Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Jaring jaring?


__ADS_3

Tidak ada tanggapan dari ucapan Novela barusan, namun Alder kemudian lantas bangkit dan melangkah mendekat ke arah Novela. Sedangkan Novela yang melihat Alder semakin mendekat lantas perlahan mulai mundur.


Tubuh Alder semakin mendekat dan semakin mendekat, hingga tubuh Novela terhenti karena mentok pada pintu kamar, Novela kini tidak bisa lari lagi namun Alder malah tersenyum tipis menatap wajah panik Novela.


"Tu...tuan saya..."


Click


Suara pintu dikunci oleh Alder membuat Novela langsung menelan salivanya kasar, apalagi posisi keduanya kini benar benar sangatlah dekat, membuat jantung Novela langsung berdetak dengan kencang saking gugupnya.


"Em tuan bukankah jarak kita..." ucap Novela hendak komplain akan jarak yang dibuat oleh Novela, namun terlebih dahulu dipotong oleh Alder membuat Novela lantas langsung terdiam seketika.


"Ada apa dengan jarak kita? bukankah sekarang kita sudah resmi menjadi suami isteri? lalu bisakah kita mulai wus..." ucap Alder tepat di telinga Novela sambil meniup area sensitif Novela.


Novela yang di perlakukan seperti itu lantas cukup terkejut hingga melupakan bahwa di belakangnya adalah pintu, niat hati ingin memundurkan kepalanya malah kepala bagian belakangnya kejedot pintu kamar.


Aw


Alder yang melihat reaksi Novela, lantas hanya tersenyum simpul kemudian melangkah kembali ke ranjangnya.


"Ternyata ini yang pertama baginya, baiklah aku akan bersabar untuk ke arah itu." batin Alder.


Novela yang semula bersemu merah karena kelakuan Alder, mendadak menjadi bingung kala melihat Alder malah rebahan di kasur tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Bukalah lemari sebelah kiri, di sana seluruh baju baju milik mu sudah tersusun rapi." ucap Alder dengan nada datar.


"Semuanya tuan?" tanya Novela tak percaya yang di balas Alder dengan anggukan kepala. "Tidak mungkin termasuk CD milik ku kan?" batinnya dalam hati sambil bergegas ke arah yang di tunjuk oleh Alder.


Setelah sampai di depan lemari yang di maksud oleh Alder, secara perlahan Novela mulai membuka lemari itu. Novela sungguh takjub kala melihat begitu lengkapnya pakaiannya di lemari kamar Alder, sampai kemudian pandangannya terhenti pada sebuah pakaian yang di gantung, menurut Novela bentuknya sangat aneh dan seperti pakaian yang kurang bahan, di mana bentuknya hampir mirip seperti jaring jaring ikan dengan beberapa lubang di bagian bagian tertentu.


Novela mengambil pakaian tersebut lalu membaliknya dan menatap pakaian itu dengan seksama.


"Tuan ini pakaian apa?" tanya Novela.

__ADS_1


Alder yang mendengar panggilan Novela barusan, lantas langsung menghampiri Novela di ruang walk in closet.


"Ada apa?" tanya Alder yang masih belum ngeh dan sadar apa yang sedang di bawa oleh Novela saat ini.


Melihat kedatangan Alder, Novela kemudian lantas langsung mengangkat tinggi tinggi pakaian itu di hadapan Alder.


Hening sesaat, membuat Novela yang menunggu jawaban Alder menjadi sangat gemas karena Alder tak kunjung menjawabnya.


Pikiran Alder benar benar berkelana jauh kala Novela mengangkat baju itu tinggi tinggi.


"Tuan! tuan.... apa anda mendengar saya?" ulang Novela lagi sambil menggerak gerakkan pakaian itu di hadapan Alder, yang tanpa di ketahui Novela justru semakin membuat pikiran Alder berkelana ke mana mana membayangkan yang tidak tidak, terlebih lagi jika di pikir pikir bukankah ini adalah malam pertama bagi keduanya?


" Tuan!" teriak Novela kemudian membuat Alder lantas sadar dari lamunannya.


Alder nampak sedikit malu karena membayangkan yang tidak tidak, Alder kemudian mengambil baju itu dari tangan Novela lalu membuangnya ke tempat baju kotor miliknya.


"Haris! lihat saja kau." batin Alder dengan kesal.


"Ada apa lagi?" tanya Alder kemudian.


"Yang jadi masalahnya sekarang baju itu tidak hanya satu, di dalam masih banyak." ucap Novela sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Alder yang mendengar sekaligus penasaran akan ucapan Novela barusan, lantas langsung membuka pintu lemari dengan lebar. Alder sempat terkejut karena baju lingerie dan model dan bentuk yang absurd terpampang nyata di sana dengan berbagai macam warna dan pilihan bentuknya.


"Haris......." ucap Alder dalam hati kesal, karena ia tahu pasti kali ini Haris tengah tertawa senang karena berhasil mengerjainya. "Lupakan saja tentang baju itu, besok aku akan meminta Rina untuk mengurusnya." ucap Alder kemudian.


"Baiklah tuan kalau begitu saya akan mandi dan mengganti baju." ucap Novela sambil membawa satu setel pakaian tidur ke kamar mandi.


Setelah kepergian Novela dari sana, Alder lantas melangkah mendekat ke arah ranjangnya untuk mengambil ponselnya dan mendial nomer Haris di sana.


"Halo tuan." ucap Haris di seberang sana.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan?" ucap Alder dengan kesal.

__ADS_1


Haris yang mendapat pertanyaan seperti itu lantas terkekeh geli, tanpa di jelaskan secara rinci pun Haris tahu apa maksud dari ucapan Alder barusan.


"Hehe apakah kurang se*y model bajunya tuan?" tanya Haris kemudian yang malah membuat pipi Alder bersemu merah kala mengingat kembali model model lingerie yang disiapkan oleh Haris untuk Novela.


"Kau masih berani tertawa rupanya." sindir Alder kala mendengar tawa Haris tak kunjung berhenti.


"Ti... tidak tuan maafkan saya." ucap Haris kemudian.


"Besok bereskan pakaian pakaian itu! aku tidak mau melihatnya lagi. Jangan sekali kali membeli pakaian itu kalau aku tidak memintanya." ucap Alder dengan tegas.


"Ba... baik tuan." ucap Haris, sedangkan Alder lantas langsung mematikan panggilan ponselnya.


****


Kamat mandi


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Novela bingung akan apa yang harus ia lakukan. Novela ragu hendak keluar dari kamar mandi tapi ia juga tidak mungkin tidur di kamar mandi.


"Aku harus bagaimana? kalau aku keluar pasti rasanya akan sangat canggung." ucap Novela sambil mondar mandir di kamar mandi berharap menemukan sebuah solusi yang cemerlang. "Bagaimana kalau tuan menerkam ku nanti malam ketika tidur?" ucapnya kemudian sambil menggeleng dengan keras.


Pikiran Novela sungguh berkelana kemana mana, meski ia belum pernah bersentuhan atau berkencan dengan seorang pria, tapi ia tahu bagaimana dan apa yang terjadi jika seorang suami dan istri tidur berdua. Apakah Novela termasuk ke dalam jenis perempuan yang over thinking berkedok polos? jawabannya adalah mungkin. Bukannya dunia ini sangatlah canggih? kita bahkan bisa menonton hal hal panas hanya dengan melihat sebuah film atau bahkan series.


Tok tok tok


"Kenapa kamu lama sekali di dalam? apakah terjadi sesuatu?" tanya Alder dari luar.


"Ti...tidak tuan saya akan keluar sebentar lagi." ucap Novela dari dalam.


"Baiklah, aku akan pergi tidur terlebih dahulu jika begitu. Jangan mandi terlalu lama itu tidak baik bagi kesehatan." ucap Alder lagi.


"Iya tuan." ucapnya kemudian. "Dia sungguh akan tidur begitu saja? ini bukan akal akalannya saja kan?" tanya Novela pada diri sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2