Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Apa kau sudah menerima hadiah kecil dariku?


__ADS_3

Perusahaan Indo Multi


Sejak pagi tadi Perusahaan ini sedang porak poranda dan kacau karena tiba tiba saja semua data data penting menghilang dan terkena virus yang berimbas pada semua susunan perusahaan yang menjadi berantakan.


" Apa apaan ini? kenapa bisa sampai sekacau ini? apa saja kerja kelian hingga bisa kecolongan seperti ini?" ucap Rival dengan nada kesal kepada karyawannya karena keteledoran mereka perusahaan menanggung rugi besar karena data data penting perusahaan lenyap begitu saja.


Semua orang di ruangan itu tampak menunduk, mereka juga tidak tahu tentang akar dari permasalahan yang tiba tiba saja meluas, padahal mereka dengan yakin telah membuat sistem keamanan yang berlapis untuk data data penting perusahaan namun entah mengapa tetap juga kecolongan seperti ini.


Di saat Rival tengah naik pitam karena bencana yang tiba tiba melanda perusahaannya, tiba tiba saja telpon duduk miliknya berdering cukup nyaring yang lantas mengejutkan semua orang di ruangan itu karena suasana tegang yang menyelimuti ruangan tersebut sedari tadi.


Rival kemudian lantas mengangkat gagang telpon dengan kasar.


" Halo" ucap Rival setengah berteriak setelah telpon tersebut tersambung.


" Apa yang membuatmu hingga semarah itu? apa kau kini sudah sadar bahwa ada pepatah yang mengatakan jangan meremehkan seseorang hanya dengan penampilan luarnya saja?" ucap si penelpon yang tidak lain adalah Alder


" Siapa ini? jangan main main kamu ya.." ucap Rival setengah berteriak.


" Apa kau sudah menerima hadiah kecil dari ku? " ucap Alder sambil tertawa.


Mendengar hal itu Rival langsung terdiam seketika, bayangan tentang kejadian semalam perlahan lahan berputar memenuhi kepalanya.


" Kau Alder sialan...." ucap Rival sambil menggebrak meja yang lantas membuat semua orang di ruangan itu menjadi terkejut.


" Hahahahahaha kenapa kau sangat marah? bukankah kemarin kau sangat percaya diri?" ucap Alder dengan tawa dan nada yang sinis.


" Kau lihat saja pembalasanku." ucap Rival yang tidak terima dengan apa yang di lakukan Alder padanya.


" Silahkan saja bila kau ingin membalasnya, tapi yang menjadi pertanyaan ku sekarang, apakah kau mampu melakukannya di saat keadaan perusahaan mu yang kacau balau seperti itu?" ucap Alder dengan nada yang dingin sambil tersenyum tipis yang tentu saja senyuman itu tidak mungkin di lihat oleh Rival.


" Kau" ucap Rival namun tertahan karena ia tidak tahu lagi harus berkata apa untuk membalas Alder kali ini.

__ADS_1


" Selamat bersenang senang dengan hadiah kecil dari ku." ucap Alder kemudian lantas mengakhiri telponnya secara sepihak.


Rival benar benar merasa di lecehkan oleh Alder, setelah Alder memutus sambungan telponnya, Rival lantas mulai mengamuk dan melempar semua barang yang ada di meja hingga melayang dan terlempar hampir ke seluruh ruangan.


Semua staf yang berada di sana lantas langsung mundur dan mencoba menghindar dari lemparan serta amukan dari Rival.


" Kalian semua, aku tidak mau tahu! cari cara apapun untuk menyelamatkan dan membenahi segalanya, jika perlu ambil semua pembukuan di gudang dan mulai lagi dari awal." ucap Rival sambil berteriak menatap ke arah beberapa stafnya.


" Baik pak" ucap salah satu staf kemudian pamit undur diri.


Setelah kepergian beberapa staf dari ruangannya, Rendi asisten Rival lantas berjalan mendekat ke arah Rival.


" Ada yang harus saya sampaikan kepada anda tuan." ucap Rendi dengan nada yang tegang.


" Katakan " ucap Rival dengan berkacak pinggang sedari tadi.


" Saham perusahaan kita terus menurun sejak kemarin tuan dan tidak hanya itu semua hal yang terjadi tentang perusahaan ini sudah tercium media, bahakan sudah beredar rumor bahwa kita akan mengalami kebangkrutan." ucap Rendi dengan nada cemas karena mengetahui bahwa Rival pasti sebentar lagi akan mengamuk.


***************


Sementara itu di mansion milik Alder tepatnya di ruang kerjanya, Alder tengah berbinar kala mengetahui berita tentang perusahaan Rival.


" Aku suka cara kerja mu ris, kau benar benar ahli dalam menghancurkan sesuatu." ucap Alder dengan tersenyum cerah menatap ke arah Haris.


Haris yang melihat tuannya tersenyum lantas hanya bisa membatin sedari tadi.


" Tentu saja ahli, aku kan belajar darinya, aku harap jangan sampai aku yang jadi mangsanya selanjutnya, kerena jika itu benar maka habislah aku." ucap Haris dalam hati sambil membalas senyuman Alder dengan tersenyum pula.


" Apa kau sudah menghubungi media dan mengatakan segalanya?" tanya Alder.


" Sudah tuan sesuai dengan perintah anda, sudah bisa di pastikan bahwa saat ini tidak hanya perusahaan Rival yang hancur bahkan reputasi perusahaan itu juga di pertanyakan dan ikut hancur" ucap Haris.

__ADS_1


" Bagus aku sungguh ingin melihat kehancurannya dan satu hal lagi loby semua kolega Perusahaan Indo Multi kalau perlu beri mereka penawaran yang fantastis agar mau meninggalkan perusahaan yang akan hancur itu." ucap Alder lagi lagi dengan senyum mengembang seperti tengah memenangkan sesuatu.


" Tentu saja tuan." ucap Haris.


" Oh ya dimana gadis itu?" tanya Alder di sela sela pembicaraannya.


" Maksud anda Novela tuan?" tanya Haris menduga karena ia tidak tahu siapa gadis yang di maksud oleh Alder.


" Ya Novela atau siapapun itu, di mana dia?" tanya Alder lagi.


" Nama saja lupa, bagaimana bisa tuan serumah dengan seseorang yang bahkan namanya saja dia lupa? benar benar aneh keputusan tuanku kali ini." ucap Haris dalam hati kala mengetahui gadis yang di maksud Alder barusan adalah Novela.


" Sesuai dengan permintaan anda, saat ini nona tengah berada di ruang tengah untuk menonton televisi di chanel bisnis." ucap Haris menjelaskan.


" Bagus, apa dia sudah melihat beritanya?" tanya Alder dengan penasaran.


" Harusnya sudah tuan karena sampai saat ini nona masih berada di ruang tengah." ucap Haris.


" Baiklah, kalau begitu aku akan menyusulnya ke sana." ucap Alder sambil bangkit berdiri bersiap untuk pergi ke ruang tengah.


" Eh tumben tuan tersenyum, biasanya juga tuh muka datar datar aja." ucap Haris yang heran melihat senyuman yang terukir jelas di raut wajah Alder barusan.


" Oh ya ris, jangan lupa segera kerjakan apa yang aku minta karena permainan di babak selanjutnya akan kembali di mainkan dengan aktor yang berbeda, kau paham maksud ku bukan?" ucap Alder sambil berbalik dan kembali menatap ke arah Haris yang masih dengan setia berdiri di posisinya.


" Tentu tuan saya sudah menyiapkan semuanya hanya butuh keputusan anda saja untuk memulai semuanya." ucap Haris yang mengerti arah pembicaraan Alder barusan.


" Good job, kau bisa mengecek rekening milik mu karena ada bonus tambahan untukmu di sana." ucap Alder sambil melangkah pergi meninggalkan Haris.


Haris yang mendengar ucapan Alder barusan lantas seperti mendapat oasis di gurun yang gersang, Haris kemudian lantas mengambil ponselnya dan mengecek pesan masuk di sana, benar saja Haris baru saja mendapat pesan yang berisi pemberitahuan uang masuk sebesar 50 juta di rekening miliknya.


" Oh astaga sungguh di beri bonus? benar benar dermawan sekali tuan ku yang satu ini" ucap Haris dengan kegirangan karena mendapat bonus tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2