Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
yummy yummy yummi


__ADS_3

Tanpa di sengaja akibat gerakan yang jatuh dengan saling berhadapan (posisi yang intim, kalian tahu lah seperti drakor drakor gitu🤭) sehingga membuat bibir Novela dan bibir Alder bertemu tanpa permulaan terlebih dahulu. Alder yang merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya lantas menjadi terkejut dengan mata sedikit melotot menatap ke arah bawahnya.


Belum habis keterkejutan Alder tiba tiba saja Novela dengan gerakan perlahan mengalunkan tangannya ke leher Alder tanpa peringatan terlebih dahulu sambil menggerakkan bibirnya seakan akan tengah menikmati bibir Alder dengan lahapnya, Alder yang tidak siap dengan serangan yang tiba tiba dari Novela tentu saja terkejut dan langsung mengangkat kepalanya agak menjauh dari Novela.


" Apa apaan ...." ucap Alder hendak marah namun menggantung karena melihat orang yang hendak ia marahi malah ******* tidak jelas dengan posisi mata yang terpejam.


" Hem yummy yummy yummy." gumamnya dengan mata terpejam.


" Sial ku kira dia sedang mencari kesempatan ternyata aku saja yang terlalu gr." ucap Alder dalam hati.


Mendapati Novela yang tengah tertidur Alder lantas langsung menggendongnya ala bridal style kemudian membawanya menuju kamar Novela, Alder menaruh secara perlahan tubuh Novela di atas kasur dan membaringkannya.


" Kamu sama tapi berbeda, aku merasa seperti tengah berhadapan dengan Ane namun dengan perilaku yang jauh berbeda, kamu ceroboh, cerewet, suka makan, polos dan ..." ucap Alder sambil menatap ke arah Novela yang tertidur dengan damai di kasur. " Entahlah aku juga heran begitu banyak kekurangan mu tapi anehnya malah membuatku semakin tertarik padamu?" ucap Alder lagi.


Setelah mengucapkan beberapa kata itu Alder lantas bangkit dan menyelimuti Novela hingga hanya terlihat bagian kepalanya saja, perlahan Alder mengacak acak rambut Novela dengan gemas kemudian mencium keningnya dan melangkah pergi dari sana.


*******


Keesokan harinya di perusahaan Indo sejahtera.


Pagi pagi sekali David sudah meminta asistennya untuk melaksanakan rapat darurat tanpa menjelaskan terlebih dahulu tentang topik yang akan di bahas pagi itu membuat beberapa direktur perusahaan kalang kabut di buatnya karena mereka mengira rapat kali ini adalah sebuah rapat dadakan untuk meninjau perusahaan.

__ADS_1


Satu persatu direktur perusahaan memasuki ruangan rapat dengan wajah yang masam, mereka sungguh tidak siap dengan rapat kali ini. Semua orang mulai menempati kursi mereka masing masing dan beberapa menit kemudian nampak David mulai memasuki ruang rapat di ikuti dengan Steven dan juga Alex di belakangnya.


" Baiklah selamat pagi semuanya? ada apa dengan muka kalian semua? saya meminta rapat dadakan ini bukan untuk membahas masalah perusahaan melainkan untuk memperkenalkan putra saya yang akan menduduki posisi direktur utama di perusahaan mulai hari ini." ucap David memperkenalkan Steven.


Mendengar David memperkenalkannya Steven lantas mulai bangkit dan memberikan hormat kepada beberapa orang di sana. Suara gemuruh mulai terdengar di ruangan tersebut, satu persatu orang mulai saling berbisik akan keputusan yang di ambil oleh David kali ini.


Bagaimana semua orang tidak heran dan juga gempar kala David malah memasukkan Steven ke perusahaan bukannya Alder sebagai direktur utama, sedangkan status Steven hanyalah seorang anak angkat di keluarga William, rahasia tentang keluarga Wiliam sudah menjadi rahasia umum, semua orang di perusahaan bahkan sudah mengetahui bahwa Steven hanyalah seorang anak angkat, kisah hidup keluarga William benar benar sudah tersebar termasuk Alder putra kandungnya yang memilih untuk angkat kaki dari kediaman Wiliam karena perselingkuhan David dengan Angelina di tambah lagi dengan beberapa masalah yang membuat keluarga Wiliam sering di sorot oleh media.


" Saya mengerti kalian semua pasti terkejut, tapi saya bisa menjamin bahwa kedepannya saya akan bekerja dengan baik untuk memajukan perusahaan, mohon bimbingan serta kerjasamanya." ucap Steven sambil menampilkan senyum di wajahnya.


***


Ruang kerja David


" Permisi pak, anda memanggil saya?" tanya Alex yang baru saja masuk ke ruangan David.


" Ya, lihat ... ini semua karena ulah mu lex, apa kau tidak memberitahu mu mereka agenda rapat hari ini?" ucap David sambil melepas kacamatanya kemudian menatap ke arah Alex dengan tajam.


" Itu pak, anu saya sengaja tidak memberitahu mereka agar membuat mereka lebih disiplin dan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka." ucap Alex sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Wah bagus sekali inisiatif mu, ngomong ngomong soal tanggung jawab, kalau begitu kamu yang harus bertanggung jawab atas laporan yang menggunung ini, tidak ada alasan apapun jika perlu kerjakan sampai pagi." ucap David sambil tersenyum iblis menatap ke arah Alex.

__ADS_1


Mendengar hal itu Alex lantas menelan salivanya secara kasar.


" Waduh ini sih namanya karma yang di bayar tunai." ucap Alex dalam hati sambil memperhatikan tumpukan laporan yang berada di meja David.


" Ada apa? apa kau berencana untuk melarikan diri? jangan pernah berharap karena kau tidak akan bisa lari dari tugas ini, bukankah kau berdalih tentang tanggung jawab? sekarang makan itu tanggung jawab." ucap David dengan tertawa terpingkal pingkal karena melihat ekspresi wajah Alex saat ini.


" Ba ... baik tuan" ucap Alex pada akhirnya yang hanya bisa pasrah. " Tapi tuan boleh saya bertanya sesuatu?" ucap Alex kemudian.


" Ada apa?"


" Bukankah anda sudah mengetahui bahwa ini semua rencana nyonya? lalu mengapa anda malah mempermudahnya? bagaimana dengan tuan muda Alder?" ucap Alex yang tidak mengerti pola pikir David.


" Ya mungkin inilah yang di namakan cinta lex, aku sedang berusaha memberinya satu kesempatan lagi." ucap David dengan nada yang dalam di setiap ucapannya.


" Anda sudah terlalu banyak memberinya kesempatan tuan, ini sungguh tidak adil bagi tuan muda Alder." ucap Alex secara spontan.


" Anak itu ya ... aku mempunyai segudang kesalahan dengan anak itu, aku tahu dia membenciku karena berselingkuh dari ibunya, terlepas dari semua itu aku sangat bersyukur karena ketika anak itu pergi dari rumah ia tidak menuju jurang kehancuran namun mendaki ke arah bukit kesuksesan tanpa merengek ataupun mengeluh kepadaku, aku benar benar bangga menjadi papanya meski dia mungkin tidak mengakui aku lagi." ucap David panjang lebar.


" Anda benar tuan, tuan muda Alder benar benar sangat mandiri serta bisa membaca peluang di pasaran, ketika anak anak seusianya hanya bermain yang tuan muda lakukan malah sebaliknya yaitu bekerja sambil bermain." ucap Alex sambil manggut manggut.


" Tentu saja dia adalah putra kebanggaan ku namun tidak pernah bisa aku gapai."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2