
"eeh ada calon"
"mba Amel."
"maksud saya calon makanan ras."
"biasa si Laras kalau lapar suka sensitif."
"mbaaaaaaa."
"iya iya.ayoo duduk."
"loh mba Amel mau kemana?"
"aku sudah selesai ras."cepat bangat makannya mba?"
"bukan aku yang cepat makannya.tapi kalian berdua yang ngobrol nya kelamaan."
"ya sudah kalian makan saja berdua aku ga mau jadi nyamuk.lagian aku belum sholat dzuhur.aku tinggal dulu ya.selamat menikmati"
"mbaaaaa mba amel."
"iiihh apa sih ras mau makan aja manja bangat.sudah makan sana."
"ayoo ras nanti keburu dingin makanannya."
"tapi pak"
"ga usah takut saya ga akan makan kamu ras."
dengan rasa gugup dan takut akupun duduk dekat dia.ya Allah kenapa hati ini semakin berdebar .selera makan pun menghilang ahhh kenapa begini.
"ras?ayoo dimakan."
"iya mas terimakasih."
"ras kamu kalau pergi kerja naik apa?"
__ADS_1
"motor!"
"hah motor?kamu bisa naik motor?"
"bisa lah pak".
"kalau ga bisa mah repot" .
"ehhm rumah kamu dimana ras?"
"rumah saya di x mas."
boleh dong kapan-kapan saya main kerumah kamu ?"
uhuk..uhuk..uhuk.."kamu kenapa ras?minum dulu..!"
" ga apa-apa mas cuma kaget saja dengarnya."
"terus jawabannya apa, boleh atau tidak?"
" boleh pak,tapi rumah saya ga sebagus rumah pak han,nanti pak Han kepanasan lagi!"
blusssss.. kenapa wajahku tiba-tiba terasa panas..ahh kenapa dia bicara begitu.?? batin laras
"kamu kenapa ras??ko wajah kamu jadi merah begitu?"
"ehmm ga apa-apa pak..mungkin kepedesan."oohhh"
aku melihat dia begitu malu dengan ucapanku..ahhhh Laras calon istriku rasanya ingin sekali aku terus menggoda mu semakin kamu tersipu malu semakin aku ingin memilikimu(batin handi)
"Alhamdulilah…makasih ya ras sudah mau nemenin saya makan siang."
"sama-sama pak."
"sudah pak biar nanti saya saja yang rapihin.pak duduk saja."
"ga apa-apa ras saya bantuin.biar cepat kelar."
__ADS_1
Duk..aww.."maf maf maaf ras..sakit ya??saya ga sengaja, coba saya liat takut kepala nya terluka"
"ja…ja…jangan pak udah ga apa-apa ko."
bener ga apa-apa?"
bener pak ga apa-apa.".deg mata kami berdua bertemu saling menatap satu sama lain.entah apa yang kami berdua rasakan yang pasti telah terjadi sesuatu antara hatiku dan hatinya.tiba-tiba tangan kekarnya sudah berada di atas kepalaku dan mengusapnya begitu lembut..
entah apa yang terjadi, tatapannya membuat aku tak berdaya dan menerima perlakuannya.
"maaf ya..?" aku hanya menganggukan kepala tanpa keluar kata terpesoana dengan perlakuan lembutnya.
di hanya diam ketika aku memperlakukan dia seperti itu..entah apa yang terjadi pada diriku tiba-tiba, tangan ini sulit sekali di jegah.tapi hati ini semakin yakin akan dirinya ,akan sosok yang nyata di depan mata,jodoh yang di tata oleh sang maha kuasa.agar indah pada waktunya..
"ehm…ehmm.…dunia milik berdua yang lain pada ngontrak..ada orang juga ga di anggap."
"astagfirul Alzim..bude ngagetin saja"
"lagian kamu Han anak orang udah di pegang-pegang saja.halalin dulu baru di pegang."
"loh bude kapan datang?"
"baru saja..ya udah aku tunggu di depan ya dan aku butuh penjelasan kamu han?"…
"ehmm iya bude."
"pak Han bagaimana ini Bu Lisa pasti sudah salah paham dengan kita,"
"tidak usah khawatir ras,bude akan mengerti dan tidak akan ada salah paham jika kita berkata jujur,"
"tapi pak"
deg..dia menggenggam jemari ku yang sedari tadi terasa dingin.
"jangan panggil saya pak lagi,panggil saja mas han,itu akan lebih di mengerti oleh bude"
"maksud pak...eh maksud saya..m,.mas..han?"
__ADS_1
tanpa menjawab dia hanya melemparkan senyuman yang begitu manis dan berlalu begitu saja.