Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Tidur sekamar


__ADS_3

"Gila lo! lo pikir punya gue letoi? ini bahkan lebih perkasa dari punya lo." ucap Alder dengan kesal.


"Oh ya? kalau begitu sini biar gue cek terlebih dahulu sebelum berjumpa dengan perahu halal milik lo itu." ucap Richard sambil condong ke arah bawah.


Alder yang melihat hal itu tentu saja panik dan langsung bangkit berdiri sambil bergerak menjauh dari Richard.


"Jangan coba coba mendekat!" ucap Alder memperingati Richard agar tidak mendekat ke arahnya, namun Richard malah dengan iseng mengejarnya sambil berusaha menyentuh aset berharga milik Alder.


Disaat keduanya sedang memperdebatkan hal yang tidak penting, tanpa mereka berdua sadari Novela sudah diam membeku melihat tingkah keduanya yang bagaikan aliran "BL", membuat Novela terbengong seketika sampai kemudian Alder menyadari kehadiran Novela di sana.


"Em maaf mengganggu saya hanya ingin mengambil minum saja." ucap Novela canggung kala melihat adegan yang tak seharusnya ia lihat. Jika Novela tahu di bawah Alder dan juga Richard sedang berduaan, Novela pasti tidak akan turun walau ia haus sekalipun.


Mendengar hal itu Alder dan juga Richard langsung membenarkan posisi mereka sambil bersikap sok cool.


"Harusnya kamu pencet tombol yang tersedia di kamar, untuk apa langsung turun?" ucap Alder dengan nada datar saking canggungnya.


"Tidak perlu tuan, sekalian olahraga hehehe, saya permisi." ucap Novela kemudian sambil bergegas beranjak pergi menuju dapur.


"Lo si bro!" ucap Richard dengan kesal setelah kepergian Novela dari sana.


"Lah kok jadi gue? pulang sana lo gue mau indehoi." ucap Alder dengan nada sedikit meninggi karena kesal akan Richard yang malah menyalahkan dirinya.


"Cie yang mau indehoi..." goda Richard yang lantas membuat pipi Alder menjadi bersemu merah.


Alder yang terus terusan di goda lantas kemudian mendorong tubuh Richard agar keluar dari rumah.


"Sudah pulang sana!" ucapnya lagi.


"Iya iya gue pulang nih." ucap Richard pada akhirnya.


*********

__ADS_1


Sementara itu di kamar Alder.


Novela masuk kembali ke dalam kamar dengan perasaan yang malu dan campur aduk. Novela kemudian menaruh teko air minum kaca di atas nakas, lalu merebahkan dirinya di kasur empuk milik Alder namun langsung kembali bangkit kala menyadari ia sedang berada di kamar Alder.


"Enggak aku gak boleh tertidur, apa jadinya kalau tuan tiba tiba menerkam ku ketika tidur?" ucap Novela pada diri sendiri. "Tapi bukankah tadi tingkahnya seperti penyuka sesama jenis? itu artinya aku aman bukan?" imbuhnya lagi.


Pikirannya terus bergejolak, antara hati dan logikanya benar benar tidak sejalan membuatnya kebingungan sendiri. Hingga tidak berapa lama pintu kamar mulai terbuka, membuat Novela yang sedang sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri lantas dibuat bingung harus bersikap seperti apa jika Alder masuk.


"Kau belum ganti baju?" tanya Alder kala melihat Novela masih berpakaian kebaya sedari tadi.


"Em bukankah tuan menyuruh ku untuk menunggu di sini? mana sempat aku ganti baju terlebih dahulu." ucap Novela dengan polosnya membuat Alder menghela nafasnya panjang akan kepolosan Novela.


"Duduklah, ada beberapa hal yang harus aku katakan." ucap Alder kemudian sambil menuntun Novela agar duduk di sofa.


"Tentang apa tuan?" tanya Novela sambil mengambil duduk di sebelah Alder, namun dengan sengaja menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan Alder.


"Pertama perbaiki dulu panggilan mu ini, jangan sampai ada orang yang mendengar mu memanggil ku tuan lagi." ucap Alder.


"Lalu aku harus memanggil tuan apa?" tanya Novela.


"Em mas, aa, papa, honey atau sayang juga boleh." ucap Alder dengan nada datar tanpa ekspresi membuat Novela semakin di buat heran, antara yakin dan tidak yakin akan ucapan Alder barusan.


"Apa tuan yakin? bukankah kita hanya pasangan bohongan?" tanya Novela memastikan.


Mendengar jawaban Novela, lantas membuat Alder sadar karena baru mengingat bahwa ia mengatakan pada Novela bahwa pernikahan ini hanya pura pura saja.


"Kenapa aku bisa lupa sih?" batin Alder dalam hati.


"Ya... setidaknya ini sebagai bentuk latihan agar orang orang semakin yakin bahwa kita adalah pasangan sungguhan." ucap Alder kemudian berdalih.


"Ya tidak bisa gitu dong tuan, itu terlalu aneh bagi saya." ucap Novela lagi.

__ADS_1


"Kau bisa memulainya pelan, lagi pula mulai hari ini kau akan tidur sekamar bersama ku di sini." ucap Alder yang lagi lagi lantas membuat Novela terkejut di buatnya.


"Ini sudah tidak benar tuan! anda tidak mengatakan apapun soal tidur sekamar, lagipula..." ucap Novela dengan kesal namun detik berikutnya Novela menjeda kalimatnya kala ia mengingat sesuatu hal barusan. "Jangan bilang alasan tuan menyebut nama asli saja ketika ijab kabul karena ingin mengikat saya, dan menjadikannya sebagai kartu As saya." ucap Novela lagi.


Entah dapat pemikiran dari mana akan hal itu, tapi yang jelas Novela sudah merasakan perasaan yang aneh kala Alder malah mengucapkan namanya di saat prosesi ijab qabul berlangsung tadi.


Mendengar hal itu Alder tentu saja terkejut karena ia tidak menyangka bahwa Novela akan sampai berpikiran ke arah sana, padahal niat sebenarnya Alder bukanlah yang seperti dibicarakan oleh Novela barusan.


"Itu tergantung pemikiran mu, yang jelas sekarang kau sudah menjadi istri dari seorang Alder Jared William jadi ku harap perhatikan semua gerak gerik mu!" ucap Alder memperingati.


"Tapi tuan, ini terlalu berlebihan..." ucap Novela namun langsung di potong oleh Alder yang tahu Novela pasti akan menolaknya.


"Tidak ada tapi tapian, turuti saja semuanya." ucap Alder dengan nada tidak ingin di bantah lagi.


Melihat Alder terus terusan bersih kukuh pada akhirnya mau tidak mau Novela harus mengikuti keinginannya. Novela kali ini tidak bisa melawan lagi, ia kemudian lantas bangkit dan beranjak pergi dari sana.


"Mau kemana kamu?" tanya Alder kala melihat Novela hendak pergi dari kamarnya.


Mendengar panggilan Alder, langkah kaki Novela lantas terhenti dan langsung menoleh ke arah Alder dengan raut wajah yang kesal.


"Mau ganti baju, apa sekarang ganti baju juga di larang tuan?" ucap Novela dengan nada sengaja dibuat buat karena kesal akan tingkah Alder.


Tidak ada tanggapan dari ucapan Novela barusan, Alder kemudian lantas bangkit dan melangkah mendekat ke arah Novela. Sedangkan Novela yang melihat Alder semakin mendekat lantas perlahan mulai mundur.


Tubuh Alder semakin mendekat dan semakin mendekat hingga tubuh Novela terhenti karena mentok pada pintu kamar, Novela kini tidak bisa lari lagi namun Alder malah tersenyum tipis menatap wajah panik Novela.


"Tu...tuan saya..."


Click


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2