Ku Sangka Kau Malaikat

Ku Sangka Kau Malaikat
Perahu halal


__ADS_3

Yang sebenarnya terjadi malam harinya.


Alder nampak melangkahkan kakinya memasuki bar milik sahabatnya Richard, Alder menarik kursi dan duduk di depan bartender.


"Wih tumben bro mampir?" ucap Richard kala melihat pelanggan di depannya yang ternyata adalah Alder.


"Jangan membuat mood gue turun deh." ucap Alder dengan kesal.


"Sorry... sebagai permintaan maaf, spesial dari gue mojito racikan terbaru dan tentunya terenak khusus untuk tuan Alder." ucap Richard sambil menyodorkan sebuah minuman di hadapan Alder.


Melihat hal itu, tanpa basa basi lagi Alder lantas langsung meminumnya. Ada sedikit rasa asam dan getir bercampur jadi satu ketika Alder meminumnya, namun saat tetes terakhir minuman itu menyentuh tenggorokannya, terdapat rasa manis yang timbul di sana membuat Alder lantas tersenyum tipis setelah merasakan kemanisan itu.


"Lo selalu menempatkannya di bagian akhir, dan gue suka itu." ucap Alder sambil mendorong gelas kosong ke arah Richard.


"Terkadang bagian termanis memang harus di taruh paling belakang, bukankah itu sesuai dengan filosofi kehidupan?" ucap Richard sambil terkekeh.


"Ya ya ya lo ahlinya kalau soal filosofi." ucap Alder pada akhirnya.


"Btw bagaimana dengan pernikahan lo besok?" tanya Richard tiba tiba yang langsung membuat Alder mengerutkan keningnya karena tidak mengerti akan ucapan Richard.


"Biasa saja, memangnya ada apa?" tanyanya balik.


"Come on bro lo pasti faham maksud gue, gue bertanya tentang nama siapa yang akan lo sebut dalam ijab qabul." ucap Richard dengan kesal karena Alder terus sanya bermain kata dan balik bertanya.


"Bukankah itu sama saja? lagi pula apakah nama itu penting?" ucap Alder dengan nada yang datar.


"Lo gila ya bro! nama itu layaknya sebuah bumbu penting dalam setiap masakan, jika lo melupakannya atau menggantinya dengan sesuatu yang berbeda tentu rasanya akan berubah bukan?" ucap Richard dengan kesal karena Alder terlalu menganggap remeh segala hal.


"Jika seperti itu, tinggal ganti aja garam dengan penyedap rasa, gula pasir dengan gula aren, bukankah itu sama saja?" ucap Alder dengan enteng.


Richard yang mendengar hal itu tentu saja dengan spontan menoyor bahu Alder karena bisa bisanya Alder menanggapi ucapannya dengan sangat enteng begitu.

__ADS_1


"Tuan Alder yang terhormat, seorang pengusaha kaya raya yang IQ nya di atas rata rata, kenapa anda mendadak menjadi oon kalau soal beginian sih?" ucap Richard dengan kesal.


"Lo ya!" ucap Alder sambil menatap tajam ke arah Richard.


"Lo bisa mengatakan hal itu karena antara garam dan penyedap rasa terdapat kesamaan dan keduanya dapat saling bertukar posisi apabila salah satunya tak ada, tapi yang jadi masalahnya di sini, Novela dan Ane adalah dua hal berbeda yang pastinya tidak akan bisa bertukar tempat walau wajah mereka sama, gue berani bertaruh lo pun pasti merasakan perbedaan antara keduanya bukan?" ucap Richard memberikan pencerahan kepada Alder.


Alder nampak diam dan mencermati setiap ucapan yang keluar dari mulut Richard.


"Katakanlah itu benar adanya, tapi gue tidak bisa melakukannya, orang orang di sekitar mengira gue menikahi Ane bukan Novela." ucap Alder kemudian.


"Kalau masalah itu gampang, biar gue yang mengurus semuanya." ucap Richard tersenyum lebar.


"Apa lo yakin bisa menghandlenya?" tanya Alder memastikan.


"Tergantung lo mau atau tidak." ucap Richard sambil menggerakkan kelopak matanya naik turun.


*********


Setelah acara selesai Steven memutuskan untuk kembali lebih dulu ke mansion, setelah itu baru di susul David dan juga Angelina memutuskan untuk kembali ke mansion utama, namun sebelum keduanya pergi David terlihat melangkah mendekat ke arah Alder dan juga Novela yang tengah berdiri di pintu utama melepas kepergian keduanya.


"Ini hadiah dari papa, jangan coba coba beralasan untuk tidak pergi karena papa punya banyak mata mata." ucap David sambil memberikan sebuah amplop kepada Novela dengan senyum yang lebar menghias di wajahnya. "Papa pergi dulu, nikmati waktu bersama kalian." ucapnya lagi kemudian melenggang pergi dari sana.


Sedangkan Angelina jangankan mengatakan kata happy wedding, memasang senyuman saja tidak. Tanpa di tanya pun Alder sudah mengetahui bahwa mood ibu tirinya itu sangatlah jelek hari ini. Namun sayangnya Alder sangat menyukainya, benar benar menyenangkan kala menyaksikan wajah ibu tirinya itu tertekuk kesal seperti itu.


"Apa ada yang lucu tuan?" tanya Novela kala melihat seulas senyum malah terbit menghiasi wajah Alder kala keduanya tengah melepas kepergian kedua orang tua Alder.


"Tidak ada, kamu masuklah dulu tunggu aku di kamar ku, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan." ucap Alder kemudian.


Novela yang mendengar kata kamar lantas langsung mendadak tegang, dalam benaknya terus bertanya tanya, bukankah mereka menikah hanya pura pura? mengapa harus ada kata kamar?


Alder yang melihat ekspresi tegang Novela lantas tersenyum tipis, ia tidak menyangka bahwa Novela akan langsung merespon kata kamar dengan cepat tanpa dirinya menjelaskan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jangan coba coba kabur, tunggu sampai aku datang ke kamar, sekarang pergilah!" ucap Alder sengaja memberikan susunan kata yang ambigu karena ingin mengerjai Novela.


Novela yang mendapat perintah itu hanya diam sambil manggut manggut, kemudian melenggang pergi dari sana meninggalkan Alder dan juga Richard yang masih berada di ruang tengah.


"Gimana rencana gue bro?" tanya Richard kemudian setelah kepergian Novela dari sana.


"Gue akui lo hebat." ucap Alder dengan tulus karena memang berkat dia Alder bisa mengucapkan nama Novela dengan lantang tanpa perlu takut ketahuan oleh ibu tirinya.


"Hanya saja ada satu hal yang membuat gue penasaran, apakah lo yang menelpon bokap?" tanya Alder kemudian.


"Ya jelas bukan lah!" ucap Richard dengan lantang.


"Lalu?" tanya Alder lagi dengan penasaran.


"Om gue, canggih gak?" ucap Richard dengan bangganya sambil tersenyum puas.


"Ya ya ya lumayan lah." ucap Alder sambil memberikan satu kaleng soda yang baru saja Alder ambil dari kulkas kepada Richard. "Bersulang?" ucap Alder sambil mengangkat tinggi kalengnya.


"Bersulang" balas Richard sambil ikut mengangkat kaleng soda tersebut kemudian meminumnya bersamaan dengan Alder. "Setelah ini jangan lupa untuk minum jamu kuat bro, agar stamina si jantan lebih terakreditasi." ucap Richard kemudian.


Mendengar hal itu Alder langsung tersedak dan menyemburkan minumannya ke arah depan saking terkejutnya akan ucapan Richard barusan.


"Gila lo! lo pikir punya gue letoi? ini bahkan lebih perkasa dari punya lo." ucap Alder dengan kesal.


"Oh ya? kalau begitu sini biar gue cek terlebih dahulu sebelum berjumpa dengan perahu halal milik lo itu." ucap Richard sambil condong ke arah bawah.


Alder yang melihat hal itu tentu saja panik dan langsung bangkit berdiri sambil bergerak menjauh dari Richard.


"Jangan coba coba mendekat!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2