Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Cantik


__ADS_3

Mansion milik Alder


Setelah menghabiskan cukup banyak wine di klub Richard, malam harinya Alder bergegas kembali ke mansion untuk menjemput Novela, setelah tadi Alder menyempatkan diri untuk mengistirahatkan pikirannya sejenak dengan tidur di apartemennya terlebih dahulu.


Alder terus memperhatikan jam tangannya mengamati setiap menit waktu yang terbuang hanya untuk menunggu Novela berdandan.


" Bukankah aku sudah menyediakan segalanya mulai dari hairstylist sampai ke fashion stylist, kenapa masih membutuhkan waktu lama untuk bersiap?" ucap Alder dengan kesal sambil terus memperhatikan ke arah jam tangannya.


Di saat Alder tengah di landa kekesalan dari arah tangga terdengar ketukan demi ketukan heels mulai berjalan mendekat ke arahnya, Alder yang yakin bahwa itu suara langkah kaki Novela lantas bangkit dan langsung berbalik badan hendak memarahi Novela karena membuang waktunya terlalu lama.


" Bukankah saya mengatakan bahwa waktu adalah ... cantik!" ucap Alder tanpa sadar karena terpesona akan penampilan Novela.


Novela yang mendengar ucapan Alder yang terputus lantas mengerutkan keningnya dengan bingung, kemudian melangkah mendekat ke arah Alder berada.


" Ada apa tuan?" tanya Novela.


Sedangkan Alder hanya diam terpaku masih menatap penampilan Novela yang benar benar bisa membuat hatinya bergetar, bagaimana tidak midi dress yang Novela kenakan dengan potongan di atas lutut benar benar menampilkan kaki jenjang Novela yang begitu terlihat indah, tidak hanya itu bagian atas dress yang mengekspos bagian tulang selangka Novela membuat siapa saja yang melihatnya akan hanyut dan jatuh pada sebuah kecantikan yang tersimpan di dalamnya.


" Tuan...apa anda mendengar ku?" teriak Novela yang lantas menyadarkan Alder dari hal gila yang melintas di benaknya.


" Oh kita berangkat sekarang." ucap Alder yang baru saja terbangun dari lamunannya.


" Ha?" tanya Novela yang tidak terlalu mendengar jelas ucapan Alder barusan.


" Apa kau tuli? aku bilang kita berangkat sekarang!" ucap Alder setengah berteriak mencoba menyembunyikan perasaan kagumnya sedari tadi.


" Iya iya tuan saya datang." ucap Novela setengah berteriak sambil mencoba menyeimbangkan langkah kakinya yang mungil dengan langkah Alder.


************

__ADS_1


Di sebuah ballroom hotel yang sudah di dekorasi dengan cantik membuat siapa saja yang menatapnya akan kagum karena keindahan dekorasi itu malam ini.


Alder berjalan dengan angkuhnya memasuki ballroom diikuti dengan Novela yang mengalunkan tangannya ke tangan kokoh Alder sedari tadi.


Kedatangan mereka tentu saja langsung menjadi topik panas di sana, mengingat pesta ini adalah pesta ulang tahun ayahnya yang ke 60 tahun. Bukankah dengan Alder datang dan menggandeng seorang wanita sama saja mengundang bahan gosip di kalangan atas?


Bahkan Richard yang sudah datang terlebih dahulu lantas terkejut kala melihat Alder datang bersama seseorang yang tak asing baginya.


" Bukankah itu Ane? itu benar benar Ane? lalu yang kemarin meninggal siapa?" ucap Richard pada diri sendiri di salah satu meja tamu dengan tatapan tidak percaya akan apa yang baru saja di lihatnya.


" Sialan anak itu, apa lagi sekarang yang dia ingin tunjukkan." ucap Angelina ibu tiri Alder yang melihat kedatangan Alder dan juga Novela.


" Perhatikan langkahmu, berusahalah untuk tetap anggun ingat satu hal kau adalah Ane Florensia jangan sampai kau melewatkan hal itu." bisik Alder ketika mereka berdua tengah sampai di kerumunan tamu undangan.


Alder terus melangkahkan kakinya menuju ke arah David berada.


" Selamat ulang tahun pa, doa terbaik untukmu." ucap Alder setengah membungkuk menunjukkan rasa hormatnya pada ayahnya itu.


" Aku ke sana dulu pa." ucap Alder tanpa basa basi kemudian kembali membungkuk hormat dan melangkahkan kakinya meninggalkan David.


" Anak itu benar benar tidak pernah berubah." ucap David sambil melihat langkah kaki anaknya yang semakin menjauh.


" Tunggu dulu bukankah yang tadi itu Ane? perasaan Angeline kemarin mengatakan bahwa Ane sudah meninggal, lalu siapa yang di bawa Alder tadi?" ucap David dalam hati bertanya tanya apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Tidak berapa lama terdengar suara host mulai meminta perhatian kepada para tamu undangan di sana.


" Sebelumnya saya ucapkan selamat ulang tahun untuk tuan David Elvin William yang ke 60 semoga doa terbaik untuk segala urusan dan kehidupan anda tuan, dan juga tidak lupa terima kasih untuk beberapa tamu undangan yang sudah datang, silahkan menikmati beberapa sungguhan yang di hidangkan oleh tuan rumah, untuk acara selanjutnya akan masuk ke acara dansa silahkan untuk beberapa pasangan boleh maju ketengah untuk berdansa bersama termasuk juga dengan tuan, di mohon dengan hormat tuan David beserta istri berkenan untuk memeriahkan acara dansa kali ini." ucap presenter laki laki tersebut.


Setelah mendengar ucapan presenter tersebut David lantas mengajak Angelina untuk menuju ke tengah, kemudian di ikuti oleh beberapa pasangan yang mulai terlihat memasuki area dansa.

__ADS_1


Pencahayaan mulai meredup lagu klasik mulai terdengar mengalun indah di telinga, Alder lantas menarik tangan Novela untuk menuju ke area dansa.


" Ikuti saja gerakan ku dan perhatikan langkahmu." ucap Alder ketika sudah berada di tengah tengah area dansa.


" Baik tuan" ucap Novela sambil menahan kegugupannya.


Entah mengapa jantung Novela tiba tiba berdebar dengan kencang kala langkah demi langkah gerakan dansa mulai di lakukan, nafas Alder benar benar terasa dan menerpa hingga ke seluruh area pipi Novela yang membuatnya sedikit tersipu malu.


" Bersiaplah untuk memainkan peranmu." bisik Alder tepat di telinganya membuat tubuh Novela seketika meremang.


Tepat setelah Alder membisikkan kata kata tersebut terjadilah putaran pertukaran pasangan yang lantas membuat David berganti pasangan dengan Novela sedangkan Alder berganti dengan Angelina ibu tirinya.


Alder lantas tersenyum miring kala perhitungannya tepat pada sasaran karena memang ini yang di tunggunya sedari tadi.


" Bagaimana kejutan ku ibu? apa kau menyukainya?" ucap Alder setengah berbisik yang lantas langsung membuat Angelina terkejut akan ucapan anak tirinya itu.


" Sial apa dia sebenarnya sudah tahu segalanya?" ucap Angelina dalam hati.


" Tidak perlu terlalu terkejut bu, bukankah kau sangat suka dengan sebuah permainan? dan aturan dari sebuah permainan yaitu tidak akan ada seorang pemenang sebelum lawannya benar benar jatuh dan kalah, apakah ibu masih belum paham juga aturannya?" ucap Alder lagi yang membuat Angelina diam seribu bahasa.


Sementara itu yang terjadi pada Novela ketika pertukaran pasangan terjadi.


" Apa kau sungguh menyukai putraku?" tanya David kepada Novela yang berwajah Ane.


" Tentu saja tuan, apakah ada orang lain lagi yang lebih tulus dari diriku tuan?" ucap Novela sambil tersenyum semanis mungkin agar David tidak menaruh curiga padanya.


" Kau tentu adalah seorang gadis yang cerdas dan aku akui itu, aku percaya padamu, aku serahkan Alder padamu." ucap David dengan senyum tulus di wajahnya yang lantas membuat Novela mengerutkan kening dengan bingung.


" Loh hei cuman begini doang? apakah dia sedang berakting? kenapa David yang ini berbeda sekali dengan David yang ada di deskripsi yang Haris jabarkan?" ucap Novela dalam hati bertanya tanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2