pulang, aku hanya ingin berbicara pada orang tuamu" kata Ferdi datar


"Hah? Bicara apa Pak? Jangan bicara macam macam ya sama ibu saya" kata Kiren


Ferdi tersenyum tipis "Kau lihat saja nanti apa yang akan ku bicarakan pada orang tuamu"


Ibunya Kiren yang bernama Hani, merasa bingung karna melihat mobil mewah yang terparkir di depan rumah nya. Terbelalak kaget saat melihat putrinya keluar dari mobil itu dan berjalan beriringan dengan lelaki tampan.


"Bu" kata Kiren sambil meraih tangan ibunya dan memeluknya


"Siapa Dia Ki?" bisik Ibu Hani


Kiren menoleh ke arah Ferdi "Dia atasan aku Bu, namanya Pak Ferdi"


Hani mengangguk hormat "Saya Hani, ibunya Kiren Pak. Apa putri saya melakukan kesalahan?"


Ferdi tersenyum tipis "Tidak Bu, ada yang saya ingin bicarakan dengan ibu, boleh kita bicara di dalam saja?"


"Tentu Pak, mari masuk"


Mereka pun masuk dan duduk di sofa ruang tengah yang sederhana. Tidak ada barang mewah apapun di sini, hanya ada sofa sederhana. Tapi rumah ini terasa sangat nyaman.


"Bu Kiki lapar, belum makan siang" kata Kiren merengek


"Ya sudah kalau begitu mari kita makan siang dulu jika Pak Ferdi berkenan" kata Bu Hani


Ferdi mengangguk "Baiklah Bu, dan tolong jangan panggil aku Pak. Panggil Ferdi saja"


Hani hanya mengangguk dan tersenyum. Mereka pun akhirnya makan siang bersama. Setelah makan siang mereka kembali ke ruang tengah karna memang Ferdi ingin berbicara serius.


"Jadi apa yang ingin Nak Ferdi bicarakan?" tanya Bu Hani sopan


"Jadi begini Bu, saya kesini mau melamar anak ibu Kiren"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2