Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Konser yang berakhir ricuh


__ADS_3

Malam harinya sesuai dengan kesepakatan Novela dengan Putra tadi pagi di telepon, Novela pada akhirnya menyetujui untuk melihat mini konser musik bersama dengan Putra. Sungguh diluar dugaan bahwa Putra akan mengajaknya pergi melihat konser tersebut.


Putra memarkirkan mobilnya di parkiran khusus tamu undangan VVIP, awalnya Novela sempat terkejut karena ia tadinya mengira akan menikmati konser dengan berdiri dan berdesak desakan seperti layaknya anak muda jaman sekarang, namun nyatanya Putra menyiapkan semuanya secara elegan dan glamor.


" Untung saja aku tetap berpakaian modis, jadi setidaknya aku tidak akan di permalukan." ucap Novela dalam hati yang merasa lega karena ia prepare terlebih dahulu sebelum berangkat.


" Ayo kita masuk keburu mulai acaranya." ajak Putra sambil mengangkat tangannya agar Novela melingkarkan tangannya kepada Putra.


Keduanya pun lantas berjalan memasuki ballroom tempat diadakannya konser. Putra benar benar memilih tempat yang sangat strategis untuk menonton konser, letaknya tidak terlalu jauh namun juga tidak terlalu dekat dan satu hal yang pasti Novela tidak perlu berdesak desakan dengan orang lain ketika menonton konser tersebut.


" Ternyata ini salah satu manfaat orang kaya ya, lumayan kapan lagi aku menikmati ini." ucap Novela sambil tersenyum dengan mata yang menatap ke arah panggung konser.


Satu persatu alunan musik mulai terdengar menggema memenuhi ballroom, suara teriakan penonton mulai terdengar kala alunan lagu semakin mengguncang dan merasuk ke hati mereka. Novela benar benar ikut terhanyut mendengar alunan musik yang indah dan sederhana.


" Apa kamu menyukainya?" tanya Putra yang lantas membuat Novela menoleh ke arahnya.


Mendengar hal itu Novela lantas hanya tersenyum sambil menatap ke arah Putra. Melihat Novela tersenyum lantas membuat Putra begitu terpesona dan tanpa sadar Putra mulai mencondongkan kepalanya mendekat ke arah Novela membuatnya benar benar merasa gugup dan ilfil menjadi satu.


" Apa apaan dia? kenapa hobi banget nyosor sih? bikin ilfil aja, dulu aja lo kagak mau sama gue, kesel deh." ucap Novela dalam hati dengan tubuh yang membeku.


Jarak keduanya semakin dekat dan semakin dekat sampai kemudian Putra berhenti tepat di sebelah kiri Novela dan membisikkan sesuatu.


" Kamu begitu cantik hingga membuatku selalu terpesona bila di dekatmu." bisik Putra kemudian mengecup singkat leher Novela yang membuat dirinya lantas terkejut menerima hal itu secara mendadak.

__ADS_1


Ketika Novela sedang di landa keterkejutan tiba tiba saja ada seseorang yang menarik baju Putra kemudian menyeretnya keluar dari konser. Kejadian yang begitu tiba tiba membuat Novela lantas memaku selama beberapa detik dan langsung bangkit ketika sadar apa yang baru saja terjadi, untung saja Putra memesan tempat VVIP untuk menonton konser sehingga hanya ada beberapa orang yang menyaksikan adegan barusan. Novela sungguh tidak bisa membayangkan jika dirinya tengah berada di area bawah tentu saja akan menjadi pusat perhatian semua orang di sana atau bahkan yang lebih parah mungkin akan masuk langsung ke akun gosip.


Novela lantas melangkahkan kakinya dengan tergesa menyusul Putra dan pria itu, ketika sampai di sana Novela sudah melihat Putra yang telah tersungkur di lantai dengan luka di sudut bibirnya. Novela yang tidak percaya akan apa yang baru saja dilihatnya lantas langsung mendongak dan menatap pria yang menyeret Putra sedari tadi.


" Steven?" teriak Novela setengah tidak percaya bahwa pria itu adalah Steven padahal tadinya Novela menganggap orang itu adalah Alder namun siapa sangka malah Steven.


" Apa dia mengganggu mu An, bagian mana yang dia sentuh? aku akan membantu mu menghukumnya." ucap Steven dengan nada datar namun menatap tajam ke arah Putra yang tergeletak di lantai.


" Apa kamu sudah gila? main pukul orang seenaknya!" ucap Novela dengan kesal kemudian melangkah mendekat ke arah Putra yang tersungkur di lantai.


Melihat Novela berjalan ke arah Putra lantas membuat Steven kesal, Steven kemudian menarik tangan Novela agar menghentikan langkahnya mendekati Putra.


" Kamu mau ke mana? apa kamu mau menolongnya sekarang? ia hanya laki laki brengsek, apa kamu tidak bisa melihatnya? dia bahkan sudah punya pacar tapi masih menggoda mu!" ucap Steven setengah berteriak sambil memegang tangan Novela.


" Lepaskan tangan ku, kamu sama sekali tidak berhak menilai seseorang seperti itu." ucap Novela dengan kesal.


Novela kemudian berusaha sekuat tenaga melepaskan cengkraman tangan Steven.


" Ku bilang lepaskan." ucap Novela lagi.


Mendengar permintaan Novela bukannya melepaskan Steven malah menarik Novela kemudian menggendongnya dan membawanya pergi dari sana.


" Lepaskan! lepaskan aku! sebenarnya apa sih yang sedang kamu lakukan!" ucap Novela dengan berusaha turun dari gendongan Steven.

__ADS_1


" Aku tidak akan melepas mu, silahkan saja maki dan teriaki aku itu bahkan lebih baik dari pada kamu harus pergi dengan laki laki hidung belang seperti dia." ucap Steven dengan nada suara dingin.


Novela kemudian lantas terdiam tepat setelah mendengar ucapan Steven bukannya terpesona atau bahkan takut akan kata kata Steven, Novela memilih diam karena ia sadar bahwa dirinya dan Steven sudah menjadi pusat perhatian pengunjung sedari tadi di tambah dengan aksi Steven yang menggendongnya semakin menambah kegemparan di lobi.


" Tenang Novela, tenanglah jika kau terus saja berteriak itu akan semakin mengundang perhatian banyak orang yang tengah berlalu lalang, untuk kali ini biarkan saja laki laki gila ini membawa mu keluar dari sini." ucap Novela dalam hati.


Setelah sampai di parkiran, Steven kemudian lantas mendudukkan Novela di kursi penumpang setelah itu ikut masuk di kursi sebelah dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan gedung tempat berlangsungnya konser tadi.


Novela terdiam seribu bahasa laki laki di sebelahnya ini benar benar gila, Novela bahkan baru bertemu dengannya tadi pagi tapi sekarang ia bahkan sudah berani menculik Novela agar ikut dengannya, bukankah itu sangat menyebalkan?


" Turunkan saja aku di sini aku akan pulang sendiri." ucap Novela.


" .... "


" Kau mendengar ku atau tidak sih? jika kau tidak kunjung menjawabnya aku lompat nih, apa kamu mau menguji keseriusan ku?" tanya Novela lagi dengan kesal.


Mendengar ancaman Novela tidak membuat Steven mengurungkan niatnya untuk membawa Novela, Steven hanya melirik Novela sekilas kemudian kembali fokus menatap ke arah jalanan.


" Sialan dia menganggap ku main main rupanya, baiklah kita lihat saja apa yang akan aku perbuat." ucap Novela dalam hati.


Dengan langkah nekat dan tanpa aba aba Novela lantas membuka pintu mobil dan bersiap untuk melompat. Steven yang melihat aksi itu lantas terkejut, ia benar benar tidak menyangka bahwa Novela akan benar benar nekat melakukannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2