Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Jatuh ala ala drakor


__ADS_3

Mansion milik Steven


Angelina melangkahkan kakinya memasuki mansion Steven ia sengaja datang ke mansion karena mengetahui Steven akan menghabiskan waktunya di rumah ketika hari weekend seperti ini. Hari ini Angelina berniat untuk kembali membujuk Steven agar mau memasuki perusahaan induk.


Angelina melangkah secara perlahan memasuki mansion mencari keberadaan putra angkatnya itu.


" Kemana Steve bi?" tanya Angelina.


" Ada di ruang fitnes." balasnya dengan sopan.


" Anak itu berolahraga di siang bolong seperti ini?" ucap Angelina dalam hati sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan fitnes berada.


Tok tok tok


Diketuknya pelan pintu yang sudah terbuka itu untuk memberitahu kepada Steven bahwa dia telah datang, Steven menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Angelina tengah berdiri di sana sambil tersenyum.


Steven kemudian menyudahi aktivitasnya dan mengambil handuk untuk mengelap beberapa keringatnya yang menetes.


" Kau sungguh berolahraga di siang bolong seperti ini?" ucap Angelina berbasa basi.


" Iya bisa mommy lihat, aku baru kembali ke Indonesia kemana lagi aku akan pergi jika tidak berolahraga bukan?" ucap Steven dengan senyum yang terpaksa.


Ucapan Alder tadi pagi cukup membekas di pendengaran Steven, bohong rasanya jika Steven mengatakan ia tidak mengetahui apapun tentang Angelina, ia bahkan tahu segalanya termasuk tentang kejadian yang menimpa Ane waktu itu, hanya saja Steven mencoba untuk menutup mata dan telinganya, semua orang bahkan sudah mengatakannya pada Steven bahwa Angelina hanya memanfaatkannya sedari dulu tapi Steven mencoba untuk selalu menepisnya dan berusaha untuk tetap yakin bahwa apapun yang di lakukan Angelina pasti ada alasannya yang masuk akal.


Entahlah ketika hal itu di ucapkan langsung oleh Alder rasanya begitu sangat membekas baik di hati maupun di pikiran. Ditatapnya wajah Angelina yang mulai termakan usia namun tetap terlihat anggun dan cantik, sosok inilah yang dulu menyelamatkannya dari keterpurukan, sosok inilah juga yang dengan bersedia mencurahkan segala kasih sayangnya untuk Steven ( setidaknya bagi Steven ) di saat semua orang tidak ingin mengadopsinya karena kakinya yang cacat, namun wanita ini mengulurkan tangannya dan menawarkan bantuan.


Steven kecil yang malang dan haus akan kasih sayang menerima uluran tangan itu dengan tangan yang terbuka. Angelina sungguh menepati janjinya ia bahkan memberikan dokter terbaik untuk mengobati kakinya hingga ia bisa kembali berjalan dengan normal, itulah sebabnya Steven selalu berusaha untuk menutup telinga dan matanya karena satu keyakinan bahwa Angelina adalah manusia berhati malaikat yang baik hati dan tidak akan melakukan hal hal keji seperti yang orang orang katakan.


" Ada apa? kenapa melamun?" tanya Angelina.

__ADS_1


" Nothing, apa mommy sudah makan? mau ku buatkan sesuatu?" tanya Steven.


" Tidak perlu mama hanya ingin mengunjungi putra mommy, apakah itu tidak boleh?" tanyanya.


" Tentu saja boleh." ucap Steven sambil kemudian merebahkan kepalanya di kaki Angelina.


" Wah wah ada apa ini Steve, tumben kamu melakukannya dan manja seperti ini?" tanya Angelina.


" Biarkan seperti ini sebentar mom, Steve benar benar merindukan momen momen seperti ini." ucap Steven dengan manja. " Apakah benar semua yang dikatakan orang orang ? apa mommy juga akan membuang ku jika aku sudah tidak bermanfaat lagi bagi mommy?" ucapnya dalam hati.


" Steve boleh mommy meminta sesuatu?" tanyanya dengan lembut yang di balas anggukan oleh Steven.


" Bergabunglah dengan perusahaan induk, mommy sudah berdiskusi dengan papa dan papa sudah ..." ucap Angelina.


" Mom ... kenapa mommy sangat menginginkan perusahaan induk? bukankah kita sudah bahagia seperti ini?" ucap Steven sambil bangkit dan menatap Angelina dalam dalam.


Ketika Steven menatap mata Angelina terlihat pancaran kemarahan dari sana namun berusaha untuk ditutupi Angelina agar tidak terlalu terlihat oleh Steven.


" Ayolah mom, kenapa mommy marah hanya karena masalah seperti ini?" ucap Steven namun tidak di gubris oleh Angelina selain tetap melangkah pergi dari sana.


" Baiklah mom aku setuju! apa sekarang mommy senang?" ucap Steven pada akhirnya mau tidak mau menuruti keinginan Angelina.


Mendengar jawaban dari putra angkatnya tersebut tentu saja membuat Angelina bahagia.


" Terimakasih sayang." ucap Angelina sambil kemudian memeluk Steven dengan sayang.


" Akhirnya sebentar lagi keinginanku akan tercapai." ucap Angelina dalam hati sambil terus tersenyum menatap ke arah Steven.


*****

__ADS_1


Mansion milik Alder


Novela melangkah perlahan menuju ke ruangan kerja Alder, entah apalagi kali ini yang akan Alder bicarakan dengannya. Novela melangkahkan kakinya dengan ogah ogahan menuju ke ruang kerja karena mengantuk bahkan matanya sudah tinggal 5 wat karena tidak tidur semalaman akibat ulah Steven.


Tok tok tok


" Masuk" ucap Alder dari dalam ruangan.


Setelah mendapat perintah dari Alder dengan langkah perlahan Novela masuk ke dalam.


" Mendekat lah kemari." ucap Alder tanpa melihat ke arah Novela.


" Ada apa tuan memanggil saya?" tanya Novela dengan menahan kantuknya.


" Apa kau kemarin mengatakan sesuatu ketika berada di mansion Steven?" tanya Alder.


" Tidak huaaaaaaa." gumam Novela sambil menguap karena ia benar benar mengantuk.


Alder yang mendengar hal itu lantas mengerutkan keningnya kemudian menatap ke arah Novela. Dilihatnya Novela tengah berdiri menghadapnya dengan mata yang setengah tertutup karena mengantuk.


Seulas senyum terlihat dari wajah tampan Alder kala melihat muka lucu Novela ketika mengantuk, Alder kemudian bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya tepat di depan Novela, dipandangnya Novela tanpa berkedip sedikitpun, wajahnya sungguh sangat menggemaskan mata yang setengah terbuka dengan mulut yang sedikit menganga membuat Novela nampak lucu sekali.


" Bisa bisanya dia tertidur sambil berdiri, apakah bisa nyenyak tidur dengan posisi begitu?" ucap Alder dalam hati sambil terus memandangi wajah Novela.


Entah mengapa Alder benar benar terpesona melihat wajah Novela yang seperti ini baginya lebih terlihat natural daripada hari hari biasanya.


Ketika Alder sedang asyik memandangi Novela tiba tiba saja entah sedang bermimpi atau tengah kesemutan, Novela tiba tiba saja terhuyung kebelakang dan hendak jatuh, Alder yang memang sedang memandangi Novela lantas terkejut namun dengan gerakan cepat berhasil menarik tangan Novela, sayang seribu sayang karena gerakan yang tiba tiba di tambah posisi Alder yang tidak siap bukannya menangkap Novela malah keduanya jatuh dan membentur lantai cukup keras, untung saja tangan Alder dengan cepat memegang kepala Novela sehingga kepalanya tidak sampai membentur lantai melainkan jatuh tepat di atas telapak tangan Alder yang dijadikan alas.


Tanpa di sengaja akibat gerakan yang jatuh dengan saling berhadapan (posisi yang intim, kalian tahu lah seperti drakor drakor gitu🤭) sehingga membuat bibir Novela dan bibir Alder bertemu tanpa permulaan terlebih dahulu. Alder yang merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya lantas menjadi terkejut dengan mata sedikit melotot menatap ke arah bawahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2