Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Tuan pasti akan marah!


__ADS_3

" Sialan dia menganggap ku main main rupanya, baiklah kita lihat saja apa yang akan aku perbuat." ucap Novela dalam hati.


Dengan langkah nekat dan tanpa aba aba sebelumnya Novela lantas membuka pintu mobil dan bersiap untuk melompat ke luar di saat mobil milik Steven melaju dengan kecepatan tinggi. Steven yang melihat aksi itu lantas terkejut, awalnya Steven mengira Novela hanya menggertak saja, ia benar benar tidak menyangka bahwa Novela akan sungguh sungguh nekat melakukannya.


Ckit


Suara decitan rem yang di injak secara mendadak terdengar memekakkan telinga, Novela yang awalnya hanya menggertak dengan membuka pintu mobil hampir saja tersungkur dan jatuh betulan jika tangan Steven tidak sigap dan menariknya agar tidak terjatuh dan terlempar keluar mobil.


" Hhhhhhhhhhhh hampir saja, gini nih kali ya namanya kualat? niatnya hanya mengancam eh malah hampir jatuh beneran." ucap Tazkia dalam hati.


" Apa kamu sudah gila ha? bagaimana kalau kamu jatuh dan langsung terlindas truk? apa kamu tidak berpikir terlebih dahulu?" ucap Steven dengan nada setengah berteriak membuat Novela terdiam sesaat.


" Lagi pula aku sudah meminta mu untuk berhenti bukan? tapi kau tetap saja acuh." ucap Novela dengan entengnya.


" Ada apa sebenarnya dengan mu An? kau sungguh jauh berbeda dengan Ane yang ku kenal selama ini!" ucap Steven yang lagi lagi membuat Novela bungkam.


" Waduh harus jawab apa nih aku?" ucap Novela dalam hati.


" Tidak ada yang berubah dari diriku, aku tetaplah Ane! yang aneh tuh kamu datang datang tiba tiba marah dan langsung membawaku pergi." ucap Novela kemudian. "Biar saja jika dia marah karena kata kata ku, lagi pula tuan Alder menyuruhku untuk menjauhinya bukan? jadi bisa di pastikan ia musuh tuan Alder." sambungnya dalam hati.


" Kamu benar benar ..." ucap Steven menggantung karena tidak tahu lagi harus berbicara apa pada wanita di sebelahnya ini.


" Aku akan turun di sini, lebih baik kamu tidak mencampuri urusan ku karena Alder akan marah jika mengetahuinya." ucap Novela kemudian bersiap untuk turun.


Ketika Novela bersiap turun dan akan membuka pintu mobil kembali tiba tiba saja pintu mobil terkunci dan Novela tidak bisa membukanya.


" Apa yang kamu lakukan?" ucap Novela sambil berusaha membuka pintu mobil Steven.


" Jika kak Alder marah biarkan saja, aku sudah melakukan satu kesalahan karena melepas mu dan kini aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi untuk yang kedua kalinya." ucap Steven kemudian melajukan mobilnya kembali.


" Kakak? Alder kakak Steven? hal gila apalagi ini? kenapa aku selalu saja terjebak dengan cowok cowok gila sih?" ucap Novela dalam hati.


" Lebih baik kamu turun kan aku saja di sini, jangan coba coba untuk memancing kemarahannya." ucap Novela memperingatkan.

__ADS_1


" Kita lihat saja nanti." ucap Steven.


**********


New york


Entah mengapa baru sehari di perusahaan cabang Alder sudah merasa jenuh dan kangen suasana mansion, padahal Alder sendiri terkenal dengan gila kerja tidak hanya hal kecil bahkan sampai sistem gym tidak luput dari pantauannya.


" Kenapa aku tiba tiba merindukan gadis bodoh itu? cih padahal hanya mukanya saja yang mirip dengan Ane, tapi kenapa sekarang aku malah tertarik padanya?" ucap Alder sambil mengacak acak rambutnya frustasi.


Karena rasa penasarannya yang memuncak pada akhirnya Alder mendial nomor Haris di ponselnya untuk mengetahui kabar Novela.


" Halo tuan." ucap Haris


" Di mana sekarang kau ris?" tanya Alder karena mendengar suara bising seperti kendaraan yang tengah berlalu lalang.


" Saya tengah membuntuti tuan Steven." ucap Haris sambil terus fokus menyetir dan mengejar mobil milik Steven.


" Bukan kurang kerjaan tuan hanya saja nona Novela di bawa oleh tuan Steven dengan paksa agar mengikutinya." ucap Haris.


" Sialan, apa saja kerja mu di sana ha? bukankah aku menyuruh mu untuk mengawasi gadis itu!" teriak Alder setelah mendengar berita tersebut.


" Saya kecolongan tuan, saya benar benar tidak tahu jika tuan Steven juga sedang menonton konser malam ini." ucap Haris yang merasa bersalah karena keteledorannya.


" Kau benar benar menyebalkan, hubungi Richard sekarang agar menyiapkan jet pribadi untuk kepulangan ku." ucap Alder dengan nada setengah berteriak.


" Tuan akan pulang? bukankah masih ada seminggu lagi tuan?" tanya Haris.


" Kalau ku bilang siapkan ya siapkan, apakah ucapan ku kurang jelas ris?" ucap Alder dengan kesal.


" Baik tuan akan segera saya siapkan." ucap Haris kemudian terdengar sambungan telpon di matikan oleh Alder.


Setelah menutup telponnya Alder nampak terlihat kesal dan terus mondar mandir di ruangannya.

__ADS_1


" Ia pasti mengira gadis itu adalah Ane, arg sialan kenapa dia harus pulang ketika aku sedang tidak ada di sana." ucap Alder dengan nada kesal.


***********


Kembali kepada Steven dan juga Novela.


Mobil yang di tumpangi Steven berhenti tepat di halaman sebuah mansion yang bahkan Novel sendiri tidak tahu di mana itu.


" Di mana ini?" ucap Novela dalam hati.


" Sebaiknya kamu turun dan ikut masuk bersamaku." ucap Steven sambil membuka pintu mobil kemudian mulai melangkah dan berhenti tepat di pintu mobil sebelah Novela.


" Tidak mau, aku bahkan tidak tahu ini di mana." ucap Novela dengan kekeh.


" Jangan pernah membantah An, ini bukanlah tempat asing kita sering kemari." ucap Steven.


" Tidak mau!" ucap Novela tetap pada pendiriannya.


Melihat Novela yang tidak beranjak sedikitpun membuat Steven lantas langsung menggendongnya bak karung beras di pundaknya, membuat Novela terkejut bukan main karena ulah Steven barusan.


" Turunkan aku! turunkan aku sekarang! apa apaan kau itu dasar laki laki gila!" teriak Novela sambil terus memberontak mencoba turun dari pundak Steven.


Mendengar gerutuan serta cacian Novela tidak membuat Steven mengurungkan niatnya, ia bahkan terus melangkahkan kakinya memasuki mansion dan membawa Novela ke lantai atas.


Cukup lama Steven menyusuri setiap lorong serta ruangan di mansion itu, hingga sampailah keduanya di sebuah kamar barulah Steven mulai menurunkan Novela di sebuah ranjang kemudian melempar satu set pakaian rumah untuk Novela.


" Gantilah pakaian mu dengan itu, aku yakin kamu tidak nyaman mengenakan pakaian mu yang sekarang." ucap Steven datar kemudian melangkah keluar dan menutup pintu kamar.


Novela yang menyaksikan hal itu hanya melongo tidak percaya akan apa yang di lakukan pria itu.


" Dia gila atau apa sih? main seenak jidatnya aja membawa aku kesini, jangan sampai tuan Alder tahu bahwa aku bersama Steven, aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah galak yang di padu dengan taring saat mengetahui aku tengah berada di sini." ucap Novela pada diri sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2