Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Dia sudah membawa segalanya dari ku


__ADS_3

Di salah satu ruangan kamar VIP di rumah sakit milik Alder, Novela terlihat sedang menunggu jam operasi bedah plastiknya tiba.


Novela menunggu dengan perasaan cemas dan khawatir, bukan masalah masuk meja operasi yang membuatnya cemas, melainkan karena Novela merasa jalan yang ia tempuh untuk merebut kembali hak hak orang tuanya tidaklah benar.


" Apa aku mengambil jalan yang benar bu?" tanya Novela dalam hati.


" Ibu dan ayah tidak akan marah bukan atas jalan yang aku ambil?" ucap Novela dalam hati lagi.


" Apa aku masih bisa kabur? tapi jika aku kabur, aku harus kabur ke mana tanpa uang sepeser pun?" ucap Novela dalam hati dengan ragu ragu memikirkan kembali keputusannya.


Novela nampak menghela nafas dengan panjangnya berusaha sebisa mungkin menetralkan perasaannya yang tengah gundah akan keputusan yang ia buat sendiri.


Di saat Novela di landa kegundahan dari arah pintu depan seorang suster perlahan berjalan mendekat ke arahnya.


" Sudah waktunya untuk masuk ruang operasi sekarang, apa kamu sudah siap? apa kamu takut?" ucap suster tersebut yang lantas membuat Novela menjadi tegang mendengarnya.


Melihat Novela yang tengah tegang suster tersebut lantas tersenyum.


" Santai saja tidak perlu tegang, semangat ya sebentar lagi harimu akan menjadi lebih indah, percayakan saja segalanya pada kami" ucap suster tersebut lagi lagi menyemangati Novela.


Novela hanya menanggapi ucapan suster tersebut dengan senyuman, hingga kemudian suster tersebut menyuruh Novela untuk naik ke kursi roda dan mendorongnya untuk menuju ke ruang operasi berlangsung.


**********


Di salah satu ruangan yang di siapkan untuk kedatangan mr Lee.


" Pastikan semuanya berjalan dengan lancar, tuan sudah jauh jauh mendatangkan anda kesini, jika sampai ada kesalahan, tidak hanya aku anda pun juga harus menanggungnya." ucap Haris dengan santai namun penuh dengan penekanan.


Mendengar ucapan Haris mr Lee lantas tersenyum, karena ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan keluarga pasien yang menuntut kesempurnaan dalam setiap pekerjaannya.


" Serahkan saja semuanya padaku, tapi satu hal yang perlu kau ingat bahwa mengubah wajah seseorang itu adalah hal yang mudah, namun untuk membuatnya kembali pada wajah aslinya itu sangat sulit dan beresiko tinggi, jadi aku tekankan di sini sekali lagi, lebih baik suruh pasien untuk memikirkan terlebih dulu semuanya dengan matang sebelum menyesal nantinya." ucap mr Lee mengingatkan Haris karena segala ucapan mr Lee itu termasuk ke dalam bagian prosedur kerjanya.

__ADS_1


" Anda tenang saja, yang perlu anda lakukan hanya fokus dan pastikan semua berjalan sesuai keinginan tuan." ucap Haris lagi dengan penekanan di setiap kalimatnya.


" Mungkin dengan seperti ini lebih baik, jadi gadis itu tidak akan bisa merubah wajahnya kembali dan mundur dari perjanjian ini." ucap Haris dalam hati sambil tersenyum tipis tanpa mr Lee sadari.


" Baiklah akan aku usahakan segalanya." ucap mr Lee dengan yakin kemudian berlalu pergi meninggalkan Haris di sana.


************


Di sebuah klub ternama di ibukota


Alder terlihat tengah duduk tepat persis di meja bartender dengan perasaan yang gelisah.


" Ada apa bro? kenapa muka mu murung begitu?" tanya Richard sambil menyuguhkan minuman spesial di klub miliknya kepada Alder.


" Entahlah gue juga bingung kenapa." ucap Alder sambil meneguk minumannya.


" Apa ini soal Ane lagi? come on Al lo itu tampan, kaya, dan seorang CEO pasti akan banyak cewek yang mengantri untuk jadi pasangan lo, tinggal pilih aja salah satu dari mereka pasti akan ada yang membuatmu luluh, gampang kan?" ucap Richard memberikan saran.


" Ok ok gue akui itu, tapi ayolah Al dunia masih harus berjalan ada atau tidaknya keberadaan Ane di sini." ucap Richard lagi mencoba menasehati Alder namun hanya di balas dengan diam oleh Alder.


" Tidakkah lo ingin menikmati hidup Al? bersenang senang itu lebih baik Al." ucap Richard lagi.


Mendengar celotehan dari Richard lantas membuat Alder semakin kesal.


" Beri aku satu yang kuat." ucap Alder singkat memberi perintah kepada Richard.


" Are you sure Al?" tanya Richard yang lantas di balas anggukan oleh Alder.


Sesuai keinginan Alder, Richard lantas memberikan Alder minuman yang beralkohol tinggi, Alder kemudian lantas meneguk minuman yang di berikan Richard dalam sekali teguk.


" Lagian ya elo nyuruh gue senang senang, coba lo bercermin lebih dulu yang harusnya seneng seneng itu lo, uang lo udah melimpah namun lo malah jadi pelayan di bar lo sendiri." ucap Alder sambil menaruh gelasnya pada meja bartender.

__ADS_1


" Ayolah Al lo tau sendiri ini hobi gue, it's ok selagi gue bahagia itu juga termasuk senang senang, catat quote itu Al agar lo bisa belajar sesuatu dari gue." ucap Richard dengan senyum mengembang.


" Ya ya ya kau terbaik soal memberi quotes" ucap Alder sambil menyanggah kepalanya yang mulai terasa melayang.


" Hahahaha apa lo mau mencicipi barang bagus Al, aku baru mendapatkannya dan aku jamin dia masih perawan." ucap Richard setengah berbisik di telinga Alder.


" No, aku tidak akan terangsang meski dia masih perawan, lo tahu semuanya dari gue sudah di ambil oleh Ane dan mengikutinya pergi ke atas sana." ucap Alder sambil menunjuk ke arah atas secara perlahan.


" Mana ada orang mati bisa bawa nafsu lo, jangan ngaco deh gue yakin kali ini lo akan terangsang." ucap Richard lagi.


Mendengar hal itu Alder lantas tertawa kemudian meneguk kembali gelas berisi minuman lalu menatap ke arah Richard.


" Tidak hanya nafsu, bahkan kehidupanku juga direnggut olehnya, lalu aku harus apa ha? harus apa? apa aku harus menyusulnya dan mengemis kepadanya untuk kembali?" ucap Alder sambil tersenyum.


" Sudah sudah hentikan jangan minum lagi, mulai mabok lo ya mana bisa lo nyusul orang yang udah mati kecuali lo juga ikut mati, tapi tentu saja tidak akan semudah itu tuan Alder yang terhormat mati bukan?" ucap Richard sambil menyingkirkan beberapa minuman beralkohol agar menjauh dari Alder.


" Itu sepertinya ide bagus, aku akan mencobanya nanti." ucap Alder lagi.


" Wah mulai gila nih anak." ucap Richard.


Melihat Alder yang sudah mulai tidak waras, Richard lantas merogoh ponselnya kemudian mendial nomor Haris di sana.


" Halo" ucap Richard ketika sambungan telponnya di angkat oleh Haris.


" Iya tuan" ucap Haris kala mendapat panggilan telpon dari Richard.


" Datang ke sini segera dan jemput tuan mu untuk pulang, dia benar benar menggelikan ketika mabuk." ucap Richard kala melihat Alder sedang menciumi botol minuman dan mulai berbicara ngelantur.


" Baik tuan saya akan segera ke sana." ucap Haris kemudian menutup sambungan telpon dari Richard.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2